Breaking News
light_mode

Dorong Akses Pura di Kawasan BTID, PHDI Ingin Harmonis Sampai Masa Mendatang

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menegaskan pentingnya penyelesaian polemik akses menuju pura-pura yang berada di kawasan PT Bali Turtle Island Development (BTID) di Serangan, Denpasar.

Penyelesaian tersebut dinilai mendesak agar tidak memicu konflik berkepanjangan yang dapat merugikan masyarakat Bali. Hal itu mengemuka dalam Rapat Perlindungan Pura di Kawasan BTID Serangan yang digelar di Aula PHDI Provinsi Bali, Kamis (25/6/2026).

Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kesatuan Bangsa Sabha Walaka PHDI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Dr. I Putu Sastra Wingarta, S.IP., M.Sc., berharap forum tersebut menghasilkan keputusan nyata, bukan sekadar menjadi ajang diskusi tanpa tindak lanjut.

“Masalah ini harus segera diselesaikan dengan menghasilkan keputusan. Pertemuan ini jangan sampai hanya menjadi omon-omon,” tegas mantan Komandan Paspampres itu.

Ia juga meminta agar pada pertemuan selanjutnya dihadirkan para pengambil keputusan secara langsung, bukan hanya perwakilan, sehingga solusi yang disepakati dapat segera diimplementasikan.

Menurutnya, penyelesaian persoalan akses menuju pura harus segera diwujudkan agar tidak terus memunculkan gesekan di tengah masyarakat.

“Umat Hindu jumlahnya tidak besar. Jangan sampai persoalan ini justru membuat Bali semakin rusak karena konflik yang berkepanjangan,” ujarnya.

Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya.

Rapat tersebut dihadiri Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua PHDI Bali I Nyoman Kenak, Sekretaris PHDI Bali Putu Wirata Dwikora, perwakilan BTID, Baga Palemahan Desa Adat Serangan I Made Karsa, Ketua Paiketan Krama Bali I Wayan Jondra, Koordinator FOR HATI Bali Anak Agung Made Sudarsa, ahli filologi Sugi Lanus, Ketua Pansus TRAP DPRD Bali I Made Supartha, para sulinggih, tokoh adat, pengempon pura, akademisi, serta unsur masyarakat lainnya.

Sementara itu, Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya mengajak seluruh pihak mengedepankan dialog dan semangat kebersamaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkembang, termasuk terkait akses umat Hindu menuju pura-pura di kawasan BTID Serangan.

Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang untuk menghimpun berbagai aspirasi yang nantinya akan menjadi bahan tindak lanjut bersama pemerintah daerah dan DPRD Bali.

“Hari ini kita berkumpul bersama seluruh elemen masyarakat. Semua diberikan kesempatan menyampaikan pandangan agar persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui musyawarah dan kebersamaan,” katanya.

Wisnu menekankan bahwa pembangunan di Bali harus tetap berjalan selaras dengan pelestarian budaya, kawasan suci, lingkungan, serta kepentingan masyarakat adat.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan Panitia Khusus Tata Ruang, Adat, dan Pariwisata (Pansus TRAP) DPRD Bali yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan perlindungan kawasan suci.

“Kami mendukung keberadaan Pansus TRAP sebagai bagian dari upaya menjaga Bali agar pembangunan tetap sejalan dengan kepentingan masyarakat, budaya, adat, dan lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wisnu mengungkapkan bahwa seluruh masukan yang disampaikan dalam forum tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama Pemerintah Provinsi Bali dan DPRD Bali. Ia bahkan mengusulkan pembentukan tim kecil yang melibatkan berbagai tokoh untuk merumuskan solusi konkret.

“Masukan yang disampaikan hari ini sangat berharga. Ke depan bisa dibentuk kelompok kerja atau tim kecil agar solusi yang dihasilkan lebih komprehensif dan persoalan tidak terus berkembang,” katanya.

Di sisi lain, Ketua PHDI Provinsi Bali I Nyoman Kenak menjelaskan bahwa forum tersebut digelar sebagai respons atas berbagai aspirasi masyarakat terkait akses umat menuju pura-pura di kawasan BTID Serangan.

Selain persoalan akses persembahyangan, pembahasan juga mencakup keberadaan pelaba pura, kesucian kawasan, serta perlindungan tempat-tempat suci di tengah dinamika pembangunan.

Menurutnya, PHDI Bali berharap forum ini mampu menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi dasar penyelesaian persoalan secara adil, bijaksana, serta tetap berlandaskan nilai-nilai agama Hindu, adat, budaya, dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Pura sebagai tempat suci umat Hindu harus mendapat perlindungan, termasuk memastikan akses yang memadai bagi umat untuk menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

Melalui forum tersebut, PHDI berharap terbangun kesepahaman seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kesucian pura, melestarikan budaya Bali, sekaligus memastikan pembangunan berlangsung secara harmonis sesuai filosofi menyama braya dan kearifan lokal Bali.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transformasi Digital Jadi Harapan Baru Koperasi Bahana Lintas Nusantara 

    Transformasi Digital Jadi Harapan Baru Koperasi Bahana Lintas Nusantara 

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Surakarta – Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN), yang berpusat di Surakarta, kini tengah berupaya memulihkan kondisi usaha setelah mengalami kesulitan likuiditas akibat dampak ekonomi global dan tersendatnya sejumlah proyek besar. Ketua Koperasi BLN, Nicholas atau Nicho, mengungkapkan hal ini dalam konferensi pers yang digelar Rabu (23/7) di Salatiga. Sejak Maret 2025, BLN menghadapi tekanan berat, […]

  • SMK Negeri 1 Lobalain Semarakkan HUT RI ke-80 dengan Lomba Kreatif dan Semangat Nasionalisme

    SMK Negeri 1 Lobalain Semarakkan HUT RI ke-80 dengan Lomba Kreatif dan Semangat Nasionalisme

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 14Komentar

    Lobalain – Suasana semarak terasa di SMK Negeri 1 Lobalain saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, yang digelar pada 13–15 Agustus 2025. Berbagai lomba kreatif diselenggarakan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus mengasah bakat dan kreativitas siswa-siswi. Rangkaian kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Kristian Isach, S.Pd., dan melibatkan partisipasi seluruh warga sekolah. Di […]

  • Misteri Pipa Baigong di Cina, Jejak Peradaban Kuno atau Fenomena Alam?

    Misteri Pipa Baigong di Cina, Jejak Peradaban Kuno atau Fenomena Alam?

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 29Komentar

    CINA – Di dekat Gunung Baigong, sebuah formasi batu berusia sekitar 150.000 tahun menyimpan salah satu teka-teki arkeologi paling membingungkan: Pipa Baigong. Struktur berbentuk pipa logam berwarna karat itu menonjol dari dinding gua dan memanjang hingga ke danau air asin di sekitarnya, dengan beberapa bagian bahkan terkubur jauh di dalam batu. Tata letaknya yang geometris […]

  • Green SM Serahkan Hadiah Mobil Listrik VinFast VF 3, Apresiasi bagi Pelanggan Setia

    Green SM Serahkan Hadiah Mobil Listrik VinFast VF 3, Apresiasi bagi Pelanggan Setia

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    Jakarta, 21 Agustus 2025 – Suasana penuh kegembiraan menyelimuti acara penyerahan hadiah program “Ride Green Get Your Dream” yang digelar Green SM di Jakarta. Seorang pelanggan setia layanan taksi listrik tersebut berhasil membawa pulang satu unit mobil listrik VinFast VF 3 sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan loyalitasnya. Program “Ride Green Get Your Dream” yang […]

  • Dokumen KEK Kura-Kura Bali Diserahkan ke Satpol PP, BTID Tegaskan Seluruh Izin Sesuai Prosedur

    Dokumen KEK Kura-Kura Bali Diserahkan ke Satpol PP, BTID Tegaskan Seluruh Izin Sesuai Prosedur

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    Denpasar – PT Bali Turtle Island Development (BTID) resmi menyerahkan seluruh dokumen perizinan terkait pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali, termasuk rencana pembangunan marina, kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali, Rabu (4/3). Dokumen tersebut selanjutnya akan dikompilasi dan dianalisis bersama Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD […]

  • Bermakna Bhuta Hita Samastha, Yayasan Dwijendra Gelar Parade Ogoh-ogoh Sambut Nyepi Tahun Saka 1948

    Bermakna Bhuta Hita Samastha, Yayasan Dwijendra Gelar Parade Ogoh-ogoh Sambut Nyepi Tahun Saka 1948

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Budi Susilawarsa
    • 1Komentar

    Denpasar – Yayasan Dwijendra menggelar parade ogoh-ogoh untuk menyambut momen Nyepi Tahun Saka 1948 dengan mengangkat tema “Bhuta Hita Samastha”. Acara parade tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Maret 2026. Sebanyak 15 buah ogoh-ogoh dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK diarak dalam parade. Sebelumnya, terlebih dahulu dilaksanakan pementasan di depan halaman Yayasan Dwijendra. Acara […]

expand_less