Breaking News
light_mode

Polemik Royalti Lagu Berakhir, DPR dan Pemerintah Sepakat Revisi UU Hak Cipta

  • account_circle Ray
  • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Polemik royalti lagu yang sempat menimbulkan keresahan di masyarakat akhirnya menemukan titik terang.

Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2024–2029.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama pemerintah, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), serta para musisi sepakat mengakhiri kegaduhan melalui langkah konkret berupa revisi Undang-Undang Hak Cipta dan audit sistem penarikan royalti.

Kesepakatan tersebut tercapai dalam rapat konsultasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (21/8/2025). Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa masyarakat kini tidak perlu lagi takut memutar atau menyanyikan lagu di ruang publik.

“Untuk menjaga iklim musik tetap sejuk dan damai, semua pihak sepakat dalam dua bulan ini fokus menyelesaikan revisi Undang-Undang Hak Cipta,” ujarnya.

Dalam rapat itu hadir sejumlah musisi ternama seperti Piyu (Padi), Ariel (Noah), Sammy Simorangkir, dan Vina Panduwinata yang turut mendukung langkah penyelesaian polemik ini.

Mereka berharap transparansi dan keadilan dalam pengelolaan royalti bisa terjamin, sekaligus meredakan keresahan publik maupun pelaku usaha.

Marcell Siahaan, Komisioner LMKN

Komisioner LMKN, Marcell Siahaan, menegaskan bahwa sistem penarikan royalti tidak boleh dilakukan secara langsung oleh pencipta lagu kepada pengguna musik. Mekanisme yang berlaku adalah lisensi menyeluruh atau blanket license yang hanya bisa dijalankan oleh Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) berizin resmi.

“Kami tidak bisa melakukan direct license. Melalui blanket license, pemungutan dilakukan secara terstruktur untuk mencegah pungutan liar,” jelas Marcell.

Menurutnya, keberadaan LMKN sebagai regulator bertujuan memastikan akuntabilitas dengan cara melakukan audit dan evaluasi terhadap LMK.

Hasilnya akan menentukan apakah sebuah LMK layak tetap beroperasi atau tidak. “Konsep ini justru untuk menghindarkan para pencipta melakukan pemungutan sendiri-sendiri,” tambahnya.

Dengan adanya kesepakatan ini, revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta akan menjadi fokus bersama dalam waktu dekat. Diharapkan langkah tersebut tidak hanya meredam polemik, tetapi juga menciptakan sistem royalti yang transparan, adil, dan berkelanjutan bagi industri musik Indonesia. (Tim)

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (7)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GAMIES Aceh Dukung Budayantara Fest 2026, Gaungkan Solidaritas untuk Palestina

    GAMIES Aceh Dukung Budayantara Fest 2026, Gaungkan Solidaritas untuk Palestina

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle Sudarman Syah
    • 0Komentar

    Adhifatra Agussalim menilai festival budaya dan penanaman pohon persahabatan Indonesia–Palestina menjadi ruang memperkuat kepedulian kemanusiaan dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. BANDA ACEH – Dewan Pengurus Wilayah Generasi Amanat Masyarakat Indonesia Ekonomi Sejahtera (DPW GAMIES) Provinsi Aceh menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan Budayantara Fest 2026 yang mengusung semangat persahabatan Indonesia–Palestina melalui kegiatan budaya, edukasi, dan aksi kemanusiaan. […]

  • Batu Ampargate Disidangkan Lagi! Aliansi Buleleng Jaya Pertanyakan Kepastian Hukum yang Telah Inkracht

    Batu Ampargate Disidangkan Lagi! Aliansi Buleleng Jaya Pertanyakan Kepastian Hukum yang Telah Inkracht

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 7Komentar

    Putusan PTUN yang diklaim telah berkekuatan hukum tetap dan penolakan PK menjadi dasar desakan agar kewenangan serta objek perkara Batu Ampargate diperjelas. BULELENG – Bergulirnya kembali perkara yang dikenal sebagai Batu Ampargate di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja menuai sorotan dari LSM Aliansi Buleleng Jaya. Lembaga tersebut mempertanyakan dasar hukum persidangan yang kembali berjalan, sementara perkara […]

  • Mahasiswa FKIK Universitas Warmadewa Latih Siswa SMAN 4 Denpasar Kuasai Bantuan Hidup Dasar Play Button

    Mahasiswa FKIK Universitas Warmadewa Latih Siswa SMAN 4 Denpasar Kuasai Bantuan Hidup Dasar

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 19Komentar

    DENPASAR – Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Siswa SMAN 4 Denpasar melalui Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebagai Langkah Awal Menyelamatkan Nyawa”, Sabtu (27/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di ruang multimedia SMAN 4 Denpasar, Jalan Gunung Rinjani No. 1, Tegal Harum, Denpasar Barat, ini diikuti […]

  • Jelang HUT ke-3 FORGAS, Gladi Bersih Digelar di Kantor Gubernur Bali

    Jelang HUT ke-3 FORGAS, Gladi Bersih Digelar di Kantor Gubernur Bali

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Ngurah Danu
    • 13Komentar

    Sehari sebelum perayaan, seluruh rangkaian acara FORGAS disimulasikan untuk memastikan pelaksanaan HUT ke-3 berjalan tertib, khidmat dan lancar. DENPASAR — Forum Gerakan Adat Senusantara (FORGAS) mematangkan persiapan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 yang akan digelar Rabu, 9 September 2026. Sehari sebelum acara puncak, jajaran panitia dan peserta menggelar gladi bersih di Gedung Wiswasabha, […]

  • Pembangunan Capai 75% Mendadak Akses ditutup! Tanah Beraspal diklaim Milik Pribadi

    Pembangunan Capai 75% Mendadak Akses ditutup! Tanah Beraspal diklaim Milik Pribadi

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Pembangunan properti milik Benny Wullur di Gianyar diklaim telah mencapai 75 persen sebelum akses jalan ditutup menggunakan empat tiang pancang. Kuasa hukum Benny menyebut dokumen pertanahan menunjukkan bidang tersebut diperuntukkan sebagai jalan, sementara pihak yang mengklaim sebagai pemilik menyatakan akses itu merupakan tanah pribadi dan penggunaannya harus mendapat izin. GIANYAR – Kadang berbagai macam cara […]

  • 26 Tahun Sengketa Tanah Pura Dalam Balangan, Pengempon Pertanyakan Ketegasan Negara Usut Kasus Ini

    26 Tahun Sengketa Tanah Pura Dalam Balangan, Pengempon Pertanyakan Ketegasan Negara Usut Kasus Ini

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    BADUNG – Sengketa tanah yang melibatkan kawasan sakral Pura Dalam Balangan, Jimbaran, kembali mencuat setelah pengempon pura mempertanyakan lambannya penyelesaian kasus yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Kuasa hukum pengempon pura menilai negara seharusnya tidak kalah menghadapi dugaan praktik semacam ini, terutama ketika bukti-bukti hukum yang diajukan dinilai sangat kuat. Perkara ini berkaitan […]

expand_less