Breaking News
light_mode

PSN Bongkar Jejak Aksara Nusantara, dari Devanagari hingga Aksara Bali

  • account_circle Ngurah Wisnawa
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Seminar PSN Bali mengulas perjalanan aksara Nusantara dari Devanagari dan Pranagari hingga perkembangan aksara daerah, termasuk aksara Bali, sebagai bagian dari upaya menjaga warisan leluhur.

DENPASAR – Aksara bukan sekadar rangkaian simbol untuk menuliskan bahasa. Di balik bentuk dan perkembangannya, tersimpan jejak perjalanan peradaban yang turut membentuk identitas masyarakat Nusantara.

Perspektif tersebut mengemuka dalam seminar bertajuk “Eksplorasi Paleografi Nusantara” yang digelar Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Bali di Aula Kantor PHDI Provinsi Bali, Sabtu (19/9). Seminar tersebut menghadirkan Prof. Dr. Drs. I Made Surada, MA, Dr. I Nyoman Rema, S.S., M.Fil.H., dan Drs. Ketut Sudarsana sebagai narasumber.

Ketua PSN Bali, Pinandita Wayan Dodi Arianta, mengatakan pembahasan mengenai aksara penting bagi para pinandita dan anggota PSN karena berkaitan erat dengan pemahaman terhadap warisan leluhur.

Menurutnya, pemahaman tersebut tidak cukup hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis aksara. Lebih dari itu, diperlukan pemahaman mengenai perjalanan sejarah, perkembangan, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Melalui seminar ini, kita diharapkan dapat mengenal dan memahami jejak sejarah aksara Nusantara, sehingga mampu menjaga warisan leluhur serta menularkannya kepada generasi muda,” ujar Dodi.

Pembahasan mengenai sejarah aksara juga dinilai relevan bagi PSN karena simbol organisasi tersebut menggunakan Omkara dalam aksara Devanagari. Karena itu, kajian mengenai perjalanan aksara menjadi bagian penting untuk memahami latar belakang penggunaan simbol tersebut sekaligus sejarah budaya yang melingkupinya.

Ketua Umum PSN Pusat, Jro Gde Gde Pastika, S.Pd., M.Sos., mengatakan pemahaman mengenai asal-usul dan perkembangan aksara Nusantara penting dimiliki para pinandita dan jro mangku.

Berdasarkan pemaparan para narasumber, perkembangan aksara di Nusantara memiliki keterkaitan dengan tradisi aksara Devanagari dan Pranagari yang kemudian berkembang di berbagai wilayah.

Perkembangan tersebut melahirkan beragam bentuk aksara daerah, di antaranya aksara Sunda, aksara Jawa atau Hanacaraka, hingga aksara Bali.

“Evolusi aksara ini menunjukkan kekayaan seni dan budaya lokal, seperti bagaimana masyarakat Bali mengolah aksara menjadi bentuk kaligrafi yang indah,” kata Jro Gde Pastika.

Meski memiliki keterkaitan dalam perjalanan sejarahnya, perkembangan berbagai aksara tersebut tidak menghilangkan kekhasan aksara Bali. Jro Gde menegaskan bahwa dalam pelaksanaan ritual keagamaan dan upacara yadnya di Bali, penggunaan aksara tetap mengacu pada Aksara Bali sebagai bagian dari kearifan lokal.

Seminar tersebut digelar secara hibrida, yakni secara daring dan luring, dengan total pendaftar mencapai 187 peserta. Sebanyak 44 peserta hadir secara luring, yang terdiri atas para ketua Korwil PSN dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk NTB dan Jakarta.

Menariknya, hasil pembahasan seminar tidak berhenti sebagai materi diskusi. Kajian mengenai aksara dan simbol organisasi tersebut direncanakan menjadi salah satu bahan acuan dan pertimbangan dalam pelaksanaan Mahasabha PSN Pusat mendatang.

Dengan demikian, seminar ini tidak hanya menjadi ruang untuk membahas sejarah perkembangan aksara Nusantara, tetapi juga membuka ruang bagi PSN untuk meninjau kembali hubungan antara sejarah aksara, identitas budaya, dan simbol organisasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan leluhur agar tetap dipahami dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (*)

Ngurah Wisnawa

Penulis

Jadilah Terang Di Hati dan Di Jiwa. SehatBugarWaras

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuasa Hukum PT SUP dan PT MEI Kejaksaan Wajib Eksekusi Vonis 3,5 Tahun Budiman Tiang dan kepemilikan The Umalas Signature Tak Berdasar Hukum

    Kuasa Hukum PT SUP dan PT MEI Kejaksaan Wajib Eksekusi Vonis 3,5 Tahun Budiman Tiang dan kepemilikan The Umalas Signature Tak Berdasar Hukum

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 202Komentar

    DENPASAR – Sengketa hukum terkait kepemilikan dan penguasaan proyek The Umalas Signature (TUS) kembali mencuat setelah Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Denpasar yang menyatakan Budiman Tiang bersalah dalam perkara penggelapan. Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 972 K/Pid/2026 tertanggal 10 Mei 2026, Budiman Tiang dijatuhi hukuman penjara selama 3 tahun 6 bulan, menguatkan putusan Pengadilan […]

  • Bali Bersih? Jaksa Agung Syok, Hanya Tiga Kasus Korupsi Setahun

    Bali Bersih? Jaksa Agung Syok, Hanya Tiga Kasus Korupsi Setahun

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Bali memang lihai soal kebersihan. Jalanan ditata, pantai dipoles, sampah visual di trotoar cepat lenyap. Tapi bagaimana dengan sampah korupsi? Bersih betulan atau hanya bersih di laporan? Pertanyaan itu menyeruak ketika Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin, dibuat terperangah: sepanjang 2025, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali hanya menangani tiga kasus korupsi. “Innalillahi, hanya tiga saja?” […]

  • Tutik Kusuma Wardhani Ajak Anak Muda Waspadai Penyakit Degeneratif

    Tutik Kusuma Wardhani Ajak Anak Muda Waspadai Penyakit Degeneratif

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 12Komentar

    DENPASAR – Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani, mengingatkan generasi muda untuk lebih waspada terhadap ancaman penyakit degeneratif yang kini banyak menyerang anak-anak muda. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan yang digelar oleh Kementerian Kesehatan bersama Komisi IX DPR RI Dapil Bali […]

  • I Made Daging Ditahan 20 Hari, Terseret Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Pura Dalem Balangan

    I Made Daging Ditahan 20 Hari, Terseret Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Pura Dalem Balangan

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    Mantan Kakanwil BPN Bali diperiksa sebagai tersangka sebelum ditahan di Rutan Polda Bali. Penyidik menyita puluhan dokumen dan memeriksa 31 saksi serta delapan ahli. DENPASAR – Mantan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, I Made Daging, resmi ditahan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali selama 20 hari. Penahanan dilakukan setelah […]

  • Burung Kapinis, Sang “Penguasa Langit” yang Bisa Terbang 10 Bulan Tanpa Mampir ke Tanah

    Burung Kapinis, Sang “Penguasa Langit” yang Bisa Terbang 10 Bulan Tanpa Mampir ke Tanah

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 17Komentar

    JAKARTA – Di antara ribuan spesies burung di dunia, burung kapinis (Apus apus) menjadi salah satu yang paling mencengangkan. Perilakunya yang unik membuat para peneliti menempatkannya sebagai salah satu makhluk dengan kemampuan terbang paling ekstrem di planet ini. Berdasarkan data Birds of the World dari Cornell Lab of Ornithology dan studi terbaru yang dipublikasikan dalam […]

  • Ascott Bali Bagikan Ribuan Tas Ramah Lingkungan, Kampanye Kurangi Plastik Sekali Pakai Menjangkau Masyarakat

    Ascott Bali Bagikan Ribuan Tas Ramah Lingkungan, Kampanye Kurangi Plastik Sekali Pakai Menjangkau Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Memperingati Hari Bebas Kantong Plastik Internasional, Ascott Bali Area kembali menggelar kampanye lingkungan bertajuk BAG! BAG! BAG (Bagi Bagi BAG) dengan membagikan tas belanja ramah lingkungan kepada masyarakat di Pasar Kreneng, Denpasar, Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju […]

expand_less