Breaking News
light_mode

45.365 Kasus Gigitan Rabies di Bali, Vaksinasi dan Pengendalian Anjing Diperkuat

  • account_circle Admin
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dinkes Bali mencatat 45.365 kasus gigitan hewan penular rabies dan tujuh kematian hingga Agustus 2026, mendorong penguatan vaksinasi, pendataan populasi anjing, serta kolaborasi lintas sektor.

DENPASAR – Kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Bali masih menjadi perhatian serius. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Dinas Kesehatan Provinsi Bali mencatat 45.365 kasus gigitan dengan tujuh orang meninggal dunia akibat rabies.

Data tersebut menunjukkan pengendalian rabies di Pulau Dewata masih membutuhkan kerja bersama, tidak hanya melalui vaksinasi, tetapi juga pengawasan populasi anjing, edukasi masyarakat, pelaporan kasus, serta penguatan koordinasi lintas sektor.

Rabies merupakan penyakit yang dapat berakibat fatal apabila korban tidak memperoleh penanganan secara cepat dan tepat. Karena itu, masyarakat yang mengalami gigitan hewan yang berpotensi menularkan rabies diminta segera mendapatkan pertolongan medis.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dr. I Wayan Sunada, SP., M.Agb., menekankan bahwa pengendalian rabies membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pembentukan Satgas Pengendalian Rabies Bali Tahun 2026 menjadi salah satu upaya untuk memperkuat koordinasi pemerintah daerah, instansi terkait, perguruan tinggi, organisasi profesi, hingga masyarakat.

“Pengendalian rabies tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Diperlukan sinergi antara sektor kesehatan, peternakan, pemerintah desa, desa adat, aparat keamanan, akademisi, komunitas, dan masyarakat,” ujar Sunada.

Menurut dia, tanggung jawab pemilik hewan menjadi bagian penting dalam pencegahan. Pemilik anjing tidak cukup hanya menyediakan makanan dan tempat tinggal, tetapi juga harus memperhatikan vaksinasi, pengendalian reproduksi, pengawasan serta memastikan hewan tidak membahayakan lingkungan sekitar.

Tingginya kasus gigitan juga menjadi perhatian Dinas Kesehatan Bali. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bali, dr. I Gusti Ayu Raka Susanti, M.Kes., sebelumnya meminta masyarakat tidak mengabaikan setiap kejadian gigitan.

“Kalau pun mengalami gigitan, segera ke faskes,” kata Raka Susanti.

Dinkes Bali mencatat tujuh kematian akibat rabies sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Sebagian kasus kematian tersebut berkaitan dengan korban yang tidak melaporkan kejadian gigitan sehingga tidak mendapatkan penanganan medis sejak awal.

Penanganan terhadap korban gigitan tidak otomatis berarti seluruh korban mendapatkan vaksin antirabies (VAR). Petugas kesehatan akan melakukan penilaian berdasarkan kondisi korban serta karakteristik dan status hewan yang menggigit, termasuk apakah hewan tersebut dapat dipantau atau tidak.

Selain aspek kesehatan manusia, pengendalian populasi anjing menjadi bagian penting dari strategi pencegahan. Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Bali, Drh. I Dewa Made Anom, mendorong pendekatan yang mencakup vaksinasi, sterilisasi, identifikasi, pendataan, edukasi dan pengawasan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip One Health yang melihat kesehatan manusia, hewan dan lingkungan sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan.

Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Prof. Dr. Drh. I Gusti Ngurah Sudisma, M.Si., juga menempatkan pelayanan veteriner dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian penting dalam mendukung pengendalian rabies sekaligus memperkuat kemandirian desa.

Sementara itu, pengawasan lalu lintas hewan menjadi lapisan pencegahan lainnya. Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Bali, Heri Yuwono, A.Pi., S.Pi., M.P., menegaskan fungsi karantina sebagai bagian dari sistem pertahanan hayati Bali.

Mobilitas manusia dan hewan melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa, Gilimanuk serta pintu masuk lainnya membuat pengawasan pergerakan hewan tetap diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular.

Gubernur Bali Wayan Koster juga mendorong penguatan edukasi masyarakat mengenai rabies. Ia menilai pencegahan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah atau tenaga kesehatan hewan, tetapi membutuhkan kesadaran pemilik hewan.

“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat, terutama melalui kepemilikan hewan peliharaan yang bertanggung jawab,” ujar Koster.

Koster juga mendorong vaksinasi rutin terhadap anjing, larangan membiarkan hewan berkeliaran, serta sterilisasi sebagai bagian dari pengendalian populasi.

Dari sisi masyarakat, langkah pertolongan pertama setelah terkena gigitan juga sangat penting. Luka perlu segera dicuci menggunakan sabun dan air mengalir selama sekitar 15 menit, kemudian dibersihkan dengan antiseptik sebelum korban mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan sesuai indikasi.

Masyarakat juga diminta melaporkan kejadian gigitan kepada petugas agar kondisi hewan yang menggigit dapat ditindaklanjuti dan risiko penularan dapat segera diantisipasi.

