Breaking News
light_mode

Dr. Syukur Mandar: Kekuasaan Presiden Harus Tunduk pada Hukum

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dr. Syukur Mandar menilai hak prerogatif presiden dalam sistem presidensial perlu dibatasi dan diatur secara tegas agar Indonesia tetap berdiri sebagai negara hukum.

JAKARTA — Pengamat politik Dr. Syukur Mandar menegaskan bahwa seluruh kekuasaan di Indonesia, termasuk Presiden, harus tunduk pada hukum. Menurutnya, mandat politik yang diperoleh melalui pemilihan umum tidak boleh menjadi alasan bagi seorang presiden untuk menggunakan kekuasaan tanpa batas.

Syukur mengatakan, prinsip negara hukum menempatkan hukum sebagai pembatas bagi seluruh kekuasaan, baik eksekutif, legislatif maupun lembaga negara lainnya.

“Makhluk, siapapun yang hidup di Indonesia ini, dia harus tunduk pada hukum, termasuk presiden,” tegas Dr. Syukur Mandar, 15 Juli 2026.

Ia menilai pembatasan kekuasaan menjadi penting agar sistem presidensial tidak bergeser menjadi pemerintahan yang bertumpu pada kehendak personal seorang pemimpin.

“Kekuasaan politik, kekuasaan partai, kekuasaan DPR, kekuasaan lembaga apa pun, termasuk kekuasaan presiden harus dibatasi oleh kekuatan hukum,” ujarnya.

Hak Prerogatif Presiden Perlu Diatur

Syukur secara khusus menyoroti penggunaan hak prerogatif presiden dalam pembentukan kabinet maupun badan dan lembaga pemerintahan. Menurut dia, hak tersebut tetap harus berada dalam koridor hukum dan tidak boleh digunakan secara bebas.

“Kita ingin penggunaan hak prerogatif presiden dalam sebuah sistem presidensial itu harus diatur secara baik di dalam tata perundang-undangan,” katanya.

Ia mencontohkan, pembentukan kementerian dan lembaga negara semestinya tidak semata-mata didasarkan pada kewenangan presiden. Menurutnya, diperlukan mekanisme hukum dan politik yang mampu menjadi kontrol terhadap keputusan pemerintah.

Syukur mengingatkan, tanpa pembatasan yang jelas, seorang presiden secara teoritis dapat memperluas struktur pemerintahan sesuai kehendaknya.

“Kalau saya menjadi presiden yang dipilih oleh rakyat, kemudian saya membentuk kabinet 500, mengangkat 500 menteri, 300 wakil menteri, 400 wakil menteri satu, wakil menteri dua dan seterusnya, itu merusak tatanan hukum kita,” tuturnya.

Menurut Syukur, kondisi tersebut berpotensi menggeser prinsip negara hukum menuju pemerintahan yang lebih mengandalkan kekuasaan daripada aturan.

“Itu menarik kita keluar dari negara hukum, menjadi negara preman. Itu istilah saya,” tegasnya.

Presiden Jangan Gunakan Hukum untuk Melindungi Kekuasaan

Syukur juga menekankan bahwa presiden yang memperoleh mandat langsung dari rakyat justru memiliki tanggung jawab untuk memastikan hukum berjalan.

Ia mengingatkan agar kekuasaan tidak digunakan untuk menekan hukum, mengabaikan hukum, maupun menjadikan hukum sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan.

“Kalau presiden ingin negara ini lahir sebagai sebuah negara hukum, dan presiden kukuh berdiri pada satu sisi bahwa saya mendapatkan mandat rakyat sebagai presiden, maka yang harus dilakukan oleh presiden adalah menjalankan hukum,” jelasnya.

“Dia tidak boleh menggunakan kekuasaan sebagai presiden, lalu kemudian menindas atau tidak menjalankan hukum, menindas hukum atau menggunakan hukum untuk melindungi kekuasaan. Dia sebagai presiden tidak boleh,” lanjut Syukur.

Soroti Lemahnya Kontrol DPR

Dalam konteks pembentukan kabinet dan lembaga pemerintahan, Syukur juga membandingkan mekanisme di Indonesia dengan Amerika Serikat.

Ia menyebut struktur kabinet Amerika Serikat jauh lebih terbatas dan proses pengisian sejumlah posisi penting memiliki mekanisme persetujuan Senat.

“Amerika Serikat kabinet cuma 15. Siapa pun yang terpilih menjadi presiden, dalam hal membentuk badan dan lembaga harus ada persetujuan Senat,” katanya.

Syukur menilai Indonesia sebenarnya memiliki DPR sebagai salah satu instrumen pengawasan terhadap pemerintah. Namun, menurutnya, efektivitas kontrol tersebut menjadi persoalan ketika konfigurasi politik membuat mayoritas partai berada dalam barisan pendukung pemerintah.

“Di Indonesia juga ada, harus ada perjuangan DPR, tetapi DPR stempel,” ujarnya.

Ia kemudian mempertanyakan efektivitas fungsi pengawasan parlemen ketika partai-partai besar yang tergabung dalam koalisi pemerintah memiliki kepentingan politik yang sama dengan eksekutif.

“Kenapa sistem koalisi? Partai besar yang sudah menjadi bagian dari koalisi pemerintah sudah pasti menyetujui keinginan presiden membentuk kabinet. Karena di dalam kabinet yang dibentuk, isinya mereka semua,” pungkasnya.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Startup China Akali Larangan AS, Sewa 2.300 GPU Nvidia Blackwell Lewat Indosat

    Startup China Akali Larangan AS, Sewa 2.300 GPU Nvidia Blackwell Lewat Indosat

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 2093Komentar

    DENPASAR – Larangan ekspor chip canggih buatan Amerika Serikat kembali menunjukkan celah. Sebuah startup kecerdasan buatan (AI) asal Shanghai, INF Tech, berhasil mengakses 2.300 GPU Nvidia Blackwell—hardware yang sebenarnya dibatasi untuk perusahaan China—melalui jalur yang sepenuhnya legal. Kuncinya ada pada strategi cerdik lintas negara. Alih-alih membeli langsung, INF Tech menyewa layanan komputasi awan (cloud computing) […]

  • Imigrasi Ngurah Rai Deportasi Tiga WN Irak Pengguna Paspor Belgia Palsu

    Imigrasi Ngurah Rai Deportasi Tiga WN Irak Pengguna Paspor Belgia Palsu

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    BADUNG – Petugas Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) pada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai menggagalkan dugaan upaya masuk ilegal oleh tiga warga negara (WN) Irak yang menggunakan paspor Belgia palsu. Ketiganya merupakan satu keluarga yang tiba melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Kecurigaan bermula saat petugas melakukan profiling terhadap dokumen perjalanan para […]

  • Bandara Bali Utara, Ujian Keberanian Negara Memeratakan Pembangunan

    Bandara Bali Utara, Ujian Keberanian Negara Memeratakan Pembangunan

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Oleh: Nyoman Shuida, ex Deputi Menko PMK Singaraja — Selama lebih dari tiga dekade, pembangunan Bali berjalan dengan tumpuan yang timpang. Denpasar, Badung, dan kawasan Bali Selatan tumbuh pesat sebagai pusat pariwisata dan ekonomi, sementara Bali Utara, khususnya Buleleng dan sekitarnya tertinggal dalam akses infrastruktur, arus investasi, dan peluang ekonomi. Ketimpangan ini bukan sekadar persepsi, […]

  • Menkeu Purbaya Nilai IKN Terlalu Sepi, Bali Menguat Jadi Kandidat Pusat Finansial Internasional Indonesia

    Menkeu Purbaya Nilai IKN Terlalu Sepi, Bali Menguat Jadi Kandidat Pusat Finansial Internasional Indonesia

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Pemerintah terus mematangkan rencana pembentukan Pusat Finansial Internasional (PFI) sebagai strategi memperkuat posisi Indonesia di mata investor global. Dalam pembahasan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur bukan pilihan yang ideal untuk menjadi lokasi pusat keuangan bertaraf internasional. Saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, […]

  • Dua Remaja Asal Sumba Barat Daya Ditangkap Usai Curi Motor di Denpasar Timur

    Dua Remaja Asal Sumba Barat Daya Ditangkap Usai Curi Motor di Denpasar Timur

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Denpasar Timur berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di Jalan Kusuma Atmaja, Denpasar Timur. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua remaja yang diduga sebagai pelaku pencurian satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih. Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Ketut Tomiyasa, menjelaskan kasus ini terungkap berawal […]

  • AHY Umumkan Kelahiran Putra Kedua, Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono

    AHY Umumkan Kelahiran Putra Kedua, Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    JAKARTA — Kabar bahagia datang dari Agus Harimurti Yudhoyono. Ia mengumumkan kelahiran anak keduanya yang diberi nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono pada Sabtu malam, 29 Maret, pukul 19.28 WIB. Bayi laki-laki tersebut lahir dengan berat 3,076 kilogram dan panjang 49 sentimeter. AHY mengungkapkan rasa syukur atas kelahiran sang putra yang disebutnya sebagai anugerah setelah melalui penantian […]

expand_less