Breaking News
light_mode

Doktor Ilmu Hukum ke-164 Unud, Agus Samijaya Angkat Reforma Agraria dalam Disertasinya

  • account_circle Ray
  • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Agus Samijaya, SH., MH., resmi meraih gelar Doktor Ilmu Hukum setelah mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Aula Fakultas Hukum Universitas Udayana (Unud), Senin (22/9/2025).

Dalam sidang yang dipimpin Dekan Fakultas Hukum Unud, Prof. Dr. Putu Gede Arya Sumerta Yasa, SH., MHum, Agus memaparkan hasil penelitiannya berjudul “Rekonseptualisasi Badan Bank Tanah dalam Mewujudkan Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Rakyat.”

Disertasi ini mengupas pentingnya meninjau ulang konsep Badan Bank Tanah di Indonesia agar lebih sesuai dengan amanat reforma agraria. Agus menilai praktik Bank Tanah saat ini masih cenderung berorientasi pada investasi dan bersifat terlalu sentralistik, sementara transparansi dan partisipasi masyarakat masih minim. Kondisi tersebut berpotensi menghambat terwujudnya tujuan utama reforma agraria, yaitu pemerataan kepemilikan tanah, penciptaan kemakmuran, dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Bank Tanah ideal seharusnya berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, menjunjung tinggi prinsip keadilan sosial, transparansi, keberlanjutan ekologi, partisipasi masyarakat, serta perlindungan hak-hak petani dan masyarakat adat,” tegas Agus dalam pemaparannya.

 

Dekan Fakultas Hukum Universitas Udayana (FH Unud), Prof. Dr. Putu Gede Arya Sumerta Yasa, SH., M.Hum., serahkan sertifikat Doktor kepada Promovendus Agus Samijaya SH., MH.

Reforma agraria, lanjutnya, bukan hanya kebijakan teknis, tetapi merupakan amanat konstitusi sekaligus jalan strategis untuk mengatasi ketimpangan penguasaan tanah, konflik agraria, hingga kemiskinan struktural di pedesaan. Ia menekankan bahwa Badan Bank Tanah dapat menjadi instrumen penting dalam menata ulang distribusi tanah, asal diarahkan pada penataan aset dan akses yang berpihak pada rakyat kecil.

Sidang yang berlangsung khidmat ini menghadirkan delapan penguji, termasuk akademisi senior dan praktisi hukum terkemuka. Salah satunya adalah Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M., Gubernur Bali, yang bertindak sebagai penguji eksternal. Setelah melalui tahapan ujian, Agus dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dan tercatat sebagai Doktor Ilmu Hukum ke-164 dari Universitas Udayana.

Usai pembacaan hasil sidang, acara ditutup dengan penyampaian kesan-pesan dari promotor, sambutan doktor baru, serta ramah tamah bersama civitas akademika.

Dengan pencapaian ini, Agus Samijaya tidak hanya menorehkan prestasi akademik, tetapi juga memberikan kontribusi pemikiran hukum yang diharapkan mampu memperkaya diskursus nasional tentang reforma agraria dan pengelolaan tanah di Indonesia. (Ray)

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (11)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia-AS Sepakati Tarif Resiprokal 19%, Peluang Ekspor Terbuka, Industri Diminta Waspada

    Indonesia-AS Sepakati Tarif Resiprokal 19%, Peluang Ekspor Terbuka, Industri Diminta Waspada

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    JAKARTA — Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat menyepakati penurunan tarif resiprokal atas produk Indonesia yang masuk ke pasar AS menjadi 19%, dari sebelumnya 32%. Sebagai imbal balik, Indonesia menghapus lebih dari 99% hambatan tarif bagi produk asal AS di berbagai sektor. Kesepakatan ini diteken oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Perwakilan Dagang AS Jamieson […]

  • Jejak Kelam Opium di Denpasar Tahun 1920, Antara Legalisasi dan Kerusakan Sosial

    Jejak Kelam Opium di Denpasar Tahun 1920, Antara Legalisasi dan Kerusakan Sosial

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Denpasar – Sebuah potret lawas dari tahun 1920 mengungkap sisi lain kehidupan masyarakat Bali pada masa kolonial. Dalam foto arsip milik Leiden University tersebut, tampak aktivitas mengisap opium atau yang dikenal dengan istilah “madat”, yang kala itu menjadi bagian dari keseharian sebagian masyarakat. Pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, konsumsi opium tidak hanya terjadi […]

  • ARUN Desak UMP Khusus PFII Bali, Jangan Cuma Untungkan Investor

    ARUN Desak UMP Khusus PFII Bali, Jangan Cuma Untungkan Investor

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    ARUN Minta Aturan Turunan UU PFII Wajib Lindungi Pekerja Lokal dan UMKM Bali DENPASAR – Organisasi Masyarakat (Ormas) ARUN Bali meminta pemerintah memastikan kehadiran Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Bali tidak hanya menguntungkan investor, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal. Salah satu tuntutan utama yang disampaikan adalah pembentukan standar upah khusus di […]

  • Racun Lebah Berpotensi Jadi Terobosan Pengobatan Kanker

    Racun Lebah Berpotensi Jadi Terobosan Pengobatan Kanker

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 10Komentar

    PERTH, AUSTRALIA – Siapa sangka, sengatan lebah yang biasanya ditakuti manusia justru menyimpan harapan baru dalam dunia medis. Peneliti dari Harry Perkins Institute of Medical Research menemukan senyawa utama dalam racun lebah, yaitu melittin, mampu menghancurkan sel kanker payudara agresif hanya dalam waktu 60 menit, tanpa merusak sel sehat. Dalam uji laboratorium, melittin juga menunjukkan […]

  • Ancaman Kecil di Alam Terbuka, Kutu Tick Berkembang Biak Cepat dan Mengintai Manusia

    Ancaman Kecil di Alam Terbuka, Kutu Tick Berkembang Biak Cepat dan Mengintai Manusia

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Kutu jenis tick dikenal sebagai parasit kecil yang hidup dengan cara menghisap darah dari inangnya. Hewan seperti anjing, sapi, kucing, hingga rusa menjadi target utama, namun manusia juga berisiko terinfeksi, terutama saat beraktivitas di alam terbuka seperti hutan, padang rumput, atau area semak belukar. Parasit ini umumnya menempel pada bagian tubuh yang memiliki […]

  • Highlighting British YouTuber’s Content, Somya: Chasing Sensation, Should Be on Immigration Watchlist Play Button

    Highlighting British YouTuber’s Content, Somya: Chasing Sensation, Should Be on Immigration Watchlist

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 4331Komentar

    DENPASAR – A recent video by British YouTuber and influencer Zoe Rae has sparked backlash among Balinese locals and cultural figures, after she claimed that Bali was not as beautiful as it appears on social media. Rae abruptly left the island just two days after arriving, opting instead to celebrate her wedding anniversary in Dubai. […]

expand_less