Breaking News
light_mode

Dana Pungutan Wisatawan Asing Disorot, Arah Pemanfaatan Dinilai Mulai Bergeser

  • account_circle Admin
  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Bali — Pemanfaatan Dana Pungutan Wisatawan Asing (PWA) di Bali mulai menuai sorotan. Sejumlah pihak menilai arah kebijakan penggunaan dana tersebut berpotensi bergeser dari tujuan awalnya sebagai instrumen strategis untuk menjaga kualitas pariwisata Pulau Dewata.

PWA sebelumnya dirancang sebagai sumber pendanaan khusus yang berasal dari kontribusi wisatawan mancanegara. Dana ini diharapkan dapat dikembalikan langsung untuk menjaga kelestarian lingkungan, budaya, serta meningkatkan kualitas destinasi wisata di Bali.

Namun dalam implementasinya, muncul kekhawatiran bahwa sebagian dana tersebut mulai disalurkan melalui mekanisme umum, seperti Bantuan Keuangan Khusus (BKK), yang tidak selalu memiliki keterkaitan langsung dengan sektor pariwisata.

Pengamat kebijakan publik menilai, kondisi ini berpotensi mengaburkan fungsi utama PWA. “Ketika dana khusus mulai masuk ke skema belanja yang lebih luas, ada risiko pergeseran fungsi. Dari yang semula strategis menjadi sekadar pelengkap anggaran daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa persoalan utama bukan terletak pada tujuan penyaluran, seperti bantuan ke desa adat atau kegiatan budaya, melainkan pada kejelasan hubungan program tersebut dengan peningkatan kualitas pariwisata.

Sejumlah tantangan utama pariwisata Bali hingga kini masih menjadi sorotan, di antaranya persoalan pengelolaan sampah, pemerataan kualitas destinasi, hingga standar layanan wisata yang dinilai belum merata. Ironisnya, sektor-sektor tersebut justru disebut belum optimal dalam penyerapan anggaran PWA.

Jika tren perluasan penggunaan dana ini terus berlangsung, sejumlah risiko diperkirakan akan muncul. Di antaranya hilangnya fokus prioritas, sulitnya mengukur dampak program, melemahnya akuntabilitas, serta potensi menurunnya kepercayaan publik—terutama wisatawan yang menjadi kontributor utama dana tersebut.

Selain itu, terdapat kekhawatiran bahwa pemerintah daerah dapat mengalami ketergantungan fiskal terhadap PWA. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi mengubah fungsi dana dari instrumen strategis menjadi penopang rutin Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Pariwisata tidak selalu membutuhkan dana besar, tetapi membutuhkan penggunaan yang tepat sasaran. Jika tidak, potensi dana yang ada tidak akan memberikan dampak signifikan,” tambahnya.

PWA dinilai bukan sekadar kebijakan fiskal, melainkan juga bentuk komitmen moral antara Bali dan wisatawan dunia. Oleh karena itu, transparansi dan ketepatan penggunaan dana menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan tersebut.

Sejumlah kalangan mendorong pemerintah daerah untuk menetapkan batas yang lebih tegas dalam pemanfaatan PWA, dengan memprioritaskan program-program yang memiliki dampak langsung terhadap kualitas pariwisata.

Tanpa pengelolaan yang terarah, dikhawatirkan dana yang seharusnya menjadi solusi justru tidak memberikan perubahan signifikan. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi berdampak pada citra dan keberlanjutan pariwisata Bali di mata dunia.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gungde Soroti Dugaan Siswa Siluman di Sekolah Negeri, “Ini Bukan Sekadar Curang, Tapi Merusak Masa Depan Bali”

    Gungde Soroti Dugaan Siswa Siluman di Sekolah Negeri, “Ini Bukan Sekadar Curang, Tapi Merusak Masa Depan Bali”

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 17Komentar

    Denpasar – Tokoh masyarakat dan pemerhati pendidikan Bali, AA Gede Agung Aryawan alias Gungde, angkat bicara keras terkait dugaan praktik kecurangan dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau SPMB tahun 2025 di sejumlah sekolah negeri di Bali. Ia menyebut fenomena “siswa siluman”—siswa yang tidak tercatat dalam sistem pengumuman resmi namun tiba-tiba mengikuti kegiatan sekolah […]

  • Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Rok Siswi Robek di Depan Siswa Lain!

    Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Rok Siswi Robek di Depan Siswa Lain!

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 2Komentar

    Rote Ndao – Dunia pendidikan di Rote Ndao tercoreng oleh dugaan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang guru SMP. Mesak Foenale, guru di SMP Rote Barat, diduga telah melakukan pelecehan terhadap S, seorang siswi kelas 8, pada hari Selasa, 9 September 2025. Kejadian ini semakin memilukan karena diduga terjadi di hadapan siswa-siswa lain. Kronologi […]

  • Prada Lucky Chepril Dimakamkan dengan Upacara Militer di TPU Mapoli Kupang

    Prada Lucky Chepril Dimakamkan dengan Upacara Militer di TPU Mapoli Kupang

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    KUPANG, NTT – Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman Alm. Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang digelar secara militer di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mapoli, Kelurahan Air Nona, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Sabtu (9/8/2025) sore. Upacara dimulai pukul 15.20 WITA dengan Inspektur Upacara (Irup) Kepala Staf Brigif 21/Komodo Letkol Inf Bayu Sigit Dwi Untoro, Komandan […]

  • Pembunuhan Brutal Warga Australia di Munggu, Tiga Tersangka Resmi Diserahkan ke Kejari Badung

    Pembunuhan Brutal Warga Australia di Munggu, Tiga Tersangka Resmi Diserahkan ke Kejari Badung

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    BADUNG – Kasus pembunuhan berencana yang menewaskan warga negara Australia, Zivan Radmanovic, di vila mewah Vilia Casa Santisya 1 kawasan Pantai Munggu, Desa Munggu, Mengwi, Badung, kini memasuki babak baru. Pada Rabu (15/10/2025), Kejaksaan Negeri Badung resmi menerima pelimpahan tiga tersangka bersama barang bukti dari penyidik Polres Badung. Ketiga tersangka, yakni Darcy Francesco Jenson, Mevlut […]

  • Bali Kesatuan Utuh, Gung De Aryawan Bersuara Keras: Jangan Monopoli Lapangan Kerja Pariwisata

    Bali Kesatuan Utuh, Gung De Aryawan Bersuara Keras: Jangan Monopoli Lapangan Kerja Pariwisata

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    DENPASAR – Pengamat Kebijakan Publik, A A Gede Agung Aryawan atau yang akrab disapa Gung De, melontarkan kritik tajam terhadap praktik monopoli lapangan kerja di sektor pariwisata Bali. Ia menegaskan, Bali adalah satu kesatuan wilayah yang tidak boleh terpecah oleh kepentingan egosektoral. Dalam pernyataannya di Denpasar, Sabtu (11/1), Gung De yang juga merupakan Sekretaris Advokasi […]

  • Jambore Ranting Denpasar Timur 2025 Resmi Dibuka, Pramuka Diajak Wujudkan Bumi Lestari

    Jambore Ranting Denpasar Timur 2025 Resmi Dibuka, Pramuka Diajak Wujudkan Bumi Lestari

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 7Komentar

    DENPASAR — Perkemahan Jambore Ranting Denpasar Timur tahun 2025 resmi dibuka pada Kamis (9/10) di kawasan Mertasari, Sanur Kauh, Denpasar Selatan. Kegiatan tahunan ini mengusung tema “Aksi Pramuka Hebat, Wujudkan Bumi Lestari” dan diikuti oleh 256 anggota Pramuka Penggalang dari berbagai Sekolah Dasar di wilayah Denpasar Timur. Pembukaan dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Pembimbing Ranting […]

expand_less