Giri Prasta Pimpin KONI Bali Secara Aklamasi, Dorong Pembinaan Berbasis Data Menuju PON 2028
- account_circle Admin
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

Giri Prasta, calon tunggal ketua umun KONI Bali.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – I Nyoman Giri Prasta resmi terpilih sebagai Ketua Umum KONI Bali masa bakti 2026–2030 melalui Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) yang digelar di Denpasar. Ia terpilih secara aklamasi setelah mendapat dukungan penuh dari seluruh pemilik suara.
Dalam pidato perdananya, Giri Prasta menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi tanpa terjebak dalam sekat politik. Ia menegaskan bahwa keberagaman bukan persoalan selama tidak menimbulkan faksi yang merusak semangat kebersamaan.
“Tidak ada persoalan warna partai politik. Justru keberagaman itu memperkaya. Yang penting jangan ada faksi, karena kita membawa marwah Bali,” ujarnya, Senin 23/03/2026, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali.

Fokus Pembinaan dan Profesionalisme
Giri Prasta menyampaikan bahwa kepengurusan KONI Bali ke depan akan langsung bekerja melalui konsolidasi internal dan koordinasi dengan seluruh cabang olahraga (cabor). Ia juga memastikan program pemusatan latihan daerah (Pelatda) akan kembali diaktifkan untuk meningkatkan kualitas dan koordinasi atlet.
Menurutnya, profesionalisme menjadi kunci utama dalam membangun prestasi olahraga. Standarisasi pelatih, sistem sertifikasi, serta pendekatan berbasis data akan diperkuat.
“Memang sulit jika berbasis data, tetapi akan jauh lebih sulit jika tanpa data,” tegasnya.
Sistem Terintegrasi hingga Tingkat Banjar
Konsep pembinaan yang diusung Giri Prasta menitikberatkan pada sistem satu jalur yang terintegrasi dari tingkat pusat hingga ke daerah paling bawah, termasuk banjar. Ia juga mendorong pembangunan dan optimalisasi sport center di kabupaten/kota sebagai basis pengembangan atlet.
Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah akan terus dilakukan agar pembinaan berjalan merata dan berkelanjutan.
Dukungan Anggaran dan Kemitraan
Dalam hal pendanaan, Giri Prasta membuka peluang penambahan anggaran melalui perubahan APBD jika diperlukan. Selain itu, ia menekankan pentingnya kemitraan dengan sektor swasta melalui program CSR atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran juga menjadi perhatian utama, termasuk melalui workshop dan forum komunikasi antar pemangku kepentingan olahraga.

Target Besar: PON 2028
Dengan kepemimpinan baru ini, KONI Bali menargetkan peningkatan signifikan prestasi pada ajang Pekan Olahraga Nasional 2028. Bahkan, Bali disebut memiliki peluang untuk menjadi tuan rumah.
Giri Prasta juga menyoroti cabang olahraga unggulan seperti pencak silat yang dinilai memiliki kedekatan historis dan kultural dengan Bali. Sinergi dengan perguruan tinggi serta penguatan organisasi seperti KONI kabupaten/kota, termasuk Badung dan Buleleng, akan menjadi bagian dari strategi besar.
Konsolidasi Awal
Sebagai langkah awal, Giri Prasta berencana menggelar rapat lanjutan di Kantor KONI dan Kantor Wakil Gubernur untuk menyusun struktur kepengurusan serta program kerja. Ia mengakui bahwa pembentukan pengurus tidak dapat diselesaikan dalam satu hari dan membutuhkan proses yang matang.
“Kita ingin semua berjalan terukur, solid, dan satu komando,” ujarnya.
Terpilihnya Giri Prasta secara aklamasi menjadi simbol kuatnya konsolidasi internal olahraga Bali. Namun, tantangan sesungguhnya terletak pada implementasi program, konsistensi pembinaan, serta pencapaian prestasi nyata di tingkat nasional.
Publik kini menanti, sejauh mana langkah-langkah strategis tersebut mampu membawa Bali menuju lompatan prestasi di PON 2028.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar