Breaking News
light_mode

Indonesia Terancam Tarif Tambahan AS, Trump Tegaskan BRICS Ingin Hancurkan Dolar

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara anggota dan sekutu BRICS, termasuk Indonesia, dengan mengancam pemberlakuan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap produk ekspor ke Amerika Serikat. Kebijakan ini dinilai berpotensi langsung memengaruhi kinerja ekspor Indonesia ke salah satu pasar terbesarnya.

Trump menegaskan bahwa BRICS dibentuk untuk melemahkan dominasi dolar Amerika Serikat dalam sistem keuangan global. Namun ia menolak anggapan tersebut akan berhasil.

“BRICS dibuat untuk menghancurkan dolar. Itu tidak akan terjadi. Dolar tetap raja,” kata Trump dalam pernyataannya di platform Truth Social, Minggu (7/7/2025).

Dalam pernyataan yang sama, Trump menyebut setiap negara yang sejalan dengan kebijakan “anti-Amerika” dari BRICS akan dikenakan tarif tambahan 10 persen tanpa pengecualian. Meski tidak merinci secara spesifik kebijakan yang dimaksud, pernyataan tersebut dipandang sebagai sinyal tekanan ekonomi terhadap negara-negara BRICS yang mendorong pengurangan ketergantungan pada dolar AS.

Indonesia, yang resmi bergabung dengan BRICS pada 2023, berpotensi terdampak langsung oleh kebijakan tersebut. Amerika Serikat selama ini menjadi salah satu mitra dagang utama Indonesia, terutama untuk produk manufaktur dan komoditas bernilai tambah.

Sejumlah sektor ekspor Indonesia yang dinilai paling rentan terdampak tarif tambahan 10 persen antara lain industri tekstil dan produk tekstil, alas kaki, furnitur, produk karet, elektronik ringan, serta sejumlah komoditas turunan mineral. Tambahan tarif berpotensi menurunkan daya saing harga produk Indonesia di pasar AS dan membuka peluang peralihan impor AS ke negara lain yang tidak terkena kebijakan tersebut.

Selain sektor industri, tarif tambahan juga berpotensi memukul pelaku usaha kecil dan menengah berorientasi ekspor yang selama ini bergantung pada pasar Amerika. Kenaikan tarif dapat menekan margin keuntungan hingga memicu penurunan volume ekspor dalam jangka menengah.

Trump juga menegaskan bahwa kebijakan tarif “resiprokal” yang sebelumnya diumumkan pada April lalu akan mulai diberlakukan pada 1 Agustus 2025 bagi negara-negara yang belum mencapai kesepakatan dagang baru dengan Amerika Serikat. Kebijakan ini dinilai memperkuat arah proteksionisme AS di bawah kepemimpinan Trump.

Pengamat perdagangan internasional menilai langkah Washington dapat memperuncing fragmentasi ekonomi global serta memaksa negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk menyeimbangkan kepentingan geopolitik dan ekonomi secara lebih hati-hati. Indonesia dinilai berada pada posisi strategis namun sensitif, mengingat keterlibatannya dalam BRICS sekaligus ketergantungan ekspor ke pasar AS.

Hingga saat ini, pemerintah Indonesia belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait ancaman tarif tambahan tersebut. Namun isu ini diperkirakan akan menjadi perhatian serius dalam perumusan kebijakan perdagangan dan diplomasi ekonomi Indonesia ke depan, terutama dalam menjaga stabilitas ekspor dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polemik Mutasi 14 Pejabat Eselon II di Bandung Barat Picu Sorotan Tajam Publik

    Polemik Mutasi 14 Pejabat Eselon II di Bandung Barat Picu Sorotan Tajam Publik

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Bandung Barat, Jabar — Kebijakan rotasi dan mutasi terhadap 14 pejabat eselon II yang dilakukan oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, memicu gelombang kritik dan sorotan tajam dari berbagai kalangan masyarakat. Isu ini diduga mengarah pada Sekretaris Daerah (Sekda) Ade Zakir, yang disebut-sebut sebagai aktor utama di balik kekacauan birokrasi yang tengah melanda pemerintahan […]

  • Ratu yang Dilahirkan dari Solidaritas, Bukan Takdir Play Button

    Ratu yang Dilahirkan dari Solidaritas, Bukan Takdir

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Ray
    • 14Komentar

    DENPASAR – Ketika sang ratu lebah mati, koloni tak gentar, tak gaduh. Mereka tidak menengadah menanti mukjizat, tak menjerit mencari penyelamat. Seperti pepatah lama, “Di kala badai datang, burung gagak bersembunyi, tapi lebah membuat rumah baru.” Dengan naluri kolektif yang jernih dan kekuatan persatuan yang mendarah daging, para lebah pekerja segera mengambil keputusan bersama mereka […]

  • 260 Mahasiswa RI Terbang ke Eropa, Dapat Beasiswa Erasmus+ dari Uni Eropa

    260 Mahasiswa RI Terbang ke Eropa, Dapat Beasiswa Erasmus+ dari Uni Eropa

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Sebanyak 260 mahasiswa dan dosen dari seluruh Indonesia berhasil meraih beasiswa prestisius Erasmus+ dari Uni Eropa untuk tahun akademik 2025. Program ini akan membawa mereka menempuh pendidikan pascasarjana dan mengikuti pertukaran akademik di berbagai universitas bergengsi di Eropa, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kerja sama internasional di bidang […]

  • WKS Tolak Paruman di Kantor LPD, Soroti Tekanan Soal Banten Guru Piduka

    WKS Tolak Paruman di Kantor LPD, Soroti Tekanan Soal Banten Guru Piduka

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR — Warga Desa Adat Pemogan, yang dikenal dengan inisial WKS, kembali menegaskan sikapnya terhadap undangan Paruman Wicara Adat yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 Juli pukul 19.00 WITA, di kantor LPD. WKS menyatakan hanya akan hadir jika paruman dilakukan di tempat yang dianggap netral, seperti Balai Kerta Adyaksa di kantor desa atau kecamatan. “Saya […]

  • KSPN Bali Diterjang Proyek LNG, “Jukung” Nelayan Bisa “Leketik” Kena Ombak Kapal Besar 

    KSPN Bali Diterjang Proyek LNG, “Jukung” Nelayan Bisa “Leketik” Kena Ombak Kapal Besar 

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    DENPASAR – Dugaan Kedok Normalisasi Tukad Ngenjung berujung terlihatnya ambisi investor membangun Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Liquefied Natural Gas (LNG) dengan membuat jalan masuk mencapai puluhan milyar rupiah yang ngotot hanya digunakan untuk Melasti, ternyata terbuka sudah ke publik. Dalam kutipan media, Koster menyebutkan keberadaan terminal LNG akan menjadi kunci bagi Bali untuk […]

  • Superkonduktor Dinilai Jadi Kunci Efisiensi Listrik Nasional, Dukung Target Ambisius RUPTL PLN 2025–2034

    Superkonduktor Dinilai Jadi Kunci Efisiensi Listrik Nasional, Dukung Target Ambisius RUPTL PLN 2025–2034

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Vaza Fernantha
    • 0Komentar

    Denpasar – Indonesia tengah menghadapi momentum krusial dalam transformasi sektor energi. Kebutuhan listrik yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan populasi, di sisi lain dibayangi tekanan global untuk menekan emisi karbon dan mempercepat transisi menuju energi bersih. Melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, PT PLN (Persero) menargetkan penambahan kapasitas energi baru terbarukan (EBT) […]

expand_less