Breaking News
light_mode

Jalan Kelepasan! Melepas Keterikatan Duniawi, Bukan Berarti Menjauhi Kehidupan

  • account_circle Admin
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Melepaskan bukan berarti kehilangan. Terkadang, melepaskan adalah cara untuk memberikan ruang bagi ketenangan, pertumbuhan, dan kehidupan yang baru.

DENPASAR – Jalan kelepasan dalam kehidupan spiritual dimaknai sebagai upaya membebaskan diri dari keterikatan terhadap kehidupan duniawi. Pandangan tersebut menekankan bahwa menjalani kehidupan secara baik tidak berarti seseorang harus meninggalkan kehidupan dunia atau hidup dalam kemiskinan.

Ia menjelaskan, inti dari kehidupan spiritual justru terletak pada kemampuan seseorang menjalani kehidupan secara penuh, tetapi tidak menggantungkan keberadaan dirinya pada hal-hal duniawi.

“Ajaran tertinggi di kehidupan ini adalah jalan kelepasan, yaitu melepas keterikatan dan tidak terikat pada duniawi. Maksudnya berspiritual bukan harus menjadi orang miskin atau tidak duniawi, tetapi mengerjakan hidup sebaik-baiknya tanpa keterikatan,” ujarnya.

Menurutnya, keterikatan menjadi persoalan ketika seseorang menjadikan sesuatu yang bersifat sementara sebagai bagian mutlak dari dirinya. Padahal, tubuh manusia pada akhirnya akan mengalami kematian dan manusia kehilangan kendali atas tubuh fisiknya.

“Sebab tubuh kita pun pasti mati dan kehilangan kendali atas tubuh ini. Namun, keterikatan pada dunia yang membuat roh terbelenggu memori hidup,” katanya.

Dalam pandangan spiritual yang disampaikannya, alam roh juga dipahami memiliki kondisi yang beragam. Ia menyebut adanya konsep Rwa Bhineda, yakni dua sisi yang berlawanan, termasuk gambaran alam roh yang baik dan buruk yang dalam pemahaman keagamaan dikenal sebagai surga dan neraka.

“Alam roh sendiri masih mengandung dua sisi Rwa Bhineda. Alam roh yang kondisinya lebih baik disebut sebagai sorga, sedangkan alam roh yang buruk dikenal sebagai neraka,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa tujuan tertinggi kehidupan spiritual bukan semata-mata mengejar surga atau menghindari neraka. Menurutnya, terdapat pemahaman mengenai penyatuan kembali dengan sumber kehidupan atau Paramaatman.

“Sedangkan yang satu dengan Tuhan, ketika matinya tubuh, pergi atau menyatu kembali kepada sumber cahaya. Itulah kenapa meditasi cahaya itu penting, karena sumber dari cahaya adalah asal mula kita yaitu Paramaatman,” tuturnya.

Dalam penjelasannya, alam roh ditempatkan sebagai bagian dari wilayah mistik yang berkaitan dengan kekuatan roh. Ia juga mengaitkan konsep tersebut dengan keberadaan dewa-dewa pembantu dalam kehidupan manusia.

“Alam roh adalah alam mistik. Kekuatan mistik atau kekuatan roh itulah yang bisa berwujud para dewa pembantu untuk memudahkan hidup kita saat di badan kasar,” jelasnya.

Ia membedakan antara badan kasar, roh atau badan halus, dan jiwa sebagai bagian dari pemahaman spiritual yang disampaikannya. Menurutnya, roh berperan sebagai perlengkapan kehidupan yang menopang keberadaan badan kasar, sedangkan jiwa menjadi unsur yang menghidupkan roh sekaligus berkaitan dengan kesadaran manusia.

“Roh itu sendiri perlengkapan hidup yang menopang kehidupan badan kasar, sedangkan jiwa adalah yang menghidupi roh atau badan halus. Jiwa inilah yang memiliki kesadaran hidup, yaitu kesadaran hidup masing-masing kita,” katanya.

Dalam kerangka pemikiran tersebut, ia menyebut jiwa sebagai Atman atau Sang Hidup yang diyakini bersumber dari Paramaatman atau Sang Maha Hidup.

“Jiwa penghidup roh maupun kesadaran itu sendiri tidak lain adalah Atman atau Sang Hidup yang asal mulanya Paramaatman, Sang Maha Hidup,” ujarnya.

Ia kemudian menekankan bahwa pemahaman tersebut tidak seharusnya menjadi sumber ketakutan terhadap kematian ataupun gambaran mengenai surga dan neraka. Menurutnya, manusia pada hakikatnya bukan hanya tubuh fisik maupun badan halus, melainkan kesadaran yang bersumber dari Atman.

“Itu saja kuncinya, tidak perlu takut bakal ke neraka atau sorga sekalipun. Sebab kita bukan badan kasar, bukan juga badan halus. Kita hanyalah sebatas kesadaran dari Sang Atman itu sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, penderitaan manusia dalam kehidupan sehari-hari dalam pandangan spiritual tersebut berkaitan dengan kemelekatan dan ketidaktahuan. Berbagai gejolak rasa yang muncul selama kehidupan kemudian dapat membuat seseorang terikat pada pengalaman, keadaan, maupun objek tertentu.

“Sebenarnya kesadaran dari Sang Atman inilah yang merasakan penderitaan hidup disebabkan oleh kemelekatan karena ketidaktahuan. Sehingga dirinya menderita oleh gejolak rasa hidup yang tidak lain hanyalah produk rasa selama masih berada di badan kasar maupun yang melekat di badan halus karena keterikatan,” pungkasnya

Pandangan tersebut menempatkan jalan kelepasan bukan sebagai penolakan terhadap kehidupan, melainkan sebagai proses memahami kehidupan tanpa menjadikan segala sesuatu yang bersifat sementara sebagai sumber keterikatan. Dengan demikian, menjalani kehidupan secara maksimal dan menjaga keseimbangan batin dipandang dapat berjalan beriringan dengan praktik spiritual.

Matahari Atlantis

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ascott Bali Area Bersihkan Pantai Mertasari, Sampah Plastik Dikelola Bersama Desa Adat Intaran

    Ascott Bali Area Bersihkan Pantai Mertasari, Sampah Plastik Dikelola Bersama Desa Adat Intaran

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Libatkan karyawan dari 10 properti, sampah plastik hasil aksi bersih pantai diserahkan kepada BUPDA Intaran untuk dikelola secara berkelanjutan. DENPASAR – Ascott Bali Area memperingati World Clean Up Day dengan menggelar aksi bersih-bersih Pantai Mertasari, Bali, Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini melibatkan karyawan dari 10 properti Ascott sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap kelestarian lingkungan dan […]

  • Di Balik Transisi Kendaraan Listrik Global! Perang, Krisis, dan Arah Baru Energi Dunia

    Di Balik Transisi Kendaraan Listrik Global! Perang, Krisis, dan Arah Baru Energi Dunia

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR — Percepatan penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di berbagai negara tidak lagi semata dipandang sebagai respons terhadap krisis iklim. Dalam dinamika global terbaru, perang, krisis energi, dan ketegangan geopolitik justru menjadi faktor kuat yang mendorong akselerasi perubahan tersebut. Transisi energi kini berlangsung dalam lanskap dunia yang tidak stabil, di mana konflik bersenjata dan gangguan […]

  • Putra Bali Pimpin Penegakan Hukum Korlantas, Kombes I Made Agus Prasatya Resmi Jabat Dirgakkum Polri

    Putra Bali Pimpin Penegakan Hukum Korlantas, Kombes I Made Agus Prasatya Resmi Jabat Dirgakkum Polri

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi memiliki Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) yang baru. Jabatan strategis tersebut kini diemban oleh I Made Agus Prasatya setelah dilantik dalam upacara serah terima jabatan yang dipimpin Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho di Gedung NTMC Polri, Jakarta. Perwira menengah Polri asal Bali itu menggantikan Faizal. Penunjukan Kombes Made Agus […]

  • Panas! Sengketa Lahan Batu Ampar Masuk Meja Mediasi, Kuasa Hukum Pemkab Buleleng Sebut Jangan Ribut di Medsos, Hadapi Kami di Sidang!

    Panas! Sengketa Lahan Batu Ampar Masuk Meja Mediasi, Kuasa Hukum Pemkab Buleleng Sebut Jangan Ribut di Medsos, Hadapi Kami di Sidang!

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Ray
    • 17Komentar

    BULELENG – Lanjutan dari gugatan polemik sengketa lahan di Banjar Dinas Batu Ampar, Desa Pejarakan, Gerokgak, Buleleng kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja dengan register nomor 495/Pdt.G/2026/PN.Sgr, pada Selasa, 30 Juni 2026, menghadirkan seluruh pihak tergugat, yakni: 1. Nawawi, Laki-laki, sebagai ahli waris dari Sahwi (almarhum). 2. Marsito, Laki-laki. 3. Matramo, Laki-laki. 4. Samsul […]

  • KPU Denpasar Tetapkan 516.760 Pemilih Berkelanjutan Triwulan III 2025

    KPU Denpasar Tetapkan 516.760 Pemilih Berkelanjutan Triwulan III 2025

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    DENPASAR, 2 Oktober 2025 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar menegaskan komitmennya menjaga akurasi data pemilih dengan menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III Tahun 2025. Acara yang berlangsung di lantai III Kantor KPU Kota Denpasar, Jl. Raya Puputan, turut dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI/Polri, kejaksaan, pengadilan, partai politik […]

  • Kapolri Buka Rakernis Brimob 2026 di Depok, Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Tantangan Global

    Kapolri Buka Rakernis Brimob 2026 di Depok, Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Tantangan Global

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Vaza Fernantha
    • 5Komentar

    Depok – Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung apel pengarahan sekaligus membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Korps Brimob Polri Tahun 2026 di Lapangan Mako Korbrimob Kelapadua, Cimanggis, Kota Depok, Selasa (21/4/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat utama Mabes Polri, di antaranya Ramdani Hidayat, Wahyu Widada, Yuda Gustawan, Syahar Diantono, serta Chryshnanda Dwilaksana. Kehadiran para pejabat ini […]

expand_less