Evakuasi Dramatis di Yahukimo, TNI Selamatkan Puluhan Guru dan Nakes Usai Serangan OPM
- account_circle Admin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Yahukimo – Tentara Nasional Indonesia (TNI) bergerak cepat mengevakuasi puluhan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dari wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan, menyusul serangan brutal yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM), Minggu (23/3/2025).

Sumber foto akun X Puspen TNI
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa TNI berkomitmen melindungi masyarakat sipil, khususnya tenaga pengajar dan tenaga kesehatan yang bertugas di daerah terpencil dan rawan konflik.
“TNI telah mengerahkan personel untuk mengevakuasi korban, mengamankan wilayah, dan mendukung pemulihan situasi pasca tindakan biadab dan pengecut dari OPM,” ujar Kristomei.
Serangan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok OPM yang dipimpin Elkius Kobak. Sebelum insiden terjadi, kelompok tersebut dilaporkan sempat meminta sejumlah uang kepada para tenaga pengajar. Karena permintaan itu tidak dipenuhi, aksi kekerasan pun terjadi.
Dalam peristiwa tersebut, sejumlah guru menjadi korban pembunuhan dan penganiayaan. Selain itu, kelompok bersenjata juga membakar gedung sekolah serta rumah dinas guru, yang memicu ketakutan di kalangan masyarakat setempat.
Sebagai langkah tanggap darurat, TNI bersama aparat terkait berhasil mengevakuasi sedikitnya 42 tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dari Yahukimo menuju Jayapura. Proses evakuasi dilakukan dalam kondisi geografis yang sulit, mengingat medan yang terjal dan akses transportasi yang terbatas.
Selain evakuasi, TNI juga meningkatkan pengamanan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah guna memburu dan menindak pelaku serangan.

Sumber foto akun X Puspen TNI
Keberadaan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan di Papua dinilai sangat vital bagi pembangunan sumber daya manusia. TNI menegaskan akan terus hadir memberikan perlindungan dan menjamin rasa aman, agar pelayanan pendidikan dan kesehatan tetap berjalan di wilayah-wilayah terpencil.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar