Breaking News
light_mode

Ngababurit, Tradisi Menyulam Makna Menjelang Magrib di Bulan Suci

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menanti Magrib, Menyulam Makna, Menguatkan Iman.

DENPASAR – Menjelang azan Magrib berkumandang, suasana sore di bulan suci Ramadan selalu menghadirkan nuansa berbeda. Jalanan dipenuhi warga yang mencari takjil, pelataran masjid ramai oleh anak-anak, dan keluarga-keluarga mulai berkumpul. Momen inilah yang dikenal luas dengan istilah ngababurit—tradisi mengisi waktu menjelang berbuka puasa yang sarat makna sosial dan spiritual.

Secara etimologis, kata ngababurit berasal dari bahasa Sunda. Kata “burit” berarti sore atau waktu menjelang senja, sementara awalan “nga-” bermakna melakukan suatu aktivitas. Dengan demikian, ngababurit merujuk pada kegiatan yang dilakukan pada waktu sore hari, khususnya menjelang azan Magrib saat Ramadan.

Tradisi ini lekat dengan masyarakat Sunda di wilayah Jawa Barat, terutama di kota-kota seperti Bandung dan Cirebon. Namun seiring waktu, istilah tersebut meluas dan digunakan secara nasional. Meski di sejumlah daerah memiliki sebutan berbeda, esensinya tetap sama: mengisi waktu menjelang berbuka dengan aktivitas yang bermanfaat.

Lebih dari Sekadar Menunggu Waktu

Ngababurit bukan sekadar aktivitas menanti waktu berbuka. Di balik tradisi ini, tersimpan nilai refleksi spiritual yang kuat. Banyak umat Muslim memanfaatkan waktu menjelang senja untuk membaca Al-Qur’an, berdzikir, atau mengikuti kajian di masjid. Suasana sore yang tenang dianggap sebagai momen tepat untuk memperbanyak doa, terlebih menjelang waktu mustajab.

Selain dimensi spiritual, ngababurit juga menjadi ruang sosial. Warga kerap memanfaatkannya untuk mempererat silaturahmi, baik dengan keluarga maupun sahabat. Di berbagai sudut kota, masyarakat berburu takjil sambil bercengkerama, menciptakan interaksi hangat yang menjadi ciri khas Ramadan.

Tak hanya itu, tradisi ini juga menjadi wadah ekspresi budaya. Di sejumlah daerah, ngababurit diisi dengan pertunjukan seni, permainan tradisional, hingga kegiatan berbagi makanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Aktivitas tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

Menjembatani Kesabaran dan Syukur

Ramadan pada hakikatnya bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan perjalanan batin menuju ketakwaan. Dalam rentang waktu panjang dari Subuh hingga Magrib, detik-detik menjelang berbuka menjadi saat yang paling dinanti. Di sanalah ngababurit hadir sebagai jembatan antara kesabaran dan rasa syukur.

Langit senja yang berwarna jingga seakan menjadi saksi bisu doa-doa yang dipanjatkan. Anak-anak berlarian di halaman masjid, pedagang takjil tersenyum menyambut pembeli, dan keluarga duduk bersama menunggu azan berkumandang. Kehangatan itu memperlihatkan bagaimana tradisi sederhana mampu menghadirkan makna mendalam.

Di tengah dinamika kehidupan modern, ngababurit tetap relevan sebagai pengingat untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif dan memperkuat nilai kebersamaan. Pada akhirnya, Ramadan bukan semata tentang berbuka puasa, tetapi juga tentang membuka hati—dan ngababurit menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BULOG–Satgas Pangan Sidak Serentak Jelang Tahun Baru 2026, Harga Sembako Dipastikan Stabil

    BULOG–Satgas Pangan Sidak Serentak Jelang Tahun Baru 2026, Harga Sembako Dipastikan Stabil

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    JAKARTA — Menjelang perayaan Tahun Baru 2026, Perum BULOG bersama Satgas Pangan serta kementerian dan lembaga terkait melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) dan monitoring harga pangan secara serentak di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga sembilan bahan pokok (sembako) tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), terjangkau oleh daya beli masyarakat, serta menjamin ketersediaan […]

