Breaking News
light_mode

Mencari Kesempurnaan pada yang Tidak Sempurna

  • account_circle Ray
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

All Your Perfects and Finding Perfect

DENPASAR – Kebingungan eksistensial manusia modern pernah dirumuskan dengan tajam oleh seorang bijak: ketika ditanya apa yang paling membingungkannya

dalam hidup, jawabannya adalah “manusia itu sendiri”. Paradoksnya jelas—manusia mengorbankan kesehatan demi akumulasi materi, lalu mengorbankan materi demi memulihkan kesehatan. Ia cemas akan masa depan yang belum tiba, sementara masa lalunya kosong dari sweet memory yang bermakna.

Lebih ironis lagi, manusia kerap berbangga pada atribut-atribut yang bukan hasil jerih payahnya: paras yang gagah atau jelita, garis keturunan, status sosial. Padahal semua itu given, anugerah Tuhan yang tidak pernah diminta dan pada waktunya akan luruh termakan usia. Kebanggaan sejati seharusnya terletak pada apa yang lahir dari tangan, hati, dan perjuangan diri: akhlak. Di titik inilah kemuliaan manusia yang sesungguhnya bertempat.

Baginda Rasulullah menegaskan tolok ukur kemuliaan tersebut dalam sabdanya:

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِكُمْ مِنْ شَرِّكُمْ

“Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang orang yang terbaik di antara kalian dan orang yang terburuk di antara kalian?”

Lanjut sabda Beliau:

خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ، وَشَرُّكُمْ مَنْ لَا يُرْجَى

خَيْرُهُ وَلَا يُؤْمَنُ شَرُّهُ

Sebaik-baik kalian adalah orang yang kebaikannya diharapkan dan terbebas dari keburukannya. Dan seburuk-buruk kalian adalah orang yang kebaikannya tidak diharapkan dan kalian tidak aman dengan keburukannya.

Khalil Gibran menulis dengan lirih: “Beauty is not in the face; beauty is a light in the heart”.

Keindahan fisik bersifat