Breaking News
light_mode

Warisan 1921 Dirobohkan, Denpasar Kehilangan Ingatan! Pembongkaran RSUD Wangaya Picu Gelombang Kekecewaan Publik

  • account_circle Ray
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – “Kota Berbudaya.” Jargon itu kerap digaungkan setiap perayaan hari jadi dan seremoni resmi di ibu kota Bali. Namun kini, slogan itu terdengar seperti gema kosong di tengah puing-puing sejarah.

Puing sejarah RSUD Wangaya Denpasar.

Bangunan lama RSUD Wangaya, rumah sakit yang berdiri sejak 1921, dibongkar hingga rata tanah dengan alasan modernisasi. Keputusan ini memantik kekecewaan luas dan menimbulkan pertanyaan besar, di mana komitmen Denpasar terhadap pelestarian sejarahnya sendiri?

Didirikan pada 1921 oleh Pemerintah Kolonial Belanda, RSUD Wangaya menjadi salah satu rumah sakit tertua di Bali. Awalnya berkapasitas 30 tempat tidur, melayani warga Eropa, Tionghoa, dan bumiputera, rumah sakit ini kemudian berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan Bali Selatan.

Kini berstatus Rumah Sakit Kelas B milik Pemerintah Kota Denpasar, Wangaya bukan sekadar fasilitas medis, ia adalah saksi bisu perjalanan sosial, politik, dan kesehatan masyarakat Bali selama lebih dari satu abad.

Namun jejak panjang itu kini terputus. Revitalisasi dan pengembangan gedung disebut sebagai alasan utama pembongkaran. Pemerintah berargumen peningkatan layanan kesehatan membutuhkan infrastruktur modern, lebih representatif, dan sesuai standar kekinian. Logika pembangunan memang tak terbantahkan. Tetapi pertanyaannya, apakah modernisasi harus selalu dibayar dengan penghapusan total memori sejarah?

Kekecewaan publik bukan tanpa dasar. Di banyak kota bersejarah dunia, revitalisasi tidak identik dengan demolisi total. Konservasi fasad, adaptasi struktur lama, hingga integrasi arsitektur historis dengan bangunan baru menjadi praktik umum. Identitas kota dipertahankan, sembari fungsi diperbarui.

Pandangan akademik justru mempertegas pentingnya elemen fasad dan simbol budaya dalam bangunan publik. Dalam penelitian arsitektur yang dipublikasikan oleh Qoyyimah Primanisa dan R. Siti Rukayah dari Departemen Arsitektur Universitas Diponegoro, ditegaskan bahwa penerapan elemen budaya lokal pada fasad bangunan pemerintah mampu memperkuat identitas daerah sekaligus menjaga kesinambungan sejarah. Studi tersebut mencontohkan penggunaan simbol tanjak dalam arsitektur publik di Palembang, bagaimana elemen tradisional diterjemahkan ke material modern tanpa menghilangkan makna simboliknya.

Penelitian lain dari Khoudiy Iffiyah, Departemen Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember, juga menyoroti bahwa fasad bangunan cagar budaya memiliki pengaruh besar terhadap daya tarik kawasan dan minat masyarakat. Fasad bukan sekadar kulit bangunan, ia adalah wajah sejarah, identitas visual, dan memori kolektif.

Jika kota lain mampu mengawinkan modernitas dan warisan budaya, mengapa Denpasar memilih jalur paling ekstrem! membongkar habis?

Ironisnya, Denpasar kerap membranding diri sebagai kota budaya, kota pusaka, kota yang menjunjung nilai tradisi. Namun pembongkaran total bangunan bersejarah seperti RSUD Wangaya justru memberi kesan sebaliknya, bahwa sejarah bisa dinegosiasikan, bahkan dihapus, ketika berhadapan dengan proyek pembangunan.

Masyarakat yang kecewa melihat ini bukan semata sebagai isu fisik bangunan. Ini adalah soal memori kolektif. Soal penghormatan terhadap perjalanan panjang pelayanan kesehatan di Bali. Soal keberanian pemerintah kota dalam mencari solusi kreatif tanpa mengorbankan akar sejarah.

Apakah benar tidak ada opsi konservasi parsial? Apakah kajian cagar budaya telah dilakukan secara transparan? Apakah publik dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan? Pertanyaan-pertanyaan ini bergulir deras di ruang-ruang diskusi warga.

Modernisasi layanan kesehatan tentu kebutuhan mutlak. Tak ada yang menolak peningkatan kualitas fasilitas medis. Namun pembangunan yang visioner seharusnya tidak memutus sejarah, melainkan merawatnya. Kota besar yang beradab bukan hanya membangun gedung tinggi, tetapi juga menjaga jejak masa lalu sebagai fondasi identitas.

Kini, yang tersisa dari RSUD Wangaya lama hanyalah dokumentasi dan kenangan. Denpasar mungkin akan memiliki gedung rumah sakit yang lebih megah. Tetapi kehilangan satu lapis sejarahnya.

Dan publik berhak bertanya dengan nada tegas, jika bangunan yang berdiri sejak 1921 saja bisa dihapus begitu saja, warisan apa lagi yang aman di kota yang menyebut dirinya “berbudaya”?

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (8)

  • Margie

    Hi, I log on to your new stuff regularly. Your humoristic style is witty, keep
    doing what you’re doing! xnxx

    Feel free to surf to my blog :: web page [xnxxtubexxx.cc]

    Balas20 Oktober 2026 4:06 AM
  • Santiago

    Hi I am so glad I found your website, I really found you by accident,
    while I was browsing on Aol for something else, Regardless I
    am here now and would just like to say thanks for a incredible post and a all round thrilling blog (I also love the theme/design), I don’t have time
    to read it all at the minute but I have book-marked it and also added your RSS
    feeds, so when I have time I will be back to read a lot more, Please do keep up the excellent job.

    Here is my web blog go8

    Balas13 Agustus 2026 12:04 PM
  • Glory

    Everything is very open with a very clear clarification of the challenges.
    It was truly informative. Your site is useful. Many thanks
    for sharing!

    my webpage … test blog backlink

    Balas22 Juni 2026 10:32 AM
  • Lawanna

    Hi there, yeaah this piece of wrifing iis trulyy pleasant and I haave learndd llot off thiongs frrom
    itt concerning blogging. thanks.

    Here is myy blg posst :: roloxxx

    Balas24 Mei 2026 9:15 AM
  • Darnell

    kewadin casino sault ste marie

    References:
    schoolido.lu

    Balas12 Maret 2026 5:32 PM
  • Leoma

    Hi there just wanted to give you a quick heads up. The words in your post
    seem to be running off the screen in Chrome. I’m not sure if this is a format issue or
    something to do with internet browser compatibility but I figured I’d post
    to let you know. The design and style look great though!
    Hope you get the problem solved soon. Cheers

    Also visit my website – ok365

    Balas27 Februari 2026 4:05 PM
  • Belinda

    Hi! Do you know if they make any plugins to assist
    with SEO? I’m trying to get my blog to rank for
    some targeted keywords but I’m not seeing very good
    success. If you know of any please share. Kudos!

    Here is my page – king88

    Balas26 Februari 2026 11:24 PM
  • Heike

    I enjoy what you guys are usually up too. This kind of clever work and exposure!
    Keep up the wonderful works guys I’ve incorporated you
    guys to our blogroll.

    Feel free to surf to my web blog: 13win

    Balas26 Februari 2026 10:08 PM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Racun Lebah Madu Terbukti Ampuh Hancurkan Sel Kanker Payudara Agresif

    Racun Lebah Madu Terbukti Ampuh Hancurkan Sel Kanker Payudara Agresif

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Penelitian terbaru dari tim Harry Perkins Institute of Medical Research dan University of Western Australia menemukan bahwa racun lebah madu mampu menghancurkan sel kanker payudara agresif, khususnya tipe triple-negative dan HER2-enriched, yang selama ini sulit diobati. Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Ciara Duffy ini menggunakan racun dari 312 lebah madu dan lebah bumble […]

  • Dokter Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Pelanggaran Produk Kesehatan

    Dokter Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Pelanggaran Produk Kesehatan

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 16Komentar

    JAKARTA – Penyidik Polda Metro Jaya menahan dokter sekaligus pemengaruh media sosial, Richard Lee, pada Jumat (6/3/2026) malam terkait dugaan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen. Penahanan dilakukan setelah yang bersangkutan menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka dalam kasus yang dilaporkan oleh dokter kecantikan Samira Farahnaz atau yang dikenal dengan sebutan Doktif. Kepala Bidang Humas […]

  • Ketika Burung Kecil Memicu Tragedi Besar, Kesalahan Fatal Mao Zedong yang Berujung Kelaparan Massal di China

    Ketika Burung Kecil Memicu Tragedi Besar, Kesalahan Fatal Mao Zedong yang Berujung Kelaparan Massal di China

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    TIONGKOK – Burung gereja (Passer montanus) selama ini dikenal sebagai satwa kecil yang akrab dengan kehidupan manusia, beterbangan di pemukiman, sawah, dan ruang-ruang kota. Namun siapa sangka, burung yang tampak sepele ini pernah menjadi pusat dari salah satu kesalahan kebijakan terbesar dalam sejarah modern yang berujung pada bencana kelaparan massal di China dan menewaskan puluhan […]

  • Tomy Wiria Divonis Bersalah, Koalisi Advokasi Bali Nilai Putusan PN Denpasar Legitimasi Kriminalisasi Kritik

    Tomy Wiria Divonis Bersalah, Koalisi Advokasi Bali Nilai Putusan PN Denpasar Legitimasi Kriminalisasi Kritik

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Ray
    • 162Komentar

    Koalisi Advokasi Bali untuk Demokrasi (KABUD) menyatakan putusan perkara Tomy Priatna Wiria mengabaikan aspek kebebasan berekspresi dan sejumlah fakta persidangan yang menurut mereka penting dalam perkara penghasutan. DENPASAR – Aktivis Tomy Priatna Wiria dinyatakan bersalah dalam perkara penyebaran informasi yang dinilai mengandung hasutan terkait aksi “Bali Tidak Diam” pada Agustus 2025. Pengadilan Negeri (PN) Denpasar […]

  • “Burung Bau Neraka” dari Zaman Purba, Hoatzin! Fosil Hidup yang Mengguncang Logika Evolusi

    “Burung Bau Neraka” dari Zaman Purba, Hoatzin! Fosil Hidup yang Mengguncang Logika Evolusi

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Di tengah lebatnya hutan hujan Amazon, hidup seekor burung yang bukan sekadar aneh, tetapi menampar keras pemahaman manusia tentang evolusi modern. Namanya Hoatzin (Opisthocomus hoazin), makhluk bersayap yang dijuluki ilmuwan dan peneliti sebagai “burung bau neraka”—bukan tanpa alasan. Hoatzin bukan burung biasa. Tubuhnya menguarkan bau busuk menyengat seperti kotoran sapi, aroma menjijikkan yang […]

  • Misteri Wajan Raksasa, Ribuan Warga Tinggal di Perut Gunung Ijen Purba Play Button

    Misteri Wajan Raksasa, Ribuan Warga Tinggal di Perut Gunung Ijen Purba

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 13Komentar

    Bondowoso, Jawa Timur – Di balik keindahan alam Bondowoso, tersimpan fakta geologi yang mencengangkan. Ribuan warga di Kecamatan Ijen ternyata hidup di atas sebuah mahakarya alam purba, Kaldera Ijen Purba, cekungan vulkanik raksasa hasil letusan dahsyat ribuan tahun silam. Bagi masyarakat setempat, kawasan ini kerap dijuluki “wajan raksasa”. Namun secara ilmiah, istilah tersebut merujuk pada […]

expand_less