Breaking News
light_mode

I Nengah Yasa Adi Susanto, Dari Desa Bugbug ke Kampus Pencetak Pahlawan Devisa

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Nama I Nengah Yasa Adi Susanto, S.H., dikenal luas sebagai pendiri Monarch Bali, kampus pelatihan perhotelan dan kapal pesiar yang melahirkan ribuan tenaga kerja profesional asal Bali. Namun, di balik kiprah besarnya, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang putra desa yang menempuh jalan berliku sebelum akhirnya sukses mencetak generasi baru “pahlawan devisa”.

Lahir dan besar di Desa Bugbug, Karangasem, Adi – sapaan akrabnya – adalah anak bungsu dari sepuluh bersaudara. Sejak kecil ia sudah terbiasa bekerja keras untuk membantu orangtua yang berprofesi sebagai petani. Masa sekolahnya diwarnai dengan kerja serabutan, mulai dari buruh galian C hingga waker di restoran. Setelah lulus SMA pada 1993, mimpinya untuk kuliah harus kandas karena keterbatasan biaya.

Tak patah semangat, Adi merantau ke Lovina bekerja sebagai satpam hotel. Di sela rutinitas, ia rajin mengikuti kursus bahasa Inggris dan Jepang. Bekal inilah yang membawanya diterima sebagai security di Nikko Bali Resort & Spa pada 1996. Dari pergaulannya dengan rekan kerja, ia mulai bercita-cita meniti karier di kapal pesiar.

Perjuangan tidaklah mudah. Tiga kali gagal dalam wawancara, Adi baru diterima pada kesempatan keempat di Celebrity Cruises, perusahaan kapal pesiar Amerika Serikat. Dari posisi Bar Waiter hingga dipercaya sebagai Sommelier, ia mengabdi hampir sepuluh tahun, berkeliling lebih dari 60 negara. “Saya tidak pernah membayangkan bisa bekerja di kapal pesiar, apalagi keliling dunia. Semua berawal dari kerja keras dan kesempatan yang datang,” ujarnya.

 

Dari Kru Kapal ke Pendiri Monarch Bali

Pengalaman di kapal pesiar membuat Adi memahami betapa pentingnya persiapan bahasa dan keterampilan bagi calon pekerja. Sering kali ia menemukan banyak kandidat dari Bali yang belum siap menghadapi standar internasional. Situasi inilah yang mendorongnya bersama dua sahabatnya, I Nyoman Sudi Artawan dan I Made Sumitra, mendirikan lembaga pelatihan singkat pada 2009.

Dengan modal sederhana, mereka membuka kursus bahasa Inggris di sebuah ruko di Dalung. Tak disangka, sambutan masyarakat begitu besar hingga pada 2010 resmi berdiri Monarch Cruises Line & Hospitality Training Center, yang kemudian populer dengan nama Monarch Bali. Lembaga ini menawarkan program setara Diploma 1 dengan jurusan Tata Hidangan, Tata Boga, dan Tata Graha.

Dalam waktu singkat, Monarch berkembang ke berbagai daerah. Setelah Denpasar dan Badung, kampus dibuka di Candidasa, Singaraja, Gianyar, hingga Negara. Kini, dengan akreditasi A dan instruktur tersertifikasi BNSP, Monarch Bali memiliki lebih dari 1.300 mahasiswa aktif yang sebagian besar tengah menjalani praktik kerja di hotel dan restoran.

 

Komitmen Memberi Akses Pendidikan

Tak hanya fokus pada bisnis, Adi juga menanamkan nilai sosial lewat Yayasan Widhi Sastra Nugraha. Setiap tahun, belasan pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu mendapat beasiswa untuk menempuh pendidikan di Monarch Bali. “Kami ingin memberi jalan bagi mereka yang punya semangat, meski terkendala biaya,” tuturnya.

Bagi Adi, perjalanan hidupnya yang penuh kerja keras adalah pelajaran berharga. Tempaan hidup sejak kecil membuatnya terbiasa ulet, pantang menyerah, dan tetap rendah hati. “Saya hanya ingin berbagi kesempatan, karena dulu saya tahu rasanya sulit untuk melanjutkan sekolah,” katanya.

Kini, di usianya yang matang, Adi tidak hanya dikenal sebagai mantan kru kapal pesiar sukses, tetapi juga sebagai pendidik sekaligus pembina yang ikut menyiapkan ribuan generasi muda Bali untuk berkarier di dunia internasional. Dari seorang anak desa yang pernah menjadi buruh galian, ia menjelma menjadi sosok yang membuka jalan bagi lahirnya pahlawan devisa baru. (Tim)

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (3)

  • 🗓 💸 BTC Credit: 1.75 bitcoin detected. Access here >> https://graph.org/Get-your-BTC-09-04?hs=a8a2a5c2867ad2a21ee9511b4d87c86a& 🗓

    y3me4v

    Balas21 September 2025 7:44 AM
  • 🔐 🚨 Critical: 0.6 BTC sent to your wallet. Receive funds → https://graph.org/Get-your-BTC-09-11?hs=a8a2a5c2867ad2a21ee9511b4d87c86a& 🔐

    haltq0

    Balas20 September 2025 4:26 PM
  • 🔐 ❗ ALERT - You got 0.75 BTC! Tap to receive > https://graph.org/Get-your-BTC-09-04?hs=a8a2a5c2867ad2a21ee9511b4d87c86a& 🔐

    dlpx4c

    Balas20 September 2025 2:12 PM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perut sebagai Simbol Kehormatan, Ritual Ka’el Suku Bodi di Lembah Omo

    Perut sebagai Simbol Kehormatan, Ritual Ka’el Suku Bodi di Lembah Omo

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR — Standar kecantikan dan keperkasaan pria tidak selalu identik dengan tubuh atletis. Di pedalaman Lembah Omo, ukuran perut justru menjadi tolok ukur utama kehormatan dalam tradisi tahunan Suku Bodi melalui ritual Ka’el. Ritual ini memperlihatkan bagaimana tubuh gemuk dipandang sebagai simbol kemakmuran, kekuatan, dan prestise keluarga. Setiap tahun, satu pria lajang dari tiap keluarga […]

  • Mimpi Buruk di Gorontalo! Kisah Pilu Dua ART, Beta dan Ana, Korban Janji Palsu

    Mimpi Buruk di Gorontalo! Kisah Pilu Dua ART, Beta dan Ana, Korban Janji Palsu

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 4Komentar

    Rote Ndao – Beta dan Ana Oehandi, dua sahabat asal Rote Ndao, memberanikan diri merantau ke Gorontalo demi mengubah jalan hidup. Tergiur iming-iming manis dari sebuah yayasan penyalur tenaga kerja, mereka berharap bisa meraih impian sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) non-masak. Dengan bekal semangat dan harapan, mereka meninggalkan kampung halaman tercinta. Namun, sesampainya di Gorontalo, […]

  • Kasus Hasto Penuh Kejanggalan! Sintia Bongkar 5 Fakta Panas yang Tak Bisa Diabaikan Play Button

    Kasus Hasto Penuh Kejanggalan! Sintia Bongkar 5 Fakta Panas yang Tak Bisa Diabaikan

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    Jakarta – Perkara hukum yang menyeret nama Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, kian ramai diperdebatkan. Namun di balik hiruk-pikuk opini publik, muncul lima kejanggalan mencolok yang disorot tajam oleh Sintia, mahasiswi magister hukum Universitas Indonesia. Ia menilai, kasus ini tak hanya lemah dari sisi hukum, tapi juga menyimpan indikasi kuat bahwa ada skenario politik […]

  • Diplomasi RI Berbuah Hasil, Iran Izinkan Dua Kapal Pertamina Tinggalkan Selat Hormuz

    Diplomasi RI Berbuah Hasil, Iran Izinkan Dua Kapal Pertamina Tinggalkan Selat Hormuz

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Jakarta – Upaya diplomasi Pemerintah Indonesia akhirnya membuahkan hasil. Iran resmi memberikan izin kepada dua kapal tanker milik Indonesia untuk melintas dan keluar dari Selat Hormuz setelah sebelumnya tertahan akibat memanasnya konflik geopolitik di kawasan tersebut. Dua kapal yang dimaksud adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yang sebelumnya terhambat […]

  • Ancaman Kasepekang Desa Adat Pemogan Dinilai Tak Manusiawi, Jro Somya: Adat Tak Boleh Menyalahi Hak Asasi

    Ancaman Kasepekang Desa Adat Pemogan Dinilai Tak Manusiawi, Jro Somya: Adat Tak Boleh Menyalahi Hak Asasi

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 10Komentar

    DENPASAR – Berita yang viral belakangan ini yang diunggah Dunia News Bali, tentang kasus dugaan perundungan terhadap warga Desa Adat Pemogan, berinisial WKS, pasca mengkritik Jro Bendesa di media sosial, kembali menguak polemik yang lebih besar, yakni relevansi dan penyalahgunaan sanksi adat di era hukum modern. WKS mengaku mendapat tekanan sosial, intimidasi verbal, hingga ancaman […]

  • Menuju Bara Konflik Pandora, Menyusuri Jejak Film Avatar dari Awal hingga Fire and Ash Play Button

    Menuju Bara Konflik Pandora, Menyusuri Jejak Film Avatar dari Awal hingga Fire and Ash

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    DENPASAR – Menjelang penayangan film ketiga karya James Cameron, Avatar: Fire and Ash, antusiasme publik untuk kembali menyelami semesta Pandora kian menguat. Waralaba Avatar bukan sekadar tontonan visual, melainkan rangkaian kisah berlapis yang saling terhubung, memperlihatkan evolusi konflik, budaya, dan karakter dari waktu ke waktu. Bagi penonton yang ingin menikmati cerita secara utuh sebelum memasuki […]

expand_less