Breaking News
light_mode

Bijak Menolong! Tujuh Tipe Orang yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Diberi Bantuan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Dalam kehidupan sosial, membantu sesama kerap dipandang sebagai bentuk kebajikan universal. Namun, sejumlah pandangan reflektif menekankan bahwa kebaikan tanpa kebijaksanaan justru dapat berujung pada kelelahan emosional, rasa dimanfaatkan, bahkan penyesalan. Sebuah tulisan reflektif yang beredar di media sosial menyoroti tujuh tipe orang yang dinilai tidak layak untuk terus-menerus diberikan bantuan, baik dalam bentuk materi, tenaga, waktu, maupun pikiran.

Tipe pertama adalah mereka yang selalu meminta tetapi enggan berusaha. Sosok ini kerap memposisikan diri sebagai “korban abadi” dengan narasi bahwa dunia berutang pada mereka. Bantuan yang diberikan tidak disambut rasa terima kasih, melainkan dianggap sebagai hak. Dalam jangka panjang, menolong tipe ini justru memperkuat ketidakberdayaan yang dipelajari dan menghambat perubahan.

Kedua, orang yang menjadikan bantuan sebagai penopang hidup, bukan sebagai dorongan untuk bertumbuh. Mereka bertahan karena usaha orang lain, bukan kemauan sendiri. Ada perbedaan mendasar antara tidak mampu dan tidak mau, dan membantu mereka yang enggan berjuang dinilai hanya akan menguras energi serta merendahkan nilai kerja keras pihak penolong.

Ketiga adalah individu yang gemar memainkan peran korban untuk menghindari tanggung jawab atas pilihan hidupnya. Setiap kegagalan selalu disalahkan pada keadaan, kebijakan, atau orang lain. Pola defensif ini dalam psikologi dikenal sebagai penghambat pertumbuhan karena menutup ruang refleksi diri.

Tipe keempat ialah mereka yang mengaburkan batas kebaikan orang lain. Bantuan yang awalnya diberikan atas dasar empati perlahan berubah menjadi tuntutan. Ketika bantuan tidak lagi diberikan, kemarahan muncul, seolah kebaikan tersebut adalah kewajiban yang harus terus dipenuhi.

Kelima, dikenal sebagai manipulator strategis, yakni mereka yang hanya hadir saat membutuhkan. Pujian, sanjungan, bahkan air mata dijadikan alat untuk menekan rasa bersalah pihak lain. Relasi semacam ini berubah menjadi transaksi emosional, dan setiap bantuan justru memvalidasi pola manipulatif tersebut.

Keenam adalah mereka yang tidak menghormati waktu dan batasan. Sosok ini datang ketika membutuhkan bantuan, namun menghilang saat pihak penolong berada dalam kesulitan. Bantuan dipandang semata sebagai alat transaksi, bukan ikatan empati.

Ketujuh, orang yang menolak refleksi diri dan alergi terhadap umpan balik. Setiap nasihat dianggap serangan, meski kesalahan yang sama terus berulang. Ketertutupan terhadap sudut pandang lain membuat bantuan apa pun kehilangan makna.

Kesimpulannya, menolong tidak identik dengan mengorbankan diri. Bantuan seharusnya diberikan kepada mereka yang mau berusaha dan bersedia bertumbuh. Menarik diri dari relasi yang menguras bukanlah tindakan egois, melainkan bentuk menjaga kebaikan agar tetap sehat dan bermakna. Karena pada akhirnya, kebaikan yang bijak bukan melelahkan, melainkan menguatkan.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Royal Ambarrukmo Supports Development of Sidorejo Tourism Village

    Royal Ambarrukmo Supports Development of Sidorejo Tourism Village

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA, December 3, 2025 — In celebration of its 14th anniversary, Royal Ambarrukmo Yogyakarta reaffirmed its commitment to empowering local communities by carrying out a Corporate Social Responsibility (CSR) program in Sidorejo Tourism Village, Lendah, Kulonprogo. Under the theme “Nirasoka Mahakarti,” the five-star heritage hotel translated its philosophy of collaboration, consistency, and meaningful action into […]

  • Generasi Z! Pelestari Budaya, Bukan Ajang Arogan, Kritik Spanduk Kasar dan Arah Baru Pawai Ogoh-Ogoh

    Generasi Z! Pelestari Budaya, Bukan Ajang Arogan, Kritik Spanduk Kasar dan Arah Baru Pawai Ogoh-Ogoh

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Banjar-banjar adat di Bali kembali mempersiapkan ogoh-ogoh dalam rangka Pangerupukan menjelang Hari Raya Nyepi, tradisi yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Hindu Bali sebagai simbol pembersihan dari energi negatif. Ogoh-ogoh bukan sekadar karya seni, melainkan hasil kerja kolektif Seka Truna Truni (STT) yang mencerminkan gotong-royong, kreativitas, dan semangat generasi muda dalam melestarikan nilai […]

  • FAJI Bali Ramaikan Porprov Bali XVI Lewat Eksibisi, Badung Juara Umum Siapkan Jalan ke Porprov 2027

    FAJI Bali Ramaikan Porprov Bali XVI Lewat Eksibisi, Badung Juara Umum Siapkan Jalan ke Porprov 2027

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    BADUNG – Eksibisi berlanjut dari Cabang olahraga (cabor) arung jeram yang tampil di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI/2025, digelar di sungai dekat Pura Dalem Desa Adat Kutaraga, Mambal, Badung. Berita sebelumnya, Arung Jeram Bali Tampil Perdana di Porprov XVI Lewat Eksebisi Tim yang berjumlah 6 dari Cabang Olahraga (Cabor) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) […]

  • UTBK Mandiri Unud 2025 Diikuti 2.172 Peserta, Turun dari Tahun Lalu

    UTBK Mandiri Unud 2025 Diikuti 2.172 Peserta, Turun dari Tahun Lalu

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    Jimbaran, 12 Juli 2025 — Universitas Udayana (Unud) kembali menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Mandiri untuk Program Diploma dan Sarjana Tahun 2025. Ujian ini berlangsung selama dua hari, pada 11 dan 12 Juli 2025, yang dibagi ke dalam dua sesi setiap harinya dan diikuti sebanyak 2.172 peserta. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan tahun […]

  • IHGMA Bali Gelar Year End Appreciation Gathering 2025 Bernuansa Retro Vintage

    IHGMA Bali Gelar Year End Appreciation Gathering 2025 Bernuansa Retro Vintage

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    DENPASAR – Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Bali menggelar Year End Appreciation Gathering 2025 di Padifly, Seminyak, Jumat (12/12). Acara tahunan ini mengusung tema “Retro Vintage – Celebrating the Past, Embracing the Future” sebagai bentuk refleksi perjalanan organisasi sekaligus memperkuat solidaritas antar General Manager hotel se-Bali. Gelaran ini menjadi momentum bagi IHGMA DPD […]

  • Desa Serangan Bangkit Atasi Sampah Lewat Teba Modern & Angen Bali

    Desa Serangan Bangkit Atasi Sampah Lewat Teba Modern & Angen Bali

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    DENPASAR – Desa Serangan kian meneguhkan diri sebagai pionir pengelolaan sampah berbasis sumber di Bali. Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi bersama PT Bali Turtle Island Development (BTID), warga pesisir ini tidak hanya menanggulangi persoalan sampah plastik dan organik, tetapi juga mengubahnya menjadi peluang ekonomi baru, 21 Agustus 2025. Sejak 2023, Desa Serangan bersama BTID […]

expand_less