Tetap Jaga Keajegan Bali, JMW Terus Dukung Semangat Profesionalisme Pecalang
- account_circle Budi Susilawarsa
- calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar – Ketua MDA Kota Denpasar, Jro Mangku Wisna (JMW), seusai pelantikan Manggala Utama Pecalang Bali menyampaikan bahwa pelantikan tersebut merupakan langkah strategis untuk membangkitkan semangat dan profesionalisme pecalang se-Bali.
Menurut JMW, sosok Manggala Utama yang baru dilantik, Brigjen Pol (Purn) Drs. Dewa Made Suharya, diyakini mampu memberikan dukungan moral sekaligus penguatan kapasitas bagi pecalang di seluruh Bali.
“Pelantikan ini sangat bagus dan positif. Beliau memiliki rekam jejak yang kuat, sehingga tentu akan sangat mendukung dan menyemangati pecalang se-Bali,” ujarnya.
Jumlah pecalang di Bali saat ini diperkirakan mencapai kurang lebih 25 ribu personel yang tersebar di seluruh desa adat. Dengan jumlah yang besar tersebut, sistem koordinasi berjenjang menjadi kunci utama efektivitas komando.
Ia menjelaskan, mekanisme koordinasi akan berjalan melalui struktur organisasi, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa adat.
“Pengordinasian dilakukan secara berjenjang sesuai struktur. Perintah dari atas harus dapat diteruskan hingga ke tingkat bawah, baik melalui media sosial, instruksi tertulis, maupun komunikasi langsung,” jelasnya.
JMW berharap pengalaman di bidang keamanan formal dapat dikolaborasikan dengan sistem pengamanan berbasis adat Bali. Menurutnya, di bawah kepemimpinan yang baru sangat mungkin akan lahir berbagai inovasi.
“Kemungkinan besar akan ada inovasi-inovasi baru. Pengalaman beliau dalam menjaga kamtibmas jika dikolaborasikan dengan pengamanan adat tentu akan menambah wawasan dan menyempurnakan sistem pecalang,” kata JMW yang juga menjabat sebagai Bendesa Adat Kesiman, Rabu (4/3/2026).
Lebih lanjut, JMW juga membuka peluang digelarnya pertemuan atau apel akbar pecalang se-Bali yang rencananya akan dilaksanakan pada 7 Maret 2026 sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan soliditas pecalang di seluruh Bali.
Bud

Saat ini belum ada komentar