  • Defisit APBN Rp135 Triliun, Wacana Kenaikan BBM Subsidi Kembali Muncul

    Defisit APBN Rp135 Triliun, Wacana Kenaikan BBM Subsidi Kembali Muncul

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    JAKARTA — Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kembali menjadi sorotan publik setelah laporan kinerja fiskal menunjukkan defisit mencapai sekitar Rp135 triliun hingga Februari 2026. Angka tersebut memicu perdebatan mengenai arah kebijakan ekonomi pemerintah, terutama setelah muncul wacana penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Defisit anggaran tersebut mencerminkan selisih antara pendapatan negara dan belanja […]

  • Imigrasi Ngurah Rai Siaga Penuh Dampak Penutupan Wilayah Udara Timur Tengah

    Imigrasi Ngurah Rai Siaga Penuh Dampak Penutupan Wilayah Udara Timur Tengah

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 15Komentar

    BADUNG, 1 Maret 2026 – Penutupan wilayah udara di sejumlah negara Timur Tengah akibat eskalasi konflik regional berdampak pada jadwal penerbangan internasional, termasuk rute dari dan menuju Bali. Menyikapi kondisi tersebut, Direktorat Jenderal Imigrasi melalui Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai menyatakan siaga penuh guna memastikan pelayanan keimigrasian di Bandara Internasional I Gusti […]

  • Negara Absen, Intoleransi Merajalela! Kasus Sukabumi Bukti Nyata Pembiaran Sistemik Play Button

    Negara Absen, Intoleransi Merajalela! Kasus Sukabumi Bukti Nyata Pembiaran Sistemik

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    SUKABUMI – Peristiwa perusakan rumah milik keluarga Yongki di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, kembali memunculkan satu pertanyaan yang tak kunjung terjawab: sampai kapan negara akan terus membiarkan intoleransi beragama merusak sendi-sendi kebangsaan? Kejadian pada akhir Juni 2025 ini menggambarkan kegagalan negara melindungi warganya yang memiliki keyakinan berbeda. Di tengah heningnya peran negara, justru […]

  • MENUNGGU JANJI DI UTARA BALI! Kaleidoskop Perjalanan PT BIBU Panji Sakti 2025 dan Harapan Realisasi Bandara Internasional Bali Utara

    MENUNGGU JANJI DI UTARA BALI! Kaleidoskop Perjalanan PT BIBU Panji Sakti 2025 dan Harapan Realisasi Bandara Internasional Bali Utara

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 1679Komentar

    SINGARAJA, BALI -Tahun 2025 menandai fase krusial dalam perjalanan panjang mewujudkan Bandara Internasional Bali Utara (North Bali International Airport). Bagi PT BIBU Panji Sakti, tahun ini bukan sekadar deret penandatanganan nota kesepahaman (MoU), melainkan tahun konsolidasi visi – ketika gagasan, komitmen kebijakan, dukungan investor, dan suara masyarakat Bali bertemu dalam satu simpul sejarah. Bandara Bali […]

  • I Made “Ariel” Suardana Nahkodai PERADI SAI Denpasar, Jahmada Girsang Soroti Penguatan Hak Imunitas Advokat dalam KUHAP Baru

    I Made “Ariel” Suardana Nahkodai PERADI SAI Denpasar, Jahmada Girsang Soroti Penguatan Hak Imunitas Advokat dalam KUHAP Baru

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 14Komentar

    DENPASAR – Musyawarah Cabang (Muscab) II Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PERADI Suara Advokat Indonesia (SAI) Denpasar menetapkan I Made Ariel Suardana, S.H., M.H. (IMAS) sebagai Ketua DPC PERADI SAI Denpasar masa bakti 2026–2030. Pada kesempatan yang sama, Ketua Komite Organisasi sekaligus Anggota Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERADI SAI, Jahmada Girsang, S.H., M.H., CLA., C.Med., menegaskan […]

expand_less