Diplomasi Olahraga di Denpasar, Konsulat Australia Ajak Pelajar Perkuat Persahabatan Lewat AFL
- account_circle Admin
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar, Bali — Momentum Hari Olahraga Internasional untuk Pembangunan dan Perdamaian dimanfaatkan Konsulat-Jenderal Australia di Bali untuk memperkuat hubungan antar masyarakat melalui kegiatan olahraga. Pada Selasa (8/4/2026), Konsul-Jenderal Australia di Bali, Jo Stevens, mengunjungi SMA Muhammadiyah 1 Denpasar dan mengikuti pelatihan Australian Rules Football (AFL) bersama para pelajar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperingati hari internasional yang diprakarsai Perserikatan Bangsa-Bangsa setiap 6 April, yang menekankan pentingnya olahraga sebagai sarana mendorong pembangunan sosial, perdamaian, serta saling pengertian lintas budaya.
Dalam kunjungannya, Jo Stevens menyaksikan langsung pelatihan AFL yang diberikan kepada siswa oleh tim Bali Geckos, komunitas olahraga yang telah berdiri sejak 1997 untuk memperkenalkan olahraga khas Australia di Bali. Pelatihan ini dipimpin oleh pelatih Rick Olarenshaw dan diikuti oleh 30 siswa dengan antusias.
“Olahraga memberi kita kesempatan untuk memperkuat hubungan antar masyarakat. Ini adalah sarana penting untuk mendorong kolaborasi, saling pengertian, serta membangun kawasan Indo-Pasifik yang damai dan stabil,” ujar Stevens dalam keterangannya.

Kegiatan tersebut juga menyoroti eratnya kemitraan pendidikan antara Indonesia dan Australia melalui Program BRIDGE Australia-Indonesia (Building Relationships through Intercultural Dialogue and Growing Engagement). Program ini telah menghubungkan ratusan sekolah di kedua negara sejak 2008 dan memberikan pelatihan profesional bagi guru guna meningkatkan kompetensi global serta pemahaman lintas budaya.
Kepala sekolah, Imam Muhtarom, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman siswa dalam bidang olahraga, tetapi juga membuka wawasan internasional serta memperkuat hubungan persahabatan antarnegara.
Melalui kegiatan seperti ini, diplomasi tidak hanya dijalankan melalui forum resmi, tetapi juga melalui interaksi langsung di lapangan, membangun jembatan persahabatan sejak usia muda melalui olahraga.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar