Breaking News
light_mode

Generasi Z! Pelestari Budaya, Bukan Ajang Arogan, Kritik Spanduk Kasar dan Arah Baru Pawai Ogoh-Ogoh

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Banjar-banjar adat di Bali kembali mempersiapkan ogoh-ogoh dalam rangka Pangerupukan menjelang Hari Raya Nyepi, tradisi yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Hindu Bali sebagai simbol pembersihan dari energi negatif.

Ogoh-ogoh bukan sekadar karya seni, melainkan hasil kerja kolektif Seka Truna Truni (STT) yang mencerminkan gotong-royong, kreativitas, dan semangat generasi muda dalam melestarikan nilai tradisi luhur. Arak-arakan ini juga menjadi momen kuat bagi yowana untuk memperkuat solidaritas sosial dalam komunitas banjar masing-masing.

Namun, sejumlah spanduk bernada provokatif yang beredar di banjar-banjar akhir-akhir ini memunculkan kekhawatiran bahwa semangat ogoh-ogoh mulai terdistorsi menjadi ajang adu ego dan arogan antarkelompok muda. Pesan yang kasar atau bersifat memancing konflik justru bertentangan dengan makna filosofis ogoh-ogoh: penyucian diri dan introspeksi, bukan kebanggaan semu atau provokasi.

Menurut Dr. Komang Indra Wirawan, S.Sn., M.FiL.H, akademisi dari Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, tradisi ogoh-ogoh menyimpan makna mendalam yang jauh melampaui visual semata,

“Ogoh-ogoh adalah warisan budaya yang bukan hanya ekspresi seni, tetapi juga media edukasi budaya bagi generasi muda. Ia mencerminkan nilai filosofis Bhuta Kala—penetralan kekuatan negatif sebelum memasuki Nyepi, sekaligus sarana mempererat hubungan antarwarga.”
(Dikutip dari Dr. Komang Indra Wirawan, 25 Maret 2025).

Dalam konteks itu, mengedepankan bahasa yang menghormati dan membangun adalah kunci untuk menghindari sikap defensif atau reaktif dari generasi Z, yang dikenal sangat sensitif terhadap nada kritik yang tidak kontekstual. Generasi ini berpotensi besar menjadi pionir pelestarian budaya, jika ditemani dialog, bukan ditegur dengan nada yang menyayat.

Praktik pembuatan dan pawai ogoh-ogoh, yang melibatkan kerja sama komunitas banjar, juga menunjukkan bahwa kegiatan adat tidak bisa dipisahkan dari nilai menyama braya, persaudaraan yang mengikat seluruh warga tanpa memandang perbedaan usia atau latar belakang.

Nilai ini justru menjadi landasan kuat agar generasi muda, khususnya STT, dapat melihat tradisi bukan sebagai kompetisi ego semata, tetapi sebagai ajang refleksi sekaligus edukasi budaya.

Para tokoh adat, prajuru banjar, dan orang tua diharapkan bersama-sama mengarahkan narasi kegiatan budaya dengan bahasa yang tegas namun menghormati, sehingga generasi Z merasa didengar dan berdaya tanpa terprovokasi oleh kata-kata kasar yang justru bisa memecah belah.

Pendidikan nilai tentang makna ogoh-ogoh dan filosofi di balik Brata Penyepian perlu terus disampaikan dalam berbagai kesempatan formal maupun informal.

Dengan pendekatan yang bijak serta kolaboratif di semua lini, dari desa adat hingga keluarga, kegiatan ogoh-ogoh dapat kembali menjadi simbol persatuan, kreativitas, dan pelestarian budaya, sekaligus ruang edukasi yang menguatkan karakter generasi muda Bali di era modern.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KUHP Baru! Zina, Chat Mesra, hingga Nikah Siri Tak Otomatis Pidana

    KUHP Baru! Zina, Chat Mesra, hingga Nikah Siri Tak Otomatis Pidana

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR — Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperketat pengaturan tindak pidana kesusilaan, mulai dari zina, perselingkuhan, hingga nikah siri dan poligami ilegal. Meski demikian, para praktisi hukum menegaskan bahwa tidak semua dugaan pelanggaran dapat serta-merta dipidana tanpa pembuktian yang sah. Praktisi hukum dari Kantor Hukum Gunkiss & Partner’s dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Astranawa, […]

  • AWDI Bali Bentuk Kepengurusan Baru, Tegaskan Peran dan Perlindungan Wartawan

    AWDI Bali Bentuk Kepengurusan Baru, Tegaskan Peran dan Perlindungan Wartawan

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    DENPASAR – Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (DPW AWDI) Provinsi Bali memulai langkah restrukturisasi internal dengan membentuk susunan kepengurusan baru. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat peran organisasi sebagai wadah profesi wartawan yang berintegritas, sekaligus menjadi kontrol sosial terhadap publik maupun kebijakan pemerintah. Ketua DPW AWDI Bali, I Dewa Made Dwi Putra Ernandha, […]

  • Restorative Justice Gagal, Uang Rp150 Juta Ganti Rugi Kerusakan Properti 1 Juta Raib, WNA Spanyol Dilaporkan

    Restorative Justice Gagal, Uang Rp150 Juta Ganti Rugi Kerusakan Properti 1 Juta Raib, WNA Spanyol Dilaporkan

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Ray
    • 10Komentar

    DENPASAR — Upaya penyelesaian kasus secara Restorative Justice (RJ) antara April Jumadil Awal (Laura) Warga Negara Indonesia (WNI), dengan Warga Negara Spanyol bernama Gonzalo Antonio Sanzhez Villa, berakhir tanpa hasil. Padahal, Laura telah membayar uang ganti rugi sebesar Rp150 juta sebagai bagian dari kesepakatan damai yang disetujui bersama. Kuasa hukum Laura, Niran Nuang Ambo, SH., […]

  • Rai Budarsa Apresiasi Lomba Ngelawar dan Fruits Vegetables Carving di Sanur Village Festival 2025

    Rai Budarsa Apresiasi Lomba Ngelawar dan Fruits Vegetables Carving di Sanur Village Festival 2025

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    DENPASAR — Dalam semangat pelestarian budaya dan pengembangan kreativitas kuliner lokal, Ida Bagus Rai Budarsa, Founder dan Owner PT Hatten Bali Tbk, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuhnya terhadap penyelenggaraan Lomba Ngelawar antar Sekehe Teruna Teruni (STT) se-Desa Sanur dan Lomba Fruits Vegetables Carving yang menjadi bagian dari rangkaian Sanur Village Festival (SVF) ke-18 Tahun 2025. […]

  • Mahasabha V MWBW Dirangkaikan HUT Ke-95 Kemoncolan, Alit Widana Kembali Terpilih 

    Mahasabha V MWBW Dirangkaikan HUT Ke-95 Kemoncolan, Alit Widana Kembali Terpilih 

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Maha Warga Bhujangga Waisnawa (MWBW) menggelar Mahasabha V di Gedung SPB/IPBI, Jalan Kecak No. 12, Gatot Subroto, Denpasar, Minggu (12/10/2025). Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-95 MWBW, yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah, seperti Bali, NTB, Lampung, dan Sulawesi. Mahasabha V mengusung tema “Melalui Mahasabha V Moncol Pusat Maha Warga […]

  • Terobosan Penelitian! Suntikan Partikel Emas Bisa Pulihkan Penglihatan Tanpa Operasi

    Terobosan Penelitian! Suntikan Partikel Emas Bisa Pulihkan Penglihatan Tanpa Operasi

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Ilmuwan temukan metode revolusioner untuk atasi kebutaan akibat kerusakan retina JAKARTA — Dunia medis kembali dikejutkan dengan penemuan luar biasa dari para ilmuwan yang menemukan metode baru pemulihan penglihatan menggunakan suntikan partikel emas (gold nanoparticles) langsung ke dalam mata. Teknologi ini berpotensi mengembalikan fungsi penglihatan tanpa perlu operasi invasif seperti yang selama ini dilakukan pada […]

expand_less