Breaking News
light_mode

Warak Keruron Massal di Pantai Padanggalak, Wujud Penghormatan Spiritual bagi Janin yang Gugur

  • account_circle Admin
  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Ratusan umat Hindu mengikuti upacara Warak Keruron, ngelangkir, dan Ngelungah secara massal yang digelar oleh komunitas Atma Widya dan Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN). Prosesi upacara dipuput oleh Ida Rsi Bujangga Waisnawa Putra Sara Sri Satya Jyoti dari Griya Bhuwana Dharma Santhi Sesetan, di Pantai Padanggalak Kesiman Denpasar.

Pinandita I Wayan Dodi Arianta, ketua komunitas Atma Widya.

Menemui Pinandita I Wayan Dodi Arianta dalam kegiatan yang dihadiri oleh peserta sebanyak 203 peserta menyebutkan bahwa Warak Keruron merupakan ritual penyucian bagi pasangan suami istri yang mengalami keguguran. Dalam tradisi Hindu Bali, peristiwa gugurnya janin tidak hanya dipandang dari sisi medis, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang mendalam.

“Upacara ini menjadi bentuk penghormatan terhadap kehidupan sekaligus sarana penyucian lahir dan batin bagi keluarga yang mengalami keguguran,” ujarnya, Senin 25 Mei  2026.

Ia juga menambahkan masyarakat Hindu Bali meyakini janin yang telah terbentuk sudah memiliki unsur kehidupan spiritual atau atman. Karena itu, ketika janin meninggal dalam kandungan, keluarga umumnya menjalankan ritual tertentu untuk memohon ketenangan bagi roh sang janin sekaligus membersihkan kondisi spiritual keluarga.

Secara etimologis, istilah Warak atau Barak bermakna merah yang melambangkan darah dan kehidupan, sedangkan Keruron berarti gugur atau berakhirnya kehidupan dalam kandungan.

Selain Warak Keruron, mereka juga menggelar upacara Ngelahir dan Ngelungah.

Rangkaian itu meliputi upacara,

1. Warak keruron yakni upacara Pabersihan untuk orang tua yang Keguguran/menggugurkan.

2. Ngelangkir yakni upacara Bagi Bayi yang keguguran dan Bayi yang meninggal namun belum lepas tali pusar.

3. Ngelungah yakni upacara untuk bayi yang meninggal belum tanggal gigi.

“Pelaksanaan upacara tidak hanya memiliki nilai adat dan spiritual, tetapi juga membantu pemulihan psikologis para peserta, khususnya ibu yang mengalami trauma pasca keguguran, ” Ungkap Pinandita Dodi.

Rasa cemas, sulit tidur hingga ketakutan tertentu setelah mengalami keguguran maupun kehilangan bayi, sampai cerita mistis kaki terasa berat karena ada yang menggelantung, tempat tidur seperti ada yang menggoyang sampai sakit yang tak kunjung sembuh dialami oleh beberapa peserta yang kondisi batin yang belum pulih.

Karena itulah komunitas Atma Widya dan Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) melaksanakan ritual secara massal agar masyarakat dapat mengikuti prosesi dengan lebih nyaman tanpa merasa malu atau terbebani stigma sosial, terutama bagi mereka yang mengalami keguguran di luar pernikahan resmi.

“Melalui upacara bersama seperti ini, peserta merasa lebih tenang karena tidak harus menjalani sendiri atau membuka persoalan pribadinya kepada lingkungan sekitar,” ucapnya.

Untuk mengikuti ritual tersebut, peserta dikenakan biaya Rp650 ribu per pasangan. Biaya itu telah mencakup berbagai sarana upacara seperti sanggah urip, sesajen, soda putih kuning, dan perlengkapan ritual lainnya. Peserta hanya diminta membawa perlengkapan sembahyang pribadi.

Pinandita Dodi Arianta menambahkan, komunitas Atma Widya membuka kesempatan bagi peserta yang belum berstatus suami istri secara sah untuk mengikuti prosesi, dengan penyesuaian tata upacara sesuai kondisi masing-masing.

Menurutnya, ritual Warak Keruron menjadi bagian penting dari warisan budaya dan spiritual masyarakat Hindu Bali yang masih dijaga hingga kini. Selain sebagai simbol penghormatan terhadap kehidupan, ritual tersebut juga mencerminkan perpaduan nilai agama, adat, dan kemanusiaan dalam menghadapi duka kehilangan. | Ray

……………………………

Info pendaftaran selanjutnya silahkan hubungi

Klik untuk link Admin

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolri Bentuk Tim Reformasi Polri, Aktivis Kritik Minim Keterlibatan Publik

    Kapolri Bentuk Tim Reformasi Polri, Aktivis Kritik Minim Keterlibatan Publik

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 12Komentar

    JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri melalui Surat Perintah Kapolri Nomor Sprin/2749/IX/TUK.2.1/2025 tertanggal 17 September 2025. Tim tersebut beranggotakan 52 perwira tinggi dan menengah Polri, dengan Kalemdiklat Polri Komjen Chryshnanda Dwilaksana ditunjuk sebagai ketua. Dalam struktur kepemimpinan, Kapolri bertindak sebagai pelindung, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menjadi penasihat, sementara […]

  • Sambut Nyepi, BTID Gelar Safari Ogoh-Ogoh di Enam Banjar Desa Serangan, Dukung Kreativitas Pemuda

    Sambut Nyepi, BTID Gelar Safari Ogoh-Ogoh di Enam Banjar Desa Serangan, Dukung Kreativitas Pemuda

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, PT Bali Turtle Island Development (BTID) memperkuat hubungan dengan masyarakat Desa Serangan melalui kegiatan Safari Ogoh-Ogoh yang menyasar enam banjar di wilayah tersebut. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya serta kreativitas generasi muda dalam menjaga tradisi Bali. Dalam kegiatan tersebut, BTID […]

  • Sabha Pandita PHDI Semprot Keras Ketua Umum, Ungkap Dugaan Cacat Hukum dan Nepotisme dalam Pemilihan Rektor UNHI

    Sabha Pandita PHDI Semprot Keras Ketua Umum, Ungkap Dugaan Cacat Hukum dan Nepotisme dalam Pemilihan Rektor UNHI

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 14Komentar

    DENPASAR (30/10/2025) — Situasi internal Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) tengah bergolak. Surat terbuka yang dikeluarkan Sabha Pandita PHDI menjadi sorotan tajam publik setelah secara tegas menegur Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat terkait proses pemilihan Rektor Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar yang dinilai sarat kejanggalan, cacat hukum, dan berpotensi disusupi kepentingan pribadi maupun keluarga. […]

  • Hari Arak Bali ke-6, Momentum Jaga Tradisi dan Perkuat Industri Minuman Lokal

    Hari Arak Bali ke-6, Momentum Jaga Tradisi dan Perkuat Industri Minuman Lokal

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR — Peringatan Hari Arak Bali yang jatuh setiap 29 Januari dinilai menjadi momentum penting dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat posisi industri minuman tradisional Bali di tengah perkembangan zaman. Pada peringatan Hari Arak Bali ke-6 tahun 2026 ini, arak kembali ditegaskan bukan sekadar produk konsumsi, melainkan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat Bali. […]

  • Dari Pelukan Komunitas hingga Mimpi Ekonomi Hijau, Sahabat Kaori Satukan Energi Positif di Denpasar

    Dari Pelukan Komunitas hingga Mimpi Ekonomi Hijau, Sahabat Kaori Satukan Energi Positif di Denpasar

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 9Komentar

    DENPASAR — Suasana hangat dan penuh optimisme menyelimuti Gathering Sahabat Kaori yang digelar Yayasan Kaori Welas Asih (YKWA) di Denpasar, Bali, Senin (29/12/2025). Mengusung tema “Menuju Bali Ekonomi Hijau Kita Mulai Dari Diri Sendiri”, kegiatan ini menjadi ruang temu lintas komunitas yang merayakan kebersamaan, kepedulian, dan kolaborasi tanpa sekat. Acara ini mempertemukan beragam latar belakang […]

  • Polda Bali Bantah Tudingan Rasisme LBH Bali, Sebut Isu Bisa Memecah Belah Masyarakat

    Polda Bali Bantah Tudingan Rasisme LBH Bali, Sebut Isu Bisa Memecah Belah Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    DENPASAR – Polemik dugaan pernyataan rasis oleh Karo Ops Polda Bali, Kombes Pol Soelistijono, terus bergulir. Setelah Forum Warga Setara (ForWaras) bersama 46 organisasi dan individu, termasuk YLBHI-LBH Bali, Komunitas Taman 65, KIKA Bali, hingga sejumlah akademisi, menyesalkan pernyataan tersebut, Polda Bali akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Berita sebelumnya: ForWaras Gugat Rasisme Pejabat Bali, Perjuangan Rakyat […]

expand_less