Breaking News
light_mode

Anak Transmigran Bali Tembus DPR RI, Kini I Komang Koheri Nahkodai Lampung Tengah

  • account_circle Ray
  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dari Rama Dewa, Seputih Raman, I Komang Koheri tumbuh sebagai pengusaha, dua periode DPRD Lampung, anggota DPR RI, hingga dipercaya menjadi Plt Bupati Lampung Tengah.

LAMPUNG TENGAH — Perjalanan I Komang Koheri menuju pucuk pemerintahan Kabupaten Lampung Tengah tidak lahir secara instan. Di balik kiprahnya sebagai politisi, tersimpan kisah panjang keluarga transmigran asal Bali yang meninggalkan tanah kelahiran untuk membangun kehidupan baru di Lampung.

Lebih dari tujuh dekade setelah orang tuanya menjejakkan kaki di tanah transmigrasi, Koheri kini berada di posisi strategis dalam pemerintahan daerah. Dari anak keluarga transmigran di Kampung Rama Dewa, Kecamatan Seputih Raman, ia menapaki jalan dari dunia usaha, legislatif, hingga eksekutif.

Koheri lahir di Seputih Raman, Lampung Tengah, pada 25 November 1972. Ia merupakan putra pasangan I Made Linteb dan Ni Made Sasih, pasangan transmigran yang berasal dari wilayah Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali.

Sang ayah, I Made Linteb, mengikuti program transmigrasi ke Lampung pada 1952 ketika masih muda. Keputusan tersebut diambil dengan harapan dapat mengubah kehidupan keluarga sekaligus membuka masa depan yang lebih baik bagi keturunannya.

Koheri kemudian lahir dan tumbuh di Kampung Rama Dewa. Lingkungan transmigrasi itulah yang menjadi tempat ia menjalani masa kecil, menempuh pendidikan, sekaligus mengenal kehidupan masyarakat Lampung yang terdiri atas berbagai latar belakang suku dan budaya.

“Saya lahir di Lampung dari keturunan petani orang Bali,” ujar Koheri dalam sebuah kesempatan.

Kisah keluarga tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Koheri. Ayahnya tidak hanya menjalani kehidupan sebagai petani, tetapi juga pernah dipercaya memimpin kampung. Sementara Koheri tumbuh sebagai salah satu generasi kedua keluarga transmigran yang kemudian memasuki dunia pendidikan, usaha, dan politik.

Pendidikan Koheri dimulai di SD Negeri 1 Rama Dewa, kemudian SMP Negeri 1 Seputih Raman dan SMA Negeri 1 Kotagajah. Ia selanjutnya menempuh pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Lampung dan mengambil bidang manajemen.

Menariknya, sebelum dikenal sebagai politisi, Koheri lebih dahulu bersentuhan dengan dunia usaha. Saat masih kuliah, ia berdagang beras. Pengalaman itu membuatnya merasakan langsung kerasnya dunia usaha, termasuk ketika biaya pengolahan gabah menjadi beras lebih tinggi dibandingkan harga jualnya.

“Saya pernah mengalami kerugian saat biaya mengolah gabah menjadi beras lebih mahal ketimbang harga jual berasnya,” kata Koheri.

Pengalaman sebagai pengusaha kemudian menjadi salah satu modal sosial dan ekonomi yang membawanya masuk ke dunia politik.

Langkah politik Koheri dimulai melalui PNI Marhaenisme. Ia kemudian bergabung dengan PDI Perjuangan dan berhasil memenangkan pemilihan legislatif untuk DPRD Provinsi Lampung.

Koheri tercatat dua periode menjadi anggota DPRD Provinsi Lampung, yakni periode 2009–2014 dan 2014–2019. Setelah itu, ia maju sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Lampung II pada Pemilu 2019 dan berhasil mendapatkan kursi di Senayan untuk periode 2019–2024.

Kiprah politiknya tidak hanya mengandalkan basis masyarakat Bali. Koheri membangun hubungan dengan masyarakat dari berbagai kelompok etnis di Lampung.

Ia juga dikenal aktif dalam Paguyuban Bali-Lampung. Pendekatan lintas komunitas tersebut menjadi bagian dari perjalanan politiknya di Lampung.

“Saya ingin merangkul semua masyarakat, bukan hanya masyarakat Bali. Kita membangun Lampung Tengah dengan tidak melihat suku, agama, ras dan antargolongan,” kata Koheri dalam keterangannya yang dikutip dalam pemberitaan sebelumnya.

Karier politik Koheri kemudian memasuki babak baru pada Pilkada Lampung Tengah 2024. Ia berpasangan dengan Ardito Wijaya sebagai calon Wakil Bupati.

Hasil rekapitulasi KPU Lampung Tengah menunjukkan pasangan Ardito Wijaya-I Komang Koheri memperoleh 369.974 suara atau 63,71 persen suara sah. Mereka mengungguli pasangan Musa Ahmad-Ahsan As’ad Said yang memperoleh 210.741 suara atau 36,29 persen.

KPU Lampung Tengah kemudian menetapkan Ardito Wijaya dan I Komang Koheri sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2025–2030 melalui Keputusan KPU Lampung Tengah Nomor 1 Tahun 2025.

Koheri resmi menjalankan jabatan sebagai Wakil Bupati Lampung Tengah. Namun, perjalanan pemerintahannya bersama Ardito Wijaya tidak berjalan normal hingga akhir periode.

Situasi berubah setelah Ardito Wijaya terseret perkara hukum dan diberhentikan sementara dari jabatannya. Koheri kemudian dipercaya menjalankan tugas dan kewenangan Bupati Lampung Tengah.

Surat penugasan sebagai Plt Bupati telah diberikan pada Desember 2025. Selanjutnya, pada 23 Juni 2026, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyerahkan SK Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-970 Tahun 2026 tentang pemberhentian sementara dan penunjukan Plt Bupati Lampung Tengah kepada Koheri.

Penugasan tersebut menempatkan Koheri sebagai figur sentral dalam menjaga kesinambungan pemerintahan Lampung Tengah di tengah proses hukum yang menimpa kepala daerah definitif.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa keberlangsungan pemerintahan dan pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas.

“Birokrasi harus tetap berjalan dengan baik, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhenti. Pemerintah hadir untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat tetap terlayani secara maksimal,” ujar Mirza.

Bagi Koheri, posisi tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan politiknya. Ia tidak lagi hanya berada di lembaga legislatif sebagai pembuat kebijakan, tetapi harus memastikan roda birokrasi daerah berjalan dalam situasi pemerintahan yang penuh dinamika.

Hingga awal Oktober 2026, Koheri masih menjalankan tugas sebagai Plt Bupati Lampung Tengah. Salah satu langkah terbarunya adalah melantik Sulpakar sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Tengah pada 1 Oktober 2026.

Sulpakar ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lampung Tengah Nomor 800.1.3.3/187/B.a.VII.04/2026. Pengisian jabatan tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan koordinasi birokrasi dan pelayanan pemerintahan daerah.

Dalam pelantikan tersebut, Koheri menekankan pentingnya integritas, koordinasi ant perangkat daerah serta kecepatan dalam merespons persoalan pemerintahan.

Koheri juga meminta Sulpakar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan efektif.

Perjalanan Koheri menjadi menarik karena memperlihatkan perubahan lintas generasi dalam sebuah keluarga transmigran Bali.

Ayahnya datang ke Lampung pada 1952 dengan membawa harapan sederhana: membangun kehidupan yang lebih baik. Puluhan tahun kemudian, anaknya justru tumbuh menjadi pengusaha, politisi, anggota DPRD Lampung, anggota DPR RI, Wakil Bupati, hingga dipercaya menjalankan tugas sebagai Plt Bupati Lampung Tengah.

Koheri juga tetap membawa identitas Bali dalam perjalanan hidupnya. Ia menikah dengan Ni Ketut Dewi Nadi dan memiliki dua anak, Luh Tasya Saraswati dan Komang Raja Seva Mayday.

Kisah tersebut sekaligus menggambarkan bagaimana komunitas Bali di tanah transmigrasi berkembang dari generasi ke generasi.

Generasi pertama datang sebagai transmigran dan membangun kehidupan dari nol. Generasi berikutnya tumbuh di Lampung, mendapatkan pendidikan, memasuki dunia usaha dan akhirnya mengambil bagian dalam politik serta pemerintahan.

I Komang Koheri menjadi salah satu gambaran perjalanan tersebut.

Dari Kampung Rama Dewa, Seputih Raman, perjalanan seorang anak transmigran Bali itu akhirnya membawanya ke Senayan dan kembali ke Lampung Tengah sebagai pejabat yang memegang kendali pemerintahan daerah.

Kini tantangannya jauh lebih besar. Bukan sekadar memenangkan kontestasi politik, melainkan memastikan pemerintahan Lampung Tengah tetap berjalan, pelayanan publik tidak terganggu dan birokrasi tetap bekerja di tengah masa transisi.

