Breaking News
light_mode

Connie Bakrie: Garibaldi Harus Jadi “Sekolah” Kapal Induk TNI AL

  • account_circle Admin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Kehadiran kapal induk Giuseppe Garibaldi di Indonesia dinilai tidak boleh berhenti pada kebanggaan memiliki platform tempur berukuran besar.

Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie mendorong TNI Angkatan Laut menjadikan kapal tersebut sebagai transitional carrier atau kemampuan transisi untuk membangun doktrin dan ekosistem operasi kapal induk.

Menurut Connie, Giuseppe Garibaldi memang dapat memberikan pengalaman penting bagi Indonesia. Namun, kapal tersebut bukan faktor tunggal yang akan mengubah kekuatan TNI AL secara drastis.

“Menurut saya juga Garibaldi itu bukanlah game changer. Karena yang bisa jadi game changer itu adalah transformasi doktrin,” kata Connie Rahakundini Bakrie kepada wartawan, Rabu (26/8/2026).

Akademisi yang juga dikenal sebagai pengamat militer dan pertahanan tersebut menilai nilai strategis Garibaldi justru terletak pada kemampuannya menjadi sarana pembelajaran bagi Indonesia dalam mengoperasikan kapal induk.

Connie menyebut Garibaldi dapat berfungsi sebagai bridge capability, yakni kemampuan yang menjembatani Indonesia menuju penguasaan konsep dan operasi kapal induk secara lebih matang.

“Kalau Garibaldi digunakan sebagai transitional carrier selama, misalnya, satu dekade untuk membangun doktrin, carrier aviation, deck crew gitu kan, command structure, ya Indonesia bisa menggunakan Garibaldi dengan nilai strategis yang besar,” ujarnya.

Menurut dia, keberadaan Garibaldi seharusnya dimanfaatkan untuk membangun kemampuan yang sebelumnya belum menjadi bagian utama dari pengalaman operasional TNI AL. Di antaranya adalah doktrin operasi kapal induk, pengembangan carrier aviation, pelatihan awak dek, prosedur penerbangan dari kapal, hingga struktur komando yang sesuai dengan karakter operasi armada kapal induk.

Dengan pendekatan tersebut, Garibaldi tidak sekadar menjadi simbol bahwa Indonesia telah memiliki kapal induk. Kapal tersebut dapat ditempatkan sebagai semacam “sekolah” untuk membentuk sumber daya manusia, prosedur operasi, pengalaman tempur, serta budaya organisasi yang dibutuhkan untuk mengoperasikan kekuatan laut secara terpadu.

Connie juga mengingatkan agar pembangunan kekuatan TNI AL tidak terjebak pada pendekatan yang hanya berorientasi pada kepemilikan alutsista.
“Yang sekali lagi, dari platform-centric navy menjadi network maritime force,” tegas Connie.

Ia menjelaskan, kapal induk pada dasarnya tidak dirancang untuk bertempur seorang diri. Kapal tersebut membutuhkan kekuatan pendukung yang saling terintegrasi, mulai dari kapal permukaan, kapal selam, pesawat pengintai, sistem komunikasi, dukungan satelit, hingga jaringan sensor dan sistem komando.

Karena itu, menurut Connie, tantangan Indonesia setelah Giuseppe Garibaldi masuk ke dalam kekuatan TNI AL bukan hanya persoalan bagaimana kapal tersebut berlayar dan beroperasi, tetapi bagaimana seluruh elemen armada mampu bekerja sebagai satu kesatuan.

“Jadi, kalau kita bilang Garibaldi, sesungguhnya Indonesia itu dengan Garibaldi harusnya memaksa menjadi, atau belajar menjadi sesuatu yang lebih penting daripada hanya punya. Yaitu mengoperasikan sebuah kapal, how to fight as a fleet gitu. Jangan punya, hanya memiliki,” kata dia.

Pandangan tersebut sejalan dengan perhatian Connie sebelumnya bahwa pengadaan kapal induk harus dibarengi pembangunan ekosistem pertahanan maritim. Ia pernah menekankan bahwa kapal induk tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan kapal pengawal, kapal selam, pesawat, sistem pertahanan, pelatihan kru, serta kesiapan infrastruktur.

Dalam konteks itu, Garibaldi dinilai memiliki fungsi strategis apabila Indonesia mampu menjadikannya sebagai instrumen untuk mempercepat proses pembelajaran.

Pengalaman mengoperasikan kapal berukuran besar dapat menjadi fondasi bagi pengembangan doktrin, sumber daya manusia, sistem komando dan kendali, serta konsep operasi armada.

Connie menilai perubahan mendasar bagi TNI AL tidak ditentukan semata-mata oleh hadirnya satu kapal induk. Faktor yang lebih menentukan adalah kemampuan Indonesia mengintegrasikan berbagai kekuatan laut, udara, bawah laut, dan sistem informasi dalam satu jaringan operasi.

Dengan demikian, Giuseppe Garibaldi sebaiknya tidak ditempatkan sebagai tujuan akhir modernisasi TNI AL. Kapal tersebut justru dapat menjadi titik awal untuk membangun kemampuan Indonesia dalam mengoperasikan kekuatan maritim secara lebih terintegrasi.

