Breaking News
light_mode

Merah Putih dan “Energi yang Hilang” Refleksi Filosofis atas Arah Bernegara

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Di tengah dinamika pergantian kepemimpinan nasional, muncul refleksi kritis yang mengaitkan simbol negara dengan praktik bernegara. Bendera Merah Putih, yang selama ini dimaknai sebagai lambang keberanian dan kesucian, dinilai juga menyimpan pesan filosofis yang lebih dalam, namun belum sepenuhnya terwujud dalam tata kelola pemerintahan.

Dalam perspektif kearifan lokal Nusantara yang dipengaruhi ajaran Trimurti, warna merah kerap diasosiasikan dengan energi penciptaan (Brahma), sementara putih melambangkan pemurnian atau peleburan (Siwa). Kedua energi ini, menurut sejumlah pemikir budaya, tampak dominan dalam praktik bernegara saat ini, pemerintah silih berganti menghadirkan program-program baru, namun tak jarang pula menghapus atau mengganti kebijakan sebelumnya.

“Negara kita kuat dalam mencipta dan juga kuat dalam melebur, tetapi lemah dalam memelihara,” menjadi benang merah dari refleksi tersebut.

Dalam konsep Trimurti, selain Brahma dan Siwa, terdapat pula Wisnu sebagai simbol pemeliharaan dan kesinambungan. Namun, aspek ini dinilai belum tercermin kuat dalam sistem pemerintahan modern Indonesia.

Kondisi tersebut terlihat dari sejumlah kebijakan strategis yang tidak berlanjut secara konsisten ketika terjadi pergantian kekuasaan. Program yang telah dirancang dan dikaji kerap terhenti atau diubah arah, sehingga pembangunan berjalan dalam pola “putus-sambung”.

Sejumlah pengamat mengaitkan fenomena ini dengan ketiadaan kerangka besar yang mengikat kesinambungan pembangunan jangka panjang, seperti halnya Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang pernah menjadi pedoman pembangunan nasional lintas pemerintahan.

Di sisi lain, dalam tradisi Nusantara, keseimbangan tidak hanya dipahami dalam dua kutub, tetapi juga melibatkan unsur penyangga. Konsep seperti Tri Datu, yang memadukan merah, putih, dan hitam, menempatkan warna hitam sebagai simbol kestabilan dan pemeliharaan. Unsur ini dianggap sebagai penyeimbang antara penciptaan dan peleburan.

“Ketiadaan simbol pemeliharaan dalam praktik bernegara kita bisa jadi mencerminkan lemahnya kesinambungan kebijakan,” ujar salah satu pemerhati budaya Bali.

Pemahaman serupa juga tercermin dalam konsep Rwa Bhineda, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara dua hal yang berlawanan. Namun dalam konteks bernegara, keseimbangan tersebut dinilai belum sepenuhnya tercapai karena absennya unsur penjaga kesinambungan.

Refleksi ini tidak dimaksudkan untuk mengubah simbol negara, melainkan mengajak pada penafsiran yang lebih dalam terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Bahwa pembangunan tidak hanya soal mencipta hal baru atau mengoreksi yang lama, tetapi juga tentang menjaga dan merawat yang sudah baik agar berkelanjutan.

Di tengah tantangan pembangunan ke depan, gagasan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh inovasi dan perubahan, tetapi juga oleh kemampuannya menjaga kesinambungan.

Sebagaimana kearifan lokal Nusantara mengajarkan, proses kehidupan tidak berhenti pada penciptaan dan peleburan, melainkan mencapai keseimbangan ketika pemeliharaan menjadi bagian yang tak terpisahkan.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa Serangan Bangkit Atasi Sampah Lewat Teba Modern & Angen Bali

    Desa Serangan Bangkit Atasi Sampah Lewat Teba Modern & Angen Bali

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 17Komentar

    DENPASAR – Desa Serangan kian meneguhkan diri sebagai pionir pengelolaan sampah berbasis sumber di Bali. Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi bersama PT Bali Turtle Island Development (BTID), warga pesisir ini tidak hanya menanggulangi persoalan sampah plastik dan organik, tetapi juga mengubahnya menjadi peluang ekonomi baru, 21 Agustus 2025. Sejak 2023, Desa Serangan bersama BTID […]

  • Empat WNA Australia Diduga Terkait, Polisi Kejar Fakta Kematian WNA Inggris di Bali

    Empat WNA Australia Diduga Terkait, Polisi Kejar Fakta Kematian WNA Inggris di Bali

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Polresta Denpasar mendalami dugaan kekerasan terhadap WNA Inggris berinisial PID yang meninggal setelah menjalani perawatan. Empat WNA Australia yang diduga terkait telah meninggalkan Indonesia sehari setelah kejadian. DENPASAR — Polresta Denpasar terus mendalami kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan Inggris berinisial PID yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di salah […]

  • Diplomasi RI Berbuah Hasil, Iran Izinkan Dua Kapal Pertamina Tinggalkan Selat Hormuz

    Diplomasi RI Berbuah Hasil, Iran Izinkan Dua Kapal Pertamina Tinggalkan Selat Hormuz

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Jakarta – Upaya diplomasi Pemerintah Indonesia akhirnya membuahkan hasil. Iran resmi memberikan izin kepada dua kapal tanker milik Indonesia untuk melintas dan keluar dari Selat Hormuz setelah sebelumnya tertahan akibat memanasnya konflik geopolitik di kawasan tersebut. Dua kapal yang dimaksud adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yang sebelumnya terhambat […]

  • Kasus Dugaan Pelanggaran Penggunaan Jalur Utilitas Jababeka Resmi Naik ke Penyidikan

    Kasus Dugaan Pelanggaran Penggunaan Jalur Utilitas Jababeka Resmi Naik ke Penyidikan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 12Komentar

    JAKARTA – Laporan Pidana PT Mastertama Adhi Properti (MAP) terhadap PT Jababeka di Polda Metro Jaya terkait dugaan pelanggaran hukum penggunaan lahan telah dinaikan statusnya menjadi Penyidikan pada September 2025. Kasus ini berawal dari jaringan pipa atau utilitas milik PT Jababeka Tbk yang berada di atas lahan seluas 176.525 meter persegi milik PT MAP di […]

  • 15 Laporan! Chief Security Bertopeng Wartawan, Polda Belum Ambil Tindakan Tegas Play Button

    15 Laporan! Chief Security Bertopeng Wartawan, Polda Belum Ambil Tindakan Tegas

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 21Komentar

    DENPASAR – Kelakuan oknum chief Security di The Cakra Hotel (info Markom Hotel) yang kini merangkap sebagai wartawan terbongkar, kini banyak masyarakat yang mengadukan kelakuannya di Polda Bali. Dari dugaan pelaporan pemerasan, perlakuan kasar, ancaman diviralkan dan lain sebagainya untuk sejumlah uang. Masyarakat berani bertindak karena diduga oknum bekingan aparatnya telah dilucuti di Internal Polri, […]

  • Belajar dari Lee Kuan Yew! Kepemimpinan Keras yang Mengantar Singapura ke Panggung Dunia

    Belajar dari Lee Kuan Yew! Kepemimpinan Keras yang Mengantar Singapura ke Panggung Dunia

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR : Singapura pada 1965 adalah negara kecil dengan segudang keterbatasan. Baru keluar dari Federasi Malaysia, tanpa sumber daya alam, tanpa minyak, bahkan tanpa pasokan air bersih mandiri. Namun dari kondisi nyaris mustahil itu, lahir sebuah negara maju yang kini disegani dunia. Di balik transformasi tersebut berdiri sosok Lee Kuan Yew, pemimpin yang memerintah selama […]

expand_less