Perjalanan Koheri pun menjadi cerita tentang mobilitas sosial sekaligus perjalanan lintas generasi: seorang ayah meninggalkan Bali demi masa depan, sementara sang anak kemudian ikut menentukan masa depan daerah yang menjadi tanah kelahirannya.

Editor- Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • USK Bali Gelar Pameran Kolektif “Story of Indonesia”, Rayakan Keberagaman Lewat Jurnalisme Visual

    USK Bali Gelar Pameran Kolektif “Story of Indonesia”, Rayakan Keberagaman Lewat Jurnalisme Visual

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    BALI — Urban Sketchers (USK) Bali menghadirkan pameran akbar bertajuk “Story of Indonesia”, sebuah perayaan visual tentang keberagaman budaya dan warna kehidupan Nusantara. Gelaran ini berlangsung pada 22 November 2025 hingga 17 Januari 2026 di Masa-Masa, menggandeng Sketsa Nusantara 3 – Chapter Bali by Leeven & Co. Lebih dari 100 sketcher dari berbagai daerah dan […]

  • Brahma Widya, Pintu Masuk Menuju Pencerahan Teologi Hindu Tradisi Bali

    Brahma Widya, Pintu Masuk Menuju Pencerahan Teologi Hindu Tradisi Bali

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Ngurah Wisnawa
    • 39Komentar

    DENPASAR – Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korwil Bali dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali menjalin kerjasama mengadakan Kursus Teologi Hindu Brahma Widya di kantor PHDI Provinsi Bali, Sabtu (28/06/2025). Kegiatan ini juga mendapatkan perhatian khusus dari 2 desa adat yakni Desa Adat Tingas yang mengikutkan 4 orang serta Desa Adat oongan 3 orang […]

  • Ancaman “Sunyi” dari Sampah, Polusi Pembakaran Plastik Dikhawatirkan Turunkan Kualitas SDM Bali

    Ancaman “Sunyi” dari Sampah, Polusi Pembakaran Plastik Dikhawatirkan Turunkan Kualitas SDM Bali

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    BALI — Persoalan sampah yang kian kompleks di Bali kembali menjadi sorotan. Di tengah belum optimalnya sistem pengelolaan, praktik pembakaran sampah oleh masyarakat dinilai berpotensi menimbulkan dampak serius, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam jangka panjang. Sejumlah kalangan menilai, pembakaran sampah—khususnya plastik—secara terbuka tanpa standar yang aman dapat […]

  • Putin Tawarkan Penghapusan Utang bagi Warga yang Mau Bertempur di Ukraina

    Putin Tawarkan Penghapusan Utang bagi Warga yang Mau Bertempur di Ukraina

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    MOSKOW – Pemerintah Rusia kembali mengeluarkan kebijakan baru untuk memperkuat kebutuhan personel militer di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Ukraina. Presiden Rusia, Vladimir Putin, menawarkan program penghapusan utang bagi warga yang bersedia menandatangani kontrak dinas militer dan bergabung dalam operasi militer di Ukraina. Berdasarkan dekret terbaru Kremlin, warga yang menandatangani kontrak militer setelah 1 […]

  • Komisi I DPRD Rote Ndao Desak Bupati Nonaktifkan 42 Kepala Desa Terkait Penyelewengan Dana Desa

    Komisi I DPRD Rote Ndao Desak Bupati Nonaktifkan 42 Kepala Desa Terkait Penyelewengan Dana Desa

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 80Komentar

    ROTE NDAO – Komisi I DPRD Rote Ndao mendesak Bupati Paulus Henuk untuk segera menonaktifkan sebanyak 42 kepala desa yang terindikasi melakukan penyelewengan anggaran desa. Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Rote Ndao, Mesak Lona, usai melakukan investigasi lapangan dan menemukan adanya bukti penyalahgunaan dana desa di berbagai wilayah. Berdasarkan hasil audit […]

  • Jumat Agung! Detik-Detik Penyaliban Yesus Kristus dan Makna Pengorbanan yang Abadi

    Jumat Agung! Detik-Detik Penyaliban Yesus Kristus dan Makna Pengorbanan yang Abadi

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Yerusalem — Umat Kristiani di seluruh dunia memperingati Jumat Agung sebagai hari refleksi atas penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus, sebuah peristiwa yang diyakini sebagai puncak pengorbanan demi keselamatan umat manusia. Peristiwa ini bermula setelah Yesus Kristus ditangkap pada malam sebelumnya. Ia kemudian mengalami serangkaian penyiksaan, mulai dari dipukuli, dicambuk, hingga dimahkotai duri. Dalam proses hukum […]

expand_less