Jika konsep transitional carrier itu benar-benar diterapkan, Garibaldi bukan hanya menjadi kapal induk pertama Indonesia, tetapi juga menjadi sarana pembentukan pengalaman dan doktrin menuju kekuatan armada yang lebih matang.

Editor – Ray

Catatan redaksi:

Saya sengaja menggunakan istilah transitional carrier sebagai konsep yang disampaikan Connie, bukan menyimpulkan bahwa Garibaldi otomatis menjadi game changer. Justru inti pernyataannya adalah transformasi doktrin dan kemampuan “how to fight as a fleet”.

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembuangan Sampah Liar Marak, Desa Kemenuh Pasang Spanduk Larangan; Sanksi Tegas Menanti Pelanggar

    Pembuangan Sampah Liar Marak, Desa Kemenuh Pasang Spanduk Larangan; Sanksi Tegas Menanti Pelanggar

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    GIANYAR — Maraknya pembuangan sampah liar di sejumlah titik wilayah Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, mendorong pemerintah desa bersama desa adat mengambil langkah tegas dengan memasang spanduk larangan di lokasi-lokasi strategis. Upaya ini dilakukan sebagai penegasan aturan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Perbekel Desa Kemenuh, I Dewa Nyoman Neka, mengungkapkan bahwa […]

  • Man Tayax Bicara Lantang: Megawati–Soeharto Bukan Sekadar Dendam, Ini Luka Bangsa yang Belum Sembuh

    Man Tayax Bicara Lantang: Megawati–Soeharto Bukan Sekadar Dendam, Ini Luka Bangsa yang Belum Sembuh

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    DENPASAR — Pemikir kritis Bali, I Nyoman Sukataya alias Man Tayax, angkat bicara soal polemik reaksi keras Megawati Soekarnoputri terhadap penetapan Jenderal Besar H. Mohamad Soeharto sebagai pahlawan nasional oleh pemerintahan Prabowo–Gibran. Menurutnya, publik keliru jika melihat ini hanya sebagai drama politik atau dendam personal. Ia menegaskan bahwa satu generasi bangsa membawa luka sejarah yang […]

  • Lapor ke Komisi III DPR RI, Pengusaha UMKM Bali Minta Perlindungan Hukum usai Toko Disegel dan Ratusan Bal Bawang Disita

    Lapor ke Komisi III DPR RI, Pengusaha UMKM Bali Minta Perlindungan Hukum usai Toko Disegel dan Ratusan Bal Bawang Disita

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Vaza Fernantha
    • 6Komentar

    Komisi III DPR RI Diminta Turun Tangan, Pengusaha UMKM Bali Adukan Dugaan Pelanggaran Prosedur Penyidikan DENPASAR – Pengusaha UMKM CV Berkah Bawang Bali, Hendric Libra Surya Putra, resmi mengadukan dugaan pelanggaran prosedur penyidikan oleh oknum penyidik Unit IV Subdit I Ditkrimsus Polda Bali kepada Komisi III DPR RI. Melalui kuasa hukumnya, Hendric meminta perlindungan hukum […]

  • Koster Gandeng KSAD dan Investor, PSEL Pesanggaran Dipacu Jadi Solusi Krisis Sampah Bali

    Koster Gandeng KSAD dan Investor, PSEL Pesanggaran Dipacu Jadi Solusi Krisis Sampah Bali

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    DENPASAR — Pemerintah Provinsi Bali mulai mempercepat realisasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Pesanggaran, Denpasar Selatan. Gubernur Bali, Wayan Koster, bersama Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Maruli Simanjuntak, turun langsung meninjau lokasi pembangunan proyek strategis tersebut. Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan pembangunan sekaligus mempercepat tahapan realisasi proyek […]

  • Scan–Lapor–Beres! Propam Polri Luncurkan Layanan Digital Pengaduan Oknum Polisi

    Scan–Lapor–Beres! Propam Polri Luncurkan Layanan Digital Pengaduan Oknum Polisi

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 19Komentar

    JAKARTA — Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri menghadirkan terobosan baru berbasis digital untuk membuka ruang pengaduan publik seluas-luasnya. Melalui fitur “Pengaduan Cepat Propam Polri”, masyarakat kini dapat melaporkan dugaan pelanggaran oknum anggota Polri hanya dengan memindai QR Code, cepat, aman, dan transparan. Inovasi ini merupakan gagasan langsung Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim, […]

  • WHAT’s NEXT, MR. PRESIDENT ?

    WHAT’s NEXT, MR. PRESIDENT ?

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    JAKARTA – Saya pernah mendukung mantan Presiden Joko Widodo – yang pernah mengunjungi kediaman saya saat berkampanye menjadi Gubernur DKI tahun 2012 – tahun 2014, meski tidak mencoblos karena ketidakpercayaan saya dengan sistem demokrasi liberal kebablasaan. Namun belum satu tahun Jokowi memerintah, pupus harapan saya terhadap beliau karena dilanggarnya beberapa “pakem” seorang satria yang saya […]

expand_less