Penguatan gerakan bersama tersebut akan menjadi salah satu pesan utama World Rabies Day (WRD) Bali 2026. Kegiatan peringatan dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026 di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar.

Sejumlah kegiatan disiapkan, di antaranya vaksinasi rabies gratis, sterilisasi, pet fun walk, lomba anjing sehat, serta edukasi mengenai kesehatan dan kesejahteraan hewan. Secara global, World Rabies Day 2026 mengusung tema “Stronger Together” yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam upaya eliminasi rabies.

Dengan masih tingginya kasus gigitan, upaya menuju Bali bebas rabies membutuhkan kesinambungan program. Vaksinasi memberikan perlindungan, data menjadi dasar pengambilan kebijakan, layanan kesehatan memastikan korban memperoleh penanganan, sementara pemilik hewan memegang peran penting dalam mencegah anjing berkeliaran dan menjaga status vaksinasi.

Kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, dokter hewan, akademisi, desa adat, komunitas serta masyarakat menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan rabies di Bali.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indomobil Emotor Luncurkan Tyranno, Motor Listrik Bergaya Adventure Dibanderol Rp25,9 Juta Play Button

    Indomobil Emotor Luncurkan Tyranno, Motor Listrik Bergaya Adventure Dibanderol Rp25,9 Juta

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 7Komentar

    JAKARTA – Pasar kendaraan listrik di Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran motor listrik terbaru dari Indomobil Emotor⁠. Perusahaan tersebut resmi meluncurkan Tyranno, skuter listrik bergaya dual purpose yang dirancang untuk penggunaan harian hingga kebutuhan bertualang di berbagai medan. CEO Indomobil Emotor⁠ Internasional, Pius Wirawan, mengatakan peluncuran Tyranno menjadi langkah penting perusahaan dalam menghadirkan kendaraan listrik […]

  • Monarch Bali Cetak SDM Pariwisata Unggul Lewat Bright Hospitality Awareness 2025 Play Button

    Monarch Bali Cetak SDM Pariwisata Unggul Lewat Bright Hospitality Awareness 2025

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Denpasar, 7 Juli 2025 — Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Monarch Bali Dalung resmi meluncurkan program Bright Hospitality Awareness tahun ajaran 2025/2026 yang digelar dengan semangat tinggi di Aston Hotel Denpasar. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkarakter global di bidang perhotelan dan pariwisata. Acara pembukaan dihadiri oleh berbagai […]

  • Nyoman Tirtawan Soroti Budaya Korupsi: “Kalau Negara Ingin Maju, Harus Bersih”

    Nyoman Tirtawan Soroti Budaya Korupsi: “Kalau Negara Ingin Maju, Harus Bersih”

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    Pengalaman di Amerika Serikat menjadi refleksi Tirtawan tentang pentingnya birokrasi bersih, integritas pejabat, dan pemberantasan korupsi di Indonesia. DENPASAR – Tokoh masyarakat Bali, Nyoman Tirtawan, kembali menyoroti pentingnya integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia menilai birokrasi yang bersih bukan hanya berkaitan dengan pemberantasan korupsi, tetapi juga menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan […]

  • Pemerintah Rencanakan Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan untuk Masyarakat Miskin

    Pemerintah Rencanakan Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan untuk Masyarakat Miskin

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    JAKARTA – Pemerintah berencana menghapus tunggakan iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat dengan kriteria tertentu, khususnya bagi peserta yang sebelumnya berstatus mandiri dan kini telah beralih menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Pemda. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menjelaskan kebijakan pemutihan ini dilakukan agar masyarakat miskin tidak lagi terbebani […]

  • Kementerian UMKM Luncurkan Entrepreneur Hub di Unud, Dorong Kolaborasi dan Inovasi Mahasiswa

    Kementerian UMKM Luncurkan Entrepreneur Hub di Unud, Dorong Kolaborasi dan Inovasi Mahasiswa

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    JIMBARAN – Universitas Udayana menjadi lokasi peluncuran program Entrepreneur Hub yang digagas Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Kamis (24/7/2025). Bertempat di Auditorium Widya Sabha Kampus Jimbaran, kegiatan ini menggandeng berbagai mitra strategis, di antaranya PT Pos Indonesia, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, serta Dekranasda Provinsi Bali. Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Moraza, hadir […]

  • Mahasiswa dan Kader Muda Ramaikan Forum Kebangsaan Golkar di Singaraja

    Mahasiswa dan Kader Muda Ramaikan Forum Kebangsaan Golkar di Singaraja

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 7409Komentar

    Singaraja, 6 Juli 2025 — Sebuah forum kebangsaan bertajuk pendidikan politik diselenggarakan oleh DPD Partai Golkar Kabupaten Buleleng di Aula STIE Satya Dharma Singaraja pada Minggu (6/7). Kegiatan ini menjadi ajang pertemuan lintas generasi antara mahasiswa dan kader partai untuk membahas masa depan politik yang lebih partisipatif dan berkualitas. Sekitar 500 peserta memadati ruang acara, […]

expand_less