Tom Lembong Serukan Pemuda Bersatu, Sebut Kesewenang-wenangan sebagai Musuh Bersama
- account_circle Admin
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Peringatan Sumpah Pemuda 2026, Tom Lembong Dorong Perubahan Mendasar dan Ajak Generasi Muda Mengesampingkan Perbedaan
JAKARTA – Tom Lembong menyerukan persatuan pemuda Indonesia untuk mendorong perubahan mendasar dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa. Dalam pesan yang dikaitkan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026), ia menilai perbedaan golongan, afiliasi politik, etnis, hingga agama tidak seharusnya menghalangi perjuangan bersama.
Melalui unggahan media sosial yang dikutip dari akun Facebook Tom Lembong, mantan Menteri Perdagangan tersebut menekankan pentingnya keberanian menyelesaikan persoalan hingga ke akar masalah, bukan sekadar menangani dampaknya satu per satu.
“Dalam beberapa bulan ini, seluruh Pemuda Indonesia akan harus kembali bersatu untuk menghadirkan terobosan besar. Tanpa itu, bangsa kita akan mati perlahan dari seribu luka,” tulis Tom dalam pesan tersebut.
Ia menilai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih mendasar. Menurutnya, berbagai persoalan tidak cukup diselesaikan melalui langkah parsial, tetapi memerlukan upaya untuk membenahi akar permasalahan.
“Kita udah nggak bisa lagi sekedar mengobati masing-masing luka satu per satu – sekarang tidak ada pilihan, kita harus bedah sampai ke akar permasalahannya,” lanjutnya.
Tom juga menggarisbawahi pentingnya mengesampingkan perbedaan identitas dalam menghadapi persoalan nasional. Ia mengajak generasi muda dari berbagai latar belakang untuk membangun kesadaran bersama demi masa depan Indonesia.
Dalam pesannya, Tom membandingkan tantangan perjuangan pemuda pada 1928 dengan persoalan yang dinilainya mendesak saat ini. Jika generasi terdahulu menghadapi kolonialisme, ia menyebut kesewenang-wenangan sebagai tantangan bersama yang harus dilawan pada masa kini.
“Di 1928, musuh bersama kita adalah kolonialisme; hari ini musuh bersama kita adalah kesewenang-wenangan,” tulisnya.
Pesan tersebut ditutup dengan ajakan untuk mengenang sekaligus menghidupkan kembali semangat Sumpah Pemuda. Bagi Tom, peringatan bersejarah itu tidak cukup dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi perlu menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan mendorong perubahan nyata.
Seruan ini menempatkan peran generasi muda sebagai salah satu unsur penting dalam perjalanan bangsa. Persatuan lintas kelompok, keberanian menyampaikan kritik, serta komitmen memperbaiki persoalan mendasar menjadi pesan utama yang disampaikan Tom dalam momentum Sumpah Pemuda 2026.
Sumber: Unggahan media sosial yang dikutip dari akun Facebook Tom Lembong. Teks serupa juga ditemukan dalam hasil penelusuran media sosial yang mengutip akun X @tomlembong.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar