Pasar Gede Solo, Surga Kuliner Legendaris yang Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi
- account_circle Admin
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SURAKARTA — Aroma rempah, hiruk-pikuk pedagang, dan suasana khas pasar tradisional langsung menyambut setiap pengunjung yang memasuki kawasan Pasar Gede Hardjonagoro. Di tengah denyut aktivitas ekonomi rakyat, pasar bersejarah ini tetap menjadi pusat wisata kuliner legendaris yang menjaga cita rasa khas Solo lintas generasi.
Salah satu kuliner yang paling banyak diburu wisatawan adalah Dawet Telasih. Minuman tradisional khas Solo ini dikenal dengan perpaduan rasa manis dan segar dari biji telasih, tape ketan, jenang sumsum, santan, serta gula jawa cair yang disajikan dalam satu mangkuk.

Di tengah cuaca Kota Solo yang hangat, Dawet Telasih menjadi pilihan favorit pengunjung untuk melepas dahaga usai berkeliling pasar. Tidak sedikit wisatawan yang sengaja datang ke Pasar Gede hanya untuk menikmati cita rasa autentik yang mulai sulit ditemukan di daerah lain.
Selain Dawet Telasih, aroma ayam goreng berbumbu khas juga menjadi daya tarik tersendiri di sudut pasar. Salah satu yang tetap ramai pembeli adalah Ayam Goreng Pak Ali, kuliner legendaris yang telah memiliki pelanggan setia selama bertahun-tahun.
Ayam goreng yang disajikan dikenal memiliki tekstur renyah di bagian luar namun tetap lembut di dalam. Dipadukan dengan sambal dan kremesan gurih, sajian sederhana tersebut justru menjadi magnet bagi para penikmat kuliner tradisional.

Bagi para pelaku UMKM di kawasan Pasar Gede, kuliner bukan sekadar usaha perdagangan, melainkan bagian dari warisan budaya yang terus dijaga. Resep turun-temurun dan proses pengolahan tradisional menjadi kekuatan utama yang membuat kuliner khas Solo tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.
Pasar Gede tidak hanya menjadi pusat transaksi ekonomi rakyat, tetapi juga ruang pertemuan budaya dan wisata kuliner di Kota Surakarta. Setiap sudut pasar menyimpan cerita tentang tradisi, rasa, dan kehidupan masyarakat yang terus bergerak bersama modernisasi kota.
Di tengah menjamurnya pusat perbelanjaan modern dan tren kuliner kekinian, Pasar Gede tetap hidup sebagai simbol kekuatan kuliner tradisional Solo, sederhana, hangat, dan penuh kenangan.
“Menjaga rasa, merawat tradisi dari jantung Kota Solo.”
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar