Unud Lantik 213 Pejabat, Perkuat Transformasi sebagai PTN-BH
- account_circle Admin
- calendar_month 20 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Rektor Unud menegaskan pelantikan 213 pejabat menjadi momentum memperkuat tata kelola, integritas, inovasi, dan kolaborasi Universitas Udayana setelah berstatus PTN-BH.
JIMBARAN – Universitas Udayana (Unud) memperkuat transformasi kelembagaan setelah resmi berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH). Sebanyak 213 pejabat dari 22 unit kerja dilantik dalam Upacara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat PTN-BH di Auditorium Widya Sabha, Kampus Jimbaran, Kamis (1/10/2026).
Pelantikan tersebut menjadi bagian penting dalam penataan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) baru Universitas Udayana. Struktur baru ini mencakup jajaran pimpinan universitas, direktorat, badan, satuan, fakultas, sekolah pascasarjana, subdirektorat hingga sejumlah unit kerja pendukung.
Sejumlah pejabat yang dilantik untuk mengisi posisi strategis di tingkat universitas antara lain Prof. Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc., Ph.D. sebagai Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan; Prof. Agoes Ganesha Rahyuda, S.E., M.T., Ph.D. sebagai Wakil Rektor Bidang Sumber Daya; Prof. Dr. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, S.P., M.Agr. sebagai Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi; Prof. Dr.Eng. Ir. Made Sucipta, S.T., M.T., IPM. sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kemitraan; serta Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes. sebagai Sekretaris Universitas Udayana.

Sementara itu, sejumlah direktorat juga mendapatkan pimpinan baru. Di antaranya Prof. Dr. Ir. I Made Alit Karyawan Salain, DEA sebagai Direktur Direktorat Pendidikan; Dr. Drs. I Wayan Santiyasa, M.Si. sebagai Direktur Direktorat Kemahasiswaan; Prof. Dr. Ir. Made Sudarma, MASc., IPU., ASEAN Eng. sebagai Direktur Direktorat Transformasi Digital; Dr. Ica Rika Candraningrat, S.E., M.M. sebagai Direktur Direktorat Aset dan Keuangan; I Gede Hendrawan, S.Si., M.Si., Ph.D. sebagai Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat; serta Prof. Dr. drh. I Nyoman Suartha, M.Si. sebagai Direktur Direktorat Inovasi dan Hilirisasi.
Selanjutnya, Dr. Ir. Ngurah Agus Sanjaya ER, S.Kom., M.Kom. dipercaya sebagai Direktur Direktorat Perencanaan dan Pengembangan; Dr. I Wayan Gayun Widharma, S.E., M.Si. sebagai Direktur Direktorat Organisasi dan Sumber Daya Manusia; Ni Putu Sri Harta Mimba, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CMA., ASEAN CPA. sebagai Direktur Direktorat Kemitraan Institusi.
Posisi strategis lainnya diisi Dr. Ir. Ida Bagus Putu Adnyana, S.T., M.T., IPM. sebagai Kepala Badan Pengelolaan dan Pengembangan Bisnis; Prof. dr. Ni Nengah Dwi Fatmawati, S.Ked., Sp.MK., Ph.D. sebagai Kepala Satuan Penjaminan Mutu; serta Dr. I Gde Ary Wirajaya, S.E., M.Si., Ak. sebagai Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI).
Rektor Universitas Udayana menegaskan, pelantikan tersebut tidak sekadar berkaitan dengan pengisian jabatan dalam struktur organisasi baru. Menurutnya, momentum tersebut merupakan bagian dari konsolidasi kelembagaan untuk mengawal transformasi Unud sebagai PTN-BH.
“Perubahan status menjadi PTN-BH memberikan ruang otonomi yang lebih luas untuk mengembangkan tata kelola, meningkatkan kualitas akademik, memperkuat riset dan inovasi, serta membangun kolaborasi global. Namun, otonomi bukanlah tujuan akhir, melainkan instrumen untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegas Rektor Universitas Udayana.
Kepada para pejabat yang baru dilantik, Rektor memberikan empat arahan utama. Pertama, kepemimpinan harus berorientasi pada kinerja dan hasil dengan menerjemahkan visi universitas ke dalam program kerja yang konkret dan memberikan dampak bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan maupun masyarakat.
Kedua, seluruh jajaran diminta memperkuat kolaborasi tanpa ego sektoral. Sinergi antarsatuan kerja dinilai penting agar seluruh unsur universitas dapat bergerak sebagai satu kesatuan ekosistem.
Ketiga, integritas dan akuntabilitas harus menjadi landasan dalam menjalankan amanah. Transparansi, konsistensi dan keteladanan disebut menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang kuat.
Keempat, para pejabat didorong berani melakukan inovasi dan pembaruan, termasuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), serta perubahan lanskap pendidikan tinggi di tingkat global.
Dalam proses transformasi tersebut, Rektor juga mengingatkan agar Universitas Udayana tidak meninggalkan akar budaya Bali. Pengembangan institusi, menurutnya, harus tetap berlandaskan nilai kearifan lokal dan falsafah Tri Hita Karana.
“Transformasi kelembagaan harus tetap memiliki akar yang kuat. Kemajuan dan daya saing internasional perlu berjalan selaras dengan nilai-nilai yang menjadi jati diri Universitas Udayana,” ujar Rektor.
Rektor turut menyampaikan apresiasi kepada para pejabat pada periode sebelumnya atas pengabdian, dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan bagi perkembangan Universitas Udayana.
Dengan pelantikan 213 pejabat tersebut, Universitas Udayana memasuki fase baru dalam penguatan tata kelola sebagai PTN-BH. Penataan struktur organisasi diharapkan mampu memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan, riset, inovasi, kemitraan dan pelayanan kepada masyarakat.
Universitas Udayana ditetapkan sebagai PTN-BH pada 1 September 2026. Saat ini Unud memiliki 34.215 mahasiswa aktif dan 136 program studi, dengan 77 program studi atau sekitar 57,8 persen telah meraih akreditasi unggul.
Unud juga memiliki 251 guru besar dan 287 lektor kepala. Mahasiswa asing di Universitas Udayana berasal dari lebih dari 40 negara.
Dalam pemeringkatan QS Asia University Rankings 2026, Universitas Udayana tercatat berada di peringkat 518 Asia dan peringkat 97 Asia Tenggara. Sementara EduRank 2026 menempatkan Unud sebagai perguruan tinggi peringkat pertama di Bali, peringkat 14 Indonesia, peringkat 319 Asia dan peringkat 1.313 dunia.
Pada 2026, mahasiswa Universitas Udayana juga tercatat meraih 46 prestasi tingkat internasional dan 556 prestasi tingkat nasional.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar