IHGMA Bali Terbitkan Buku ITLS 2026, Dorong Transformasi Pariwisata Berkelanjutan
- account_circle Admin
- calendar_month 17 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Buku The Summit Report merangkum 20 rekomendasi global untuk memperkuat kepemimpinan pariwisata melalui teknologi, keberlanjutan, dan pengalaman manusia.
DENPASAR – Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali menerbitkan buku ITLS 2026 The Summit Report sebagai tindak lanjut International Tourism Leaders Summit (ITLS) 2026. Buku prosiding tersebut merangkum gagasan, perspektif, dan rekomendasi para pemimpin pariwisata internasional untuk menghadapi tantangan industri yang semakin kompleks.
ITLS 2026 diselenggarakan pada 25–26 September 2026 di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, Bali. Mengusung tema Cross-Border Tourism Leaders’ Perspectives: Balancing Sustainability, Technology, and Human Experience, forum ini menghadirkan 22 pembicara utama dari berbagai negara, disiplin ilmu, dan latar belakang profesional.
Kegiatan yang diketuai I Made Dwijantara, S.E., M.M., tersebut diikuti para general manager hotel anggota IHGMA Bali serta pemangku kepentingan sektor perhotelan dan pariwisata.
Melalui forum lintas negara ini, para peserta membahas pentingnya kepemimpinan adaptif di tengah perubahan industri, mulai dari tuntutan keberlanjutan, perkembangan teknologi, persaingan global, hingga ketidakpastian bisnis pariwisata.

Penerbitan The Summit Report menjadi salah satu hasil penting penyelenggaraan ITLS 2026. Buku setebal 158 halaman itu dicetak dengan sampul keras dan berwarna penuh oleh Pustaka Larasan. Naskah berbahasa Inggris tersebut disusun oleh Ratu Agung Bagus Ngurah Putra, M.Tr.Par., CHE., CHA., yang juga menjabat Ketua Umum IHGMA Bali periode 2026–2030, dengan dukungan penyuntingan Prof. Dr. I Gede Mudana, M.Si., dosen Program Doktor Bisnis Pariwisata Politeknik Negeri Bali.
Dalam keterangannya mengenai penerbitan buku tersebut, Ratu Agung Bagus Ngurah Putra menempatkan The Summit Report sebagai dokumentasi akademik yang dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kepemimpinan di sektor perhotelan dan pariwisata.
“Secara substantif, buku ini merupakan catatan akademik yang sahih yang nantinya dapat digunakan sebagai titik berangkat inspiratif untuk mewujudkan leadership perhotelan dan pariwisata yang sukses dan berjangka panjang,” demikian penjelasan penyusun buku tersebut.
Ia berharap gagasan yang dihimpun dalam buku itu dapat membantu pemimpin industri merespons perubahan lingkungan bisnis secara fleksibel dan dinamis, sekaligus menciptakan manfaat bagi perusahaan, pemilik usaha, pelanggan, karyawan, dan masyarakat.
Menurutnya, pengembangan pariwisata ke depan membutuhkan keseimbangan antara keberlanjutan dan pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan. Pendekatan tersebut dinilai penting agar kemajuan bisnis tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan kualitas pengalaman wisatawan dan kesejahteraan lingkungan.
Pembahasan dalam buku ini dibagi menjadi lima panel, yakni human experience, technology support, responsible investment, medi-wellness tourism, dan sustainability practices. Masing-masing panel menghadirkan perspektif berbeda mengenai tantangan dan peluang industri pariwisata global.
Dari rangkaian pembahasan tersebut, ITLS 2026 menghasilkan 20 rekomendasi yang dirangkum ke dalam empat arah strategis.
Pertama, menempatkan pengalaman manusia sebagai prioritas melalui penguatan keaslian budaya, kesejahteraan karyawan, pengalaman bermakna, dan keterlibatan aktif masyarakat lokal.
Kedua, memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, memperkuat kecerdasan destinasi, serta meningkatkan efisiensi dengan tetap memperhatikan privasi dan keandalan data.
Ketiga, mendorong praktik pariwisata regeneratif melalui pemulihan ekosistem, penguatan rantai pasok lokal, termasuk sektor pertanian, serta pengukuran keberhasilan berdasarkan dampak terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Keempat, membangun kepercayaan dan kepemimpinan adaptif, memperkuat kesiapan menghadapi krisis, serta memperluas kemitraan lintas negara demi membentuk ekosistem pariwisata yang tangguh dan siap menghadapi masa depan.
Pesan utama buku tersebut menegaskan bahwa masa depan pariwisata tidak cukup ditentukan oleh statusnya sebagai sektor unggulan ekonomi. Pariwisata juga perlu berperan sebagai penghubung berbagai sektor untuk menciptakan kemakmuran bersama dan dampak berkelanjutan.

Dengan diterbitkannya The Summit Report, IHGMA Bali menghadirkan dokumentasi pemikiran para pemimpin pariwisata yang diharapkan dapat menjadi bahan refleksi sekaligus referensi bagi pelaku industri dalam menyusun strategi bisnis jangka panjang.
Gagasan yang dihimpun dalam buku ini juga menggarisbawahi pentingnya meninggalkan pola pikir sektoral. Kolaborasi lintas disiplin, lintas negara, dan lintas industri menjadi salah satu landasan untuk membangun pariwisata yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga bertanggung jawab terhadap manusia, budaya, dan lingkungan.
Editor – Ray

A useful resource for readers.
20 Oktober 2026 9:40 AMThis article is a good source of general information.
20 Oktober 2026 9:18 AMThis is an interesting overview of nail health.
20 Oktober 2026 9:14 AM