Breaking News
light_mode

Fenomena Ojol Taruna Glowing di Istana Wakil Presiden

  • account_circle Ray
  • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Pertemuan antara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan sejumlah orang yang mengaku perwakilan pengemudi ojek online (ojol) mendadak jadi sorotan publik. Bukan karena substansi pertemuannya, melainkan karena sosok-sosok yang tampil dinilai janggal: wajah glowing, jaket ojol mulus, sepatu mahal, dan tutur kata yang lebih mirip aktivis mahasiswa luar negeri daripada pekerja jalanan.

Kejanggalan semakin kuat ketika salah satu dari mereka memperkenalkan diri sebagai “taruna ojol.” Istilah ini memicu gelombang tanya di ruang publik. Sebab, kata “taruna” lebih lekat dengan akademi militer atau kepolisian, bukan dengan profesi pengemudi ojol yang sehari-hari berjibaku dengan kemacetan jalanan.

Dalam pertemuan di ruang megah istana itu, muncul pula kalimat formal yang jarang terdengar di kalangan ojol asli. “Eskalasi demonstrasi harus dikendalikan,” ucap salah satu perwakilan. Netizen pun berseloroh, bagi pengemudi ojol sesungguhnya, kata “eskalasi” mungkin lebih terdengar seperti merek obat nyamuk ketimbang istilah politik.

Kesan mengkilap mereka kian diperkuat oleh atribut yang dikenakan. Jaket hijau segar bak baru keluar pabrik, sepatu Air Jordan seharga jutaan rupiah menempel di kaki, hingga gaya berbicara yang runtut bak pidato akademis. Pertanyaan pun bermunculan: apakah ini benar pengemudi ojol, ataukah aktor panggilan yang sedang memerankan peran rakyat kecil?

Keraguan publik makin tebal setelah Garda Indonesia, organisasi besar pengemudi ojol, menyatakan, “Itu bukan anggota kami.” Pernyataan tegas ini justru membuka ruang spekulasi liar: dari dugaan influencer, aktor bayaran, hingga agen rahasia yang ditugaskan untuk menciptakan narasi damai.

Di sisi lain, ribuan ojol nyata tetap turun ke jalan menyuarakan aspirasi. Mereka menuntut keadilan untuk Affan Kurniawan, memperjuangkan kesejahteraan, dan bertahan di bawah teriknya aspal jalanan. Kontras itu sangat mencolok: di ruang ber-AC istana, ada “ojol taruna glowing” yang bicara soal eskalasi, sementara di jalan raya, ojol asli hanya berkata lugas, “Kami lapar.”

Fenomena ini pun memunculkan pertanyaan lebih besar: apakah rakyat sedang menyaksikan pertemuan politik serius, atau sekadar sebuah sandiwara pencitraan? Misteri “ojol taruna glowing” di istana masih menggantung, menjadi teka-teki di tengah riuhnya demonstrasi jalanan. (Ray)

@gatra_dewataFenomena “ojol taruna glowing” yang muncul dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran di Istana menimbulkan tanda tanya besar, karena penampilan dan tutur kata mereka dinilai jauh dari keseharian pengemudi ojol asli yang masih berjuang di jalanan. Publik pun berharap Istana tidak sekadar menghadirkan sosok-sosok kontroversial, melainkan benar-benar memfasilitasi dialog terbuka dengan perwakilan ojol sejati agar aspirasi mereka tersampaikan apa adanya, bukan tereduksi menjadi sekadar panggung pencitraan. #demokrasi #gatradewata #gatradewatagroup #pesonamuinspirasiku #dialog

♬ suara asli – GatraDewata – GatraDewata

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (5)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kementerian Kebudayaan Terbitkan Buku Sejarah Baru, Luruskan Mitos Penjajahan 350 Tahun

    Kementerian Kebudayaan Terbitkan Buku Sejarah Baru, Luruskan Mitos Penjajahan 350 Tahun

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Kebudayaan resmi meluncurkan buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global di Jakarta, Minggu (14/12/2025). Peluncuran buku ini menandai upaya negara menghadirkan narasi sejarah Indonesia yang lebih kritis, berimbang, dan berbasis riset akademik mutakhir, termasuk merevisi anggapan lama bahwa Indonesia dijajah selama 350 tahun. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan, narasi penjajahan 350 […]

  • Gatra Media Group Resmi Hentikan Operasional per 31 Juli 2024

    Gatra Media Group Resmi Hentikan Operasional per 31 Juli 2024

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta — PT Era Media Informasi (Gatra Media Group) resmi mengakhiri seluruh kegiatan usahanya mulai 31 Juli 2024. Keputusan tersebut sekaligus menutup seluruh unit bisnis di bawah naungannya, termasuk Majalah Berita Mingguan Gatra, portal berita gatra.com, Majalah Gatra Jateng, situs Gatrapedia.com, serta kanal Gatra TV. Informasi penutupan ini mencuat ke publik setelah beredarnya surat pemberitahuan […]

  • SPMB Masih Sisakan Banyak Siswa Tercecer, Salah Sistem atau Kurang Sosialisasi?

    SPMB Masih Sisakan Banyak Siswa Tercecer, Salah Sistem atau Kurang Sosialisasi?

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Klungkung – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Suwirta, S.Pd., MM, menyoroti masih banyaknya siswa yang tercecer dalam proses penerimaan peserta didik baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 untuk jenjang SMA/SMK negeri di Kabupaten Klungkung. Saat turun langsung memantau proses pengumuman, Suwirta menemukan bahwa sejumlah sekolah negeri masih kekurangan jumlah siswa yang diterima. Misalnya, […]

  • Si Pisang Jadi Profesor Tamu! Analogi Unik Jelaskan Bedanya X-ray, CT Scan, dan MRI

    Si Pisang Jadi Profesor Tamu! Analogi Unik Jelaskan Bedanya X-ray, CT Scan, dan MRI

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 14Komentar

    DENPASAR — Siapa sangka, sebuah gambar sederhana dari buah pisang bisa mengajarkan konsep rumit dunia radiologi? Lewat visualisasi unik yang diunggah akun Tech Time dan diulas dalam kuliah populer Now I Know, pisang seolah-olah “menjadi profesor tamu” untuk menjelaskan perbedaan X-ray, CT scan, dan MRI. Gambar itu langsung menyita perhatian banyak orang karena sederhana, relatable, […]

  • Kajati Bali Chatarina Muliana Dimutasi, Baru Enam Bulan Menjabat

    Kajati Bali Chatarina Muliana Dimutasi, Baru Enam Bulan Menjabat

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Pergantian pimpinan terjadi di tubuh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali. Chatarina Muliana yang baru sekitar enam bulan menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali, dimutasi dari jabatannya. Posisi Chatarina kini digantikan oleh Setiawan Budi Cahyono yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur IV pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM Intel) Kejaksaan Agung. Sementara itu, Chatarina […]

  • Mantan Jro Bendesa Adat Serangan Dilaporkan ke Polda Bali

    Mantan Jro Bendesa Adat Serangan Dilaporkan ke Polda Bali

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 12Komentar

    DENPASAR – Dugaan penggelapan dana penjualan tanah adat mengguncang Desa Adat Serangan. Seorang mantan Jro Bendesa Adat Serangan resmi dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Bali atas dugaan penggelapan dana hasil penjualan aset tanah adat senilai Rp4,5 miliar. Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTLP) Nomor STTLP/B/37/I/2026/SPKT/POLDA BALI tertanggal 13 Januari 2026, yang diterbitkan […]

expand_less