Breaking News
light_mode

USS Abraham Lincoln Seliweran Dekat RI, Trump Mau Cari Gara-Gara Apa Lagi?

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Ketegangan geopolitik di kawasan Indo-Pasifik kembali memanas. Amerika Serikat mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln untuk berpatroli di kawasan Laut China Selatan (LCS), wilayah strategis yang berada tak jauh dari perairan Indonesia.

Langkah ini memicu spekulasi luas, manuver apa lagi yang tengah disiapkan Washington di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump?

USS Abraham Lincoln bukan kapal biasa. Kapal induk raksasa ini membawa armada tempur kelas atas, mulai dari jet tempur siluman F-35C Lightning II, F/A-18E/F Super Hornet, hingga pesawat perang elektronik EA-18G Growler.

Kehadirannya diperkuat oleh sedikitnya tiga kapal perusak pengawal, menegaskan bahwa ini bukan sekadar patroli simbolik.

Angkatan Laut Amerika Serikat menyatakan pengerahan tersebut sebagai bagian dari “operasi rutin” untuk menjaga stabilitas kawasan, mencegah agresi, serta memperkuat komitmen terhadap sekutu-sekutu AS di Asia.

Washington berulang kali menegaskan bahwa kebebasan navigasi dan keamanan jalur perdagangan global di Laut China Selatan adalah kepentingan vital yang tidak bisa ditawar.

Namun, di balik narasi resmi itu, pesan politiknya jauh lebih keras. Kehadiran USS Abraham Lincoln dibaca sebagai sinyal peringatan langsung kepada China, yang selama bertahun-tahun terus memperluas klaim maritimnya di Laut China Selatan, termasuk melalui pembangunan pulau buatan dan instalasi militer.

Bagi Amerika Serikat, dominasi China di kawasan tersebut dipandang sebagai ancaman strategis terhadap keseimbangan kekuatan global. Laut China Selatan bukan hanya jalur perdagangan bernilai triliunan dolar per tahun, tetapi juga arena pertarungan pengaruh antara dua kekuatan besar dunia.

Hingga kini, Kementerian Luar Negeri China belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pengerahan USS Abraham Lincoln. Namun, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa Beijing kerap merespons langkah semacam ini dengan latihan militer balasan atau pernyataan keras soal kedaulatan.

Bagi negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, situasi ini menempatkan kawasan pada posisi rawan. Meningkatnya kehadiran militer asing di sekitar perairan regional berpotensi menyeret negara-negara nonblok ke dalam pusaran konflik dua raksasa dunia.

Pertanyaannya kini mengemuka: apakah pengerahan USS Abraham Lincoln murni untuk stabilitas, atau justru menjadi bagian dari strategi konfrontatif era Trump yang kian agresif terhadap China? Satu hal yang pasti, setiap manuver kapal induk AS di Laut China Selatan selalu membawa risiko eskalasi dan dunia kembali dipaksa bersiaga.

 

Naskah dan Desain: Asep Suherman

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FISIP Warmadewa–University of Zagreb Bahas AI dan Propaganda di Era Digital

    FISIP Warmadewa–University of Zagreb Bahas AI dan Propaganda di Era Digital

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    Denpasar – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Warmadewa menjalin kolaborasi dengan University of Zagreb, Kroasia, dalam penyelenggaraan Seminar Internasional bertema “Digital Media, AI, and Propaganda: Perspectives from the Global South”, Senin (13/10/2025), di Auditorium Sri Ajnadewi, Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Warmadewa.   Acara ini menghadirkan para akademisi dari kedua institusi, di […]

  • Tokoh Lingkungan Serangan Desak Kajian Ulang SKKL Proyek FSRU LNG di Pesisir Denpasar Selatan

    Tokoh Lingkungan Serangan Desak Kajian Ulang SKKL Proyek FSRU LNG di Pesisir Denpasar Selatan

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    DENPASAR – Polemik rencana pembangunan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Liquefied Natural Gas (LNG) di perairan Denpasar Selatan kian menguat. Tokoh pelestari lingkungan asal Desa Adat Serangan, I Wayan Patut, mendesak pemerintah melakukan kajian ulang terhadap Surat Keputusan Kesesuaian Lokasi (SKKL) Nomor 2832 Tahun 2025 tentang pembangunan dan pengoperasian terminal LNG berkapasitas 170 MMSCFD […]

  • Buzzer Menyala, Sampah Menggunung! Bali Ribut, Rakyat Bingung

    Buzzer Menyala, Sampah Menggunung! Bali Ribut, Rakyat Bingung

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    DENPASAR – Buzzer – buzzer mulai menyala, ada yang mulai menyalahkan masyarakat yang tidak tertib, ada yang mulai menyalahkan Forum Swakelola Sampah dan lainnya, tentu kondisi ini membuat masyarakat bingung. Gubernur Bali Wayan Koster yang dikutip dari media online Kompas menyebutkan bahwa tidak bisa Forum Swakelola Sampah Bali mengatur negara, negara punya kebijakan ikuti aturan […]

  • Puluhan Warga Coret Agama Resmi, Pilih Kepercayaan Tuhan YME di KTP!

    Puluhan Warga Coret Agama Resmi, Pilih Kepercayaan Tuhan YME di KTP!

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    BLITAR – Sebuah fenomena mengejutkan mengguncang Blitar! Puluhan warga Kabupaten Blitar secara terbuka mengganti kolom agama di KTP mereka menjadi “Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa”. Langkah berani ini menjadi gelombang baru pasca keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi yang memberi ruang hukum bagi para penghayat kepercayaan untuk diakui secara resmi dalam dokumen kependudukan. Kepala Dinas Kependudukan […]

  • Praperadilan Ditolak, Semangat Juang Dr. Togar Situmorang Tak Padam

    Praperadilan Ditolak, Semangat Juang Dr. Togar Situmorang Tak Padam

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    DENPASAR – Advokat senior Dr. Togar Situmorang, S.H., M.H., MAP, CLA, CRA., resmi mengajukan gugatan praperadilan untuk menentang penetapan status tersangka yang diberikan oleh Polda Bali terhadap dirinya. Langkah hukum ini ia tempuh sebagai bentuk perlawanan terhadap apa yang disebutnya sebagai penggunaan hukum untuk melampiaskan kekecewaan pihak tertentu. Biasanya tampil di ruang persidangan untuk memperjuangkan […]

  • Laras Faizati: Saya Bukan Kriminal, Ini Pembungkaman Suara Perempuan

    Laras Faizati: Saya Bukan Kriminal, Ini Pembungkaman Suara Perempuan

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Jakarta Selatan — Terdakwa kasus dugaan penghasutan kerusuhan dalam demonstrasi Agustus 2025, Laras Faizati, secara tegas menolak label kriminal yang disematkan kepadanya. Dalam pledoi yang dibacakan di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026), Laras menyebut perkara yang menjeratnya sebagai bentuk nyata kriminalisasi terhadap kebebasan berekspresi, khususnya suara perempuan yang berani mengkritik kekuasaan […]

expand_less