Breaking News
light_mode

Ribuan Warga Serangan Gelar Ritual Memintar, Arak Barong–Rangda Lintasi Pulau hingga Kawasan Kura Kura Bali

  • account_circle Ray
  • calendar_month Senin, 22 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Bali – Ribuan warga Desa Adat Serangan kembali memadati jalur-jalur utama Pulau Serangan dalam pelaksanaan Upacara Memintar, Jumat (19/12/2025). Lebih dari 2.000 krama adat terlibat dalam ritual sakral yang telah diwariskan turun-temurun sejak 1965 ini sebagai upaya menolak bala sekaligus menjaga keharmonisan antara alam nyata (skala) dan tak kasat mata (niskala).

Upacara Memintar diawali dengan rangkaian persembahyangan di sejumlah titik suci, di antaranya Pura Kahyangan, Pura Cemara, dan Pantai Melasti. Setelah itu, prosesi utama dilaksanakan dengan mengarak petapakan Barong dan Rangda mengelilingi Pulau Serangan. Perarakan yang sarat makna spiritual ini menempuh jarak sekitar 4,7 kilometer, menyusuri kawasan pemukiman warga hingga wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali.

Secara etimologis, memintar berasal dari kata mintar yang berarti berkeliling. Filosofi ini tercermin dalam prosesi ritual, di mana simbol-simbol kekuatan suci diarak mengelilingi wilayah desa sebagai bentuk penyucian dan perlindungan menyeluruh terhadap ruang hidup masyarakat Serangan.

Upacara Memintar dilaksanakan setahun sekali, tepatnya pada sasih kaenam atau tilem keenam. Sebulan sebelum puncak ritual, warga telah mempersiapkan diri secara spiritual dengan menghaturkan pejati dan memasang sawen di rumah masing-masing. Tradisi ini diyakini sebagai benteng perlindungan dari energi negatif serta pengingat akan pentingnya keseimbangan hidup.

Menariknya, perarakan juga melintasi kawasan KEK Kura Kura Bali yang di dalamnya terdapat delapan pura. Kepala Komunikasi PT Bali Turtle Island Development (BTID), Zefri Alfaruqy, menyampaikan bahwa keterlibatan kawasan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan tradisi keagamaan masyarakat Serangan.

“Memintar merupakan tradisi turun-temurun sebagai upacara penolak bala yang terus dijaga hingga kini. Keterlibatan kawasan Kura Kura Bali tidak terlepas dari keberadaan pura-pura di dalamnya, sekaligus sebagai wujud penghormatan terhadap ritual sakral masyarakat adat,” ujarnya.

Usai prosesi perarakan, masing-masing krama banjar melaksanakan mekemit dengan berjaga semalam suntuk di pura-pura yang disinggahi selama ritual. Rangkaian upacara kemudian ditutup dengan prosesi nyejer, yakni mengembalikan seluruh benda sakral ke tempat asalnya dengan penuh khidmat.

Upacara Memintar bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi simbol kuat kebersamaan dan identitas spiritual masyarakat Desa Adat Serangan. Di tengah dinamika pembangunan dan perubahan zaman, tradisi ini tetap tegak berdiri sebagai pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan, keharmonisan, dan warisan budaya leluhur Bali.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (5)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Superkonduktor Dinilai Jadi Kunci Efisiensi Listrik Nasional, Dukung Target Ambisius RUPTL PLN 2025–2034

    Superkonduktor Dinilai Jadi Kunci Efisiensi Listrik Nasional, Dukung Target Ambisius RUPTL PLN 2025–2034

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Vaza Fernantha
    • 6Komentar

    Denpasar – Indonesia tengah menghadapi momentum krusial dalam transformasi sektor energi. Kebutuhan listrik yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan populasi, di sisi lain dibayangi tekanan global untuk menekan emisi karbon dan mempercepat transisi menuju energi bersih. Melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, PT PLN (Persero) menargetkan penambahan kapasitas energi baru terbarukan (EBT) […]

  • Dari Makassar PSI Menyusun Lompatan Politik! Mukernas Jadi Titik Awal Konsolidasi Nasional Menuju 2029

    Dari Makassar PSI Menyusun Lompatan Politik! Mukernas Jadi Titik Awal Konsolidasi Nasional Menuju 2029

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    Makassar — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memanfaatkan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Makassar sebagai momentum strategis untuk menyusun lompatan politik nasional. Dari Kota Daeng, semangat baru dan soliditas kader digelorakan untuk menjadikan PSI sebagai kekuatan politik yang semakin diperhitungkan menjelang Pemilu 2029. Ketua Organizing Committee (OC) Mukernas PSI, Muamar Gandi Rusdi, menegaskan bahwa Makassar dipilih […]

  • Bersembunyi di Balik Lemari! Kortastipidkor dan Polda Metro Jaya Geledah Cafe de’CLAN dan Koin Money Changer

    Bersembunyi di Balik Lemari! Kortastipidkor dan Polda Metro Jaya Geledah Cafe de’CLAN dan Koin Money Changer

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    JAKARTA – Tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menggeledah Cafe de’CLAN Signature dan Koin Money Changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Dalam operasi tersebut, penyidik menemukan uang tunai senilai lebih dari Rp67 miliar, termasuk sebuah brankas yang disembunyikan di balik lemari. Penggeledahan dilakukan […]

  • Ngababurit, Tradisi Menyulam Makna Menjelang Magrib di Bulan Suci

    Ngababurit, Tradisi Menyulam Makna Menjelang Magrib di Bulan Suci

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Menanti Magrib, Menyulam Makna, Menguatkan Iman. DENPASAR – Menjelang azan Magrib berkumandang, suasana sore di bulan suci Ramadan selalu menghadirkan nuansa berbeda. Jalanan dipenuhi warga yang mencari takjil, pelataran masjid ramai oleh anak-anak, dan keluarga-keluarga mulai berkumpul. Momen inilah yang dikenal luas dengan istilah ngababurit—tradisi mengisi waktu menjelang berbuka puasa yang sarat makna sosial dan […]

  • Atiwa-tiwa Desa Adat Kemenuh Upacarai 54 Sawa, Libatkan Kelompok Serati untuk Efisiensi Waktu dan Biaya

    Atiwa-tiwa Desa Adat Kemenuh Upacarai 54 Sawa, Libatkan Kelompok Serati untuk Efisiensi Waktu dan Biaya

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 14Komentar

    GIANYAR – Sebagai rutinitas 3 tahunan, Desa Adat Kemenuh di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, kembali menyelenggarakan Atiwa-tiwa Masa Kinembulan. Rangkaian upacara diawali dengan mapakeling pada 19 Juni 2025, sedangkan puncak ngaben pada Kamis, 26 Juni 2025. Karya Atiwa-tiwa Desa Adat Kemenuh tahun 2025 mengupacarai sebanyak 54 sawa. Pelaksanaan upacara ini melibatkan tiga banjar adat yang […]

  • Jangan Kalah oleh Kepentingan Investasi, ARUN Bali Serukan Perlindungan Subak dan Bendega

    Jangan Kalah oleh Kepentingan Investasi, ARUN Bali Serukan Perlindungan Subak dan Bendega

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    Usai tercatat resmi di Kesbangpol Provinsi Bali, ARUN menegaskan komitmen mengawal hak masyarakat, memperjuangkan hukum adat, upah minimum pekerja, serta melindungi Subak dan Bendega dari dampak pembangunan yang mengabaikan kearifan lokal. DENPASAR – Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Provinsi Bali menerima surat Bukti Pelaporan Organisasi Kemasyarakatan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali. […]

expand_less