Breaking News
light_mode

Akademisi UGM Soroti Ketimpangan MBG, Daerah Stunting Tinggi Justru Minim SPPG

  • account_circle Admin
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus Founder Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar, mengungkap sejumlah catatan kritis terkait pelaksanaan program tersebut, terutama menyangkut distribusi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan efektivitas penggunaan anggaran.

Dalam sebuah dialog televisi, Media memaparkan data yang menunjukkan adanya ketimpangan antara angka stunting dan jumlah SPPG yang tersedia di sejumlah daerah.

Menurutnya, wilayah dengan tingkat stunting tertinggi justru tidak memperoleh dukungan fasilitas yang proporsional. Ia mencontohkan Papua Pegunungan yang memiliki angka stunting sekitar 40 persen, namun hanya didukung 13 SPPG.

Sebaliknya, Sulawesi Barat yang memiliki angka stunting sekitar 35 persen tercatat memiliki 177 SPPG. Sementara Jawa Barat yang angka stuntingnya berada di kisaran 15 persen justru memiliki 6.357 SPPG.

“Kalau ini benar-benar program penanganan stunting, data hari ini menunjukkan sesuatu yang tidak masuk akal,” ujar Media.

Selain menyoroti distribusi layanan, Media juga mempertanyakan klaim bahwa mayoritas masyarakat mendukung program MBG. Menurutnya, pengukuran dukungan publik terhadap suatu kebijakan tidak cukup dilakukan dengan pertanyaan sederhana mengenai suka atau tidak suka terhadap program tersebut.

Ia menjelaskan bahwa dalam kajian kebijakan publik terdapat pendekatan ilmiah yang dikenal sebagai discrete choice method, yaitu metode yang memberikan beberapa alternatif kebijakan kepada responden untuk mengetahui prioritas yang benar-benar mereka pilih.

“Dukungan publik terhadap kebijakan seharusnya diukur dengan metode yang lebih komprehensif, sehingga dapat diketahui program mana yang paling dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Media juga menyoroti aspek efisiensi anggaran dalam pelaksanaan MBG. Berdasarkan hasil penelitian yang ia lakukan terhadap berbagai program bantuan sosial di ratusan negara, ia menilai porsi biaya operasional dalam program tersebut relatif besar dibanding manfaat yang diterima penerima program.

Menurutnya, jika anggaran yang dialokasikan untuk setiap anak mencapai Rp15 ribu, maka sekitar Rp7 ribu di antaranya digunakan untuk biaya penyelenggaraan, sementara sisanya menjadi nilai manfaat yang diterima peserta.

“Kalau bicara hak anak-anak, sebenarnya anggarannya bukan Rp8 ribu, tetapi Rp15 ribu. Dari jumlah itu, sekitar Rp7 ribu habis untuk biaya penyelenggaraan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Media menilai berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG berpotensi terus berulang apabila tidak disertai evaluasi dan perbaikan tata kelola secara menyeluruh.

Ia mengingatkan bahwa efektivitas program akan sulit tercapai apabila distribusi layanan, pengelolaan anggaran, dan potensi konflik kepentingan dalam pelaksanaannya tidak dibenahi sejak dini.

“Tanpa evaluasi menyeluruh, persoalan ini bisa terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. Jika pelaksanaannya masih menyisakan konflik kepentingan, masalah yang sama akan terus muncul,” katanya.

Pernyataan tersebut menambah daftar masukan dari kalangan akademisi terhadap program MBG yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Evaluasi berbasis data dinilai penting untuk memastikan tujuan peningkatan gizi dan penurunan angka stunting dapat tercapai secara efektif dan tepat sasaran.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Imigrasi Ngurah Rai deportasi empat WNA kelompok Bonnie Blue, langgar lalu lintas dan izin tinggal

    Imigrasi Ngurah Rai deportasi empat WNA kelompok Bonnie Blue, langgar lalu lintas dan izin tinggal

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    BADUNG – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai bersama Polres Badung resmi mendeportasi empat warga negara asing (WNA) yang tergabung dalam manajemen konten kreator “Bonnie Blue”. Keempatnya terbukti melakukan pelanggaran lalu lintas sekaligus menyalahgunakan izin tinggal selama berada di Bali. Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara menjelaskan, penindakan ini bermula dari laporan dan […]

  • Len Industri Kenalkan Drone “Kumbang”, UAV Tempur VTOL Buatan Anak Bangsa

    Len Industri Kenalkan Drone “Kumbang”, UAV Tempur VTOL Buatan Anak Bangsa

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Bandung — PT Len Industri yang tergabung dalam holding pertahanan DEFEND ID resmi memperkenalkan inovasi terbaru di sektor teknologi militer berupa Drone Kumbang, sebuah wahana tanpa awak (UAV) yang dirancang untuk misi pengintaian sekaligus operasi tempur taktis. Peluncuran drone ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemampuan pertahanan nasional, sekaligus menegaskan komitmen industri dalam negeri dalam […]

  • Preman Berbaju Polisi, Ironi Kapolda Riau Herry Heryawan Gunakan Jaringan Herkules Intimidasi Aktivis

    Preman Berbaju Polisi, Ironi Kapolda Riau Herry Heryawan Gunakan Jaringan Herkules Intimidasi Aktivis

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Pekanbaru – Situasi penegakan hukum di Provinsi Riau mencapai titik nadir yang mengkhawatirkan. Di tengah perjuangan para aktivis kemanusiaan membela Jekson Sihombing, seorang warga negara yang dikriminalisasi dan disiksa di sel isolasi (strapsel), muncul fenomena mengerikan: penggunaan kekuatan premanisme untuk membungkam suara kritis. Peristiwa yang terjadi pada Minggu sore, 25 Januari 2026, menjadi bukti nyata […]

  • Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga, Kompos Berlimpah Bisa Didistribusikan ke Petani

    Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga, Kompos Berlimpah Bisa Didistribusikan ke Petani

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Budi Susilawarsa
    • 1Komentar

    Denpasar — Sekretaris DPD Partai NasDem Kota Denpasar, A.A. Putu Sugiartha, ST, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah organik rumah tangga dapat dilakukan melalui berbagai metode, seperti bag composter, teba modern, tong edan, maupun komposter rumah tangga lainnya. Namun demikian, setelah proses pengolahan selesai dan kompos dihasilkan, masyarakat kerap mengalami kebingungan dalam pemanfaatannya. Pasalnya, jumlah kompos yang […]

  • Komisi I DPRD Rote Ndao Desak Bupati Nonaktifkan 42 Kepala Desa Terkait Penyelewengan Dana Desa

    Komisi I DPRD Rote Ndao Desak Bupati Nonaktifkan 42 Kepala Desa Terkait Penyelewengan Dana Desa

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 15Komentar

    ROTE NDAO – Komisi I DPRD Rote Ndao mendesak Bupati Paulus Henuk untuk segera menonaktifkan sebanyak 42 kepala desa yang terindikasi melakukan penyelewengan anggaran desa. Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Rote Ndao, Mesak Lona, usai melakukan investigasi lapangan dan menemukan adanya bukti penyalahgunaan dana desa di berbagai wilayah. Berdasarkan hasil audit […]

  • Lebih Terkutuk dari Merusak Alam! Pendidikan Curang Hancurkan Generasi Bali

    Lebih Terkutuk dari Merusak Alam! Pendidikan Curang Hancurkan Generasi Bali

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    DENPASAR – Di tengah berbagai wacana spiritual tentang kutukan terhadap perusak alam Bali, terselip satu kenyataan yang lebih gelap dan nyaris tak tersentuh yakni kehancuran moral dan keadilan dalam sistem pendidikan. Pengamat sosial-politik Bali, Anak Agung Gede Agung Aryawan, melontarkan kritik pedas terhadap kondisi pendidikan saat ini yang dinilai telah menyimpang jauh dari nilai-nilai keadilan […]

expand_less