Breaking News
light_mode

Ratu Niang, Sosok Sepuh yang Sangat Dihormati dalam Tradisi Spiritual Bali

  • account_circle Ray
  • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mengenal Ratu Niang, sosok perempuan sepuh yang dalam sejumlah tradisi Bali dihormati sebagai sesuhunan dan menjadi bagian penting dari kehidupan spiritual masyarakat.

DENPASAR – Bali tidak hanya dikenal karena keindahan alam dan kekayaan budayanya. Pulau Dewata juga memiliki tradisi spiritual yang hidup berdampingan dengan kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah penghormatan terhadap sosok Ratu Niang, yang di sejumlah wilayah dikenal sebagai sesuhunan dan dipuja dalam lingkungan pura maupun tempat suci tertentu.

Ratu Niang kerap digambarkan sebagai sosok perempuan sepuh atau anak lingsir yang memiliki kewibawaan dan kesakralan. Bagi masyarakat yang meyakininya, sosok tersebut bukan sekadar bagian dari cerita masa lalu, melainkan memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan spiritual dan tradisi keagamaan masyarakat Bali.

Namun, pemaknaan mengenai Ratu Niang tidak seragam di seluruh Bali. Nama dan sebutan tersebut dapat memiliki latar belakang, sejarah, serta kisah tradisi yang berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Sosok Sepuh yang Sarat Makna

Dalam kehidupan masyarakat Bali, sosok yang dituakan memiliki posisi penting. Figur perempuan sepuh sering kali dipandang sebagai simbol pengalaman, kebijaksanaan, perlindungan dan penghormatan terhadap generasi terdahulu.

Karena itu, penggambaran Ratu Niang sebagai perempuan tua bukan semata-mata menggambarkan usia. Sosok tersebut juga merepresentasikan kewibawaan dan kedalaman spiritual yang dihormati masyarakat.

Dalam sejumlah tradisi lisan, Ratu Niang bahkan dikisahkan hadir dalam wujud perempuan tua. Cerita semacam ini diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian dari ingatan budaya masyarakat di lingkungan tempat suci tertentu.

Ratu Niang dalam Kehidupan Spiritual Masyarakat Bali

Keberadaan Ratu Niang dapat ditemukan dalam sejumlah tradisi dan tempat suci di Bali. Di beberapa lokasi, namanya dikaitkan dengan keberadaan pelinggih atau tempat pemujaan khusus.

Salah satu yang dikenal adalah Pura Candi Narmada Tanah Kilap di Denpasar. Pura tersebut dikenal masyarakat sebagai salah satu tempat pemujaan yang berkaitan dengan Ratu Niang Sakti.

Di tempat lain, sebutan Ratu Niang juga muncul dalam tradisi masyarakat sebagai bagian dari sesuhunan yang dihormati dan disungsung.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penghormatan terhadap Ratu Niang memiliki akar yang kuat dalam tradisi lokal. Setiap daerah dapat memiliki narasi dan sejarah tersendiri mengenai sosok yang mereka puja.

Bukan Sekadar Cerita, tetapi Bagian dari Tradisi

Bagi masyarakat yang meyakininya, keberadaan Ratu Niang tidak dapat dilepaskan dari aktivitas keagamaan dan adat. Persembahyangan, penghaturan banten, pelaksanaan upacara serta berbagai bentuk penghormatan menjadi bagian dari hubungan spiritual masyarakat dengan sesuhunan yang mereka yakini.

Cerita mengenai Ratu Niang juga banyak berkembang melalui tradisi lisan. Karena itu, terdapat kemungkinan perbedaan versi cerita antara satu tempat dengan tempat lainnya.

Perbedaan tersebut bukan berarti menghilangkan nilai tradisinya. Justru, keberagaman cerita menunjukkan bagaimana masyarakat Bali mempertahankan pengetahuan dan keyakinan lokal melalui proses pewarisan antargenerasi.

Ratu Niang dan Kearifan Lokal Bali

Penghormatan terhadap Ratu Niang juga memperlihatkan bagaimana kehidupan spiritual masyarakat Bali memiliki hubungan erat dengan adat dan lingkungan sosial.

Tempat suci tidak hanya menjadi ruang persembahyangan, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaga hubungan antargenerasi. Nilai penghormatan terhadap leluhur, alam, masyarakat dan kekuatan spiritual diwariskan melalui berbagai bentuk ritual dan tradisi.

Dalam konteks tersebut, Ratu Niang dapat dipahami sebagai salah satu bagian dari kekayaan tradisi spiritual Bali yang masih hidup hingga sekarang.

Sosok perempuan sepuh yang penuh wibawa menjadi representasi tentang sesuatu yang dituakan, dihormati dan dipercaya memiliki kedudukan khusus dalam kehidupan masyarakat.

Tetap Hidup di Tengah Perubahan Zaman

Modernisasi dan perkembangan pariwisata tidak serta-merta menghilangkan tradisi spiritual masyarakat Bali. Di berbagai daerah, ritual dan penghormatan terhadap sesuhunan masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Ratu Niang menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah tradisi dapat terus bertahan melalui pura, upacara, cerita keluarga, tradisi desa dan keyakinan masyarakat.

Bagi masyarakat yang menyungsung-nya, Ratu Niang bukan sekadar nama atau tokoh dalam cerita. Ia merupakan bagian dari identitas spiritual dan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Keberadaan tradisi tersebut sekaligus mengingatkan bahwa Bali memiliki kekayaan budaya yang tidak hanya terlihat dalam upacara besar, pakaian adat atau seni pertunjukan. Di baliknya terdapat sistem kepercayaan, tradisi lisan dan penghormatan spiritual yang terus hidup dalam masyarakat.

Ratu Niang, sosok perempuan sepuh yang dihormati, menjadi salah satu bagian dari mozaik tradisi spiritual Bali yang hingga kini tetap dijaga oleh masyarakat di berbagai wilayah.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (5)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Takut Kena Pelanggaran Hak Cipta, Sejumlah Kafe di Jabodetabek Putar Chant Om Mani Padme Hum Play Button

    Takut Kena Pelanggaran Hak Cipta, Sejumlah Kafe di Jabodetabek Putar Chant Om Mani Padme Hum

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 13Komentar

    JAKARTA – Fenomena unik terjadi di sejumlah kafe di kawasan Jabodetabek. Demi menghindari risiko pelanggaran hak cipta musik komersial, beberapa pemilik kafe memilih langkah tak biasa. Mereka mengganti seluruh backsound mereka dengan lantunan chant “Om Mani Padme Hum” yang menenangkan. Awalnya, keputusan ini muncul setelah meningkatnya razia dan penagihan royalti dari pihak-pihak yang memegang hak […]

  • Pemerintah Berlakukan WFA Saat Lebaran 2026, Upaya Redam Kepadatan Mudik dan Balik

    Pemerintah Berlakukan WFA Saat Lebaran 2026, Upaya Redam Kepadatan Mudik dan Balik

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    JAKARTA – Pemerintah menetapkan kebijakan kerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA) pada periode Lebaran 2026. Langkah ini diambil untuk membantu mengurangi kepadatan mobilitas masyarakat saat arus mudik dan arus balik, tanpa menghambat produktivitas kerja. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, skema WFA diterapkan pada 16–17 Maret 2026 bertepatan dengan puncak arus […]

  • Peringati Global Accessibility Awareness Day, Ascott Bali Dorong Industri Perhotelan Lebih Inklusif

    Peringati Global Accessibility Awareness Day, Ascott Bali Dorong Industri Perhotelan Lebih Inklusif

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Momentum Global Accessibility Awareness Day 2026 dimanfaatkan Ascott Indonesia Area Bali untuk mempertegas komitmennya dalam membangun kesadaran terhadap pentingnya aksesibilitas dan inklusivitas di industri perhotelan. Melalui inisiatif bertajuk “Speak Without Sound”, Ascott menghadirkan ruang edukasi dan empati bagi para pelaku hospitality di Bali, yang digelar di Harris Hotel Kuta Tuban, Kamis (21/5/2026). Kegiatan […]

  • Gaji Pas-pasan di Dalam Negeri, Kerja Kapal Pesiar Dibayar Lebih Tinggi tapi Takut Istri Digoyang Tetangga

    Gaji Pas-pasan di Dalam Negeri, Kerja Kapal Pesiar Dibayar Lebih Tinggi tapi Takut Istri Digoyang Tetangga

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Tekanan upah minimum dan biaya hidup membuat sebagian pekerja Bali melirik pekerjaan di luar negeri, termasuk kapal pesiar, meski harus menghadapi konsekuensi berpisah lama dengan keluarga. DENPASAR — Pilihan bekerja di Bali atau mencari penghasilan ke luar negeri menjadi dilema bagi sebagian pekerja yang telah berkeluarga. Di satu sisi, bekerja dekat dengan istri dan anak […]

  • Tikus dan Api, Wajah Kelam Keadilan di Abad Pertengahan

    Tikus dan Api, Wajah Kelam Keadilan di Abad Pertengahan

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Di masa ketika keadilan sering kali dikendalikan oleh rasa takut, abad pertengahan menyimpan banyak kisah kelam tentang hukuman yang tak hanya menyakiti tubuh, tetapi juga menghancurkan jiwa. Salah satu bentuk penyiksaan paling mengerikan yang pernah tercatat dalam sejarah adalah penyiksaan dengan tikus, metode yang dirancang bukan untuk membunuh dengan cepat, melainkan untuk membuat […]

  • Demokrat Bali Gebrak Jembrana, Pantai Rambut Siwi Dibersihkan dan Dihijaukan

    Demokrat Bali Gebrak Jembrana, Pantai Rambut Siwi Dibersihkan dan Dihijaukan

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    Gerakan Langit Biru Indonesia Asri di Pantai Pura Rambut Siwi diisi aksi bersih-bersih, penanaman 25 pohon, pelepasan 25 burung, dan kegiatan sosial bersama sekitar 250 kader serta simpatisan. JEMBRANA — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bali kembali menggelar aksi lingkungan melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri. Kali ini, kawasan Pantai Pura Dang Kahyangan […]

expand_less