Breaking News
light_mode

Merah Putih dan “Energi yang Hilang” Refleksi Filosofis atas Arah Bernegara

  • account_circle Admin
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Di tengah dinamika pergantian kepemimpinan nasional, muncul refleksi kritis yang mengaitkan simbol negara dengan praktik bernegara. Bendera Merah Putih, yang selama ini dimaknai sebagai lambang keberanian dan kesucian, dinilai juga menyimpan pesan filosofis yang lebih dalam, namun belum sepenuhnya terwujud dalam tata kelola pemerintahan.

Dalam perspektif kearifan lokal Nusantara yang dipengaruhi ajaran Trimurti, warna merah kerap diasosiasikan dengan energi penciptaan (Brahma), sementara putih melambangkan pemurnian atau peleburan (Siwa). Kedua energi ini, menurut sejumlah pemikir budaya, tampak dominan dalam praktik bernegara saat ini, pemerintah silih berganti menghadirkan program-program baru, namun tak jarang pula menghapus atau mengganti kebijakan sebelumnya.

“Negara kita kuat dalam mencipta dan juga kuat dalam melebur, tetapi lemah dalam memelihara,” menjadi benang merah dari refleksi tersebut.

Dalam konsep Trimurti, selain Brahma dan Siwa, terdapat pula Wisnu sebagai simbol pemeliharaan dan kesinambungan. Namun, aspek ini dinilai belum tercermin kuat dalam sistem pemerintahan modern Indonesia.

Kondisi tersebut terlihat dari sejumlah kebijakan strategis yang tidak berlanjut secara konsisten ketika terjadi pergantian kekuasaan. Program yang telah dirancang dan dikaji kerap terhenti atau diubah arah, sehingga pembangunan berjalan dalam pola “putus-sambung”.

Sejumlah pengamat mengaitkan fenomena ini dengan ketiadaan kerangka besar yang mengikat kesinambungan pembangunan jangka panjang, seperti halnya Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang pernah menjadi pedoman pembangunan nasional lintas pemerintahan.

Di sisi lain, dalam tradisi Nusantara, keseimbangan tidak hanya dipahami dalam dua kutub, tetapi juga melibatkan unsur penyangga. Konsep seperti Tri Datu, yang memadukan merah, putih, dan hitam, menempatkan warna hitam sebagai simbol kestabilan dan pemeliharaan. Unsur ini dianggap sebagai penyeimbang antara penciptaan dan peleburan.

“Ketiadaan simbol pemeliharaan dalam praktik bernegara kita bisa jadi mencerminkan lemahnya kesinambungan kebijakan,” ujar salah satu pemerhati budaya Bali.

Pemahaman serupa juga tercermin dalam konsep Rwa Bhineda, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara dua hal yang berlawanan. Namun dalam konteks bernegara, keseimbangan tersebut dinilai belum sepenuhnya tercapai karena absennya unsur penjaga kesinambungan.

Refleksi ini tidak dimaksudkan untuk mengubah simbol negara, melainkan mengajak pada penafsiran yang lebih dalam terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Bahwa pembangunan tidak hanya soal mencipta hal baru atau mengoreksi yang lama, tetapi juga tentang menjaga dan merawat yang sudah baik agar berkelanjutan.

Di tengah tantangan pembangunan ke depan, gagasan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh inovasi dan perubahan, tetapi juga oleh kemampuannya menjaga kesinambungan.

Sebagaimana kearifan lokal Nusantara mengajarkan, proses kehidupan tidak berhenti pada penciptaan dan peleburan, melainkan mencapai keseimbangan ketika pemeliharaan menjadi bagian yang tak terpisahkan.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prada Lucky Chepril Dimakamkan dengan Upacara Militer di TPU Mapoli Kupang

    Prada Lucky Chepril Dimakamkan dengan Upacara Militer di TPU Mapoli Kupang

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    KUPANG, NTT – Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman Alm. Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang digelar secara militer di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mapoli, Kelurahan Air Nona, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Sabtu (9/8/2025) sore. Upacara dimulai pukul 15.20 WITA dengan Inspektur Upacara (Irup) Kepala Staf Brigif 21/Komodo Letkol Inf Bayu Sigit Dwi Untoro, Komandan […]

  • Antrean Truk Sampah Mengular di TPA Suwung hingga Arah Serangan

    Antrean Truk Sampah Mengular di TPA Suwung hingga Arah Serangan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Antrean truk pengangkut sampah terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Rabu pagi (4/3). Deretan truk bahkan mengular hingga memasuki akses jalan menuju Desa Serangan. Kondisi ini berdampak pada menumpuknya sampah di sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kota Denpasar karena pengangkutan tidak berjalan maksimal. Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I.B. Alit Wiradana, menjelaskan […]

  • Jaksa Agung Lepas Kontingen Gojukai Indonesia ke Jepang! Bawa Semangat, Junjung Martabat Bangsa

    Jaksa Agung Lepas Kontingen Gojukai Indonesia ke Jepang! Bawa Semangat, Junjung Martabat Bangsa

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    JAKARTA – Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Pengurus Besar Karate-Do Gojukai Indonesia, secara resmi melepas kontingen atlet Gojukai Indonesia yang akan bertanding dalam The 8th Karate-Do Gojukai Global Championships Japan 2025. Acara pelepasan berlangsung pada Jumat, 1 Agustus 2025, di Aula Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung RI. Dalam […]

  • Energi Seksual & Fenomena Paranormal, Daya Magis yang Tersembunyi

    Energi Seksual & Fenomena Paranormal, Daya Magis yang Tersembunyi

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 7Komentar

    DENPASAR – Tak banyak yang mengetahui bahwa energi seksual, yang sering dianggap sekadar dorongan biologis, ternyata dipercaya memiliki hubungan erat dengan munculnya fenomena paranormal. Sejumlah kisah menyebutkan, remaja yang tengah berada di puncak pubertas kerap menjadi pusat aktivitas gaib, benda bergerak sendiri, suara misterius, hingga letupan energi tak terlihat yang sulit dijelaskan secara logika. I […]

  • Momentum Hari Pers Nasional, Ketum AWDI Serahkan Mandat DPW Bali

    Momentum Hari Pers Nasional, Ketum AWDI Serahkan Mandat DPW Bali

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Denpasar — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh setiap 9 Februari kembali menjadi momentum reflektif bagi insan pers untuk meneguhkan peran strategisnya dalam menjaga demokrasi yang sehat. HPN tidak sekadar dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab besar pers dalam menegakkan kebenaran, keadilan, serta kebebasan berekspresi yang bertanggung jawab. Sejalan dengan […]

  • Alma Marlina Serukan Kang Dedi Mulyadi Bantu Warga Sunda Korban Banjir di Denpasar

    Alma Marlina Serukan Kang Dedi Mulyadi Bantu Warga Sunda Korban Banjir di Denpasar

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Ray
    • 6Komentar

    DENPASAR – Suasana bencana banjir telah menyisakan banyak duka dan materi bagi yang terdampak. Pengusaha kuliner Sop Kambing Tiga Sodara Bang Badru, Alma Marlina tergerak untuk membantu korban banjir. Bersama dengan Organisasi Srikandi Bali Santi menyalurkan ratusan bantuan sembako, selimut dan lainnya di Denpasar, Selasa (16/9/2025). Bantuan ini diberikan untuk membantu meringankan beban Paguyuban Sawargi […]

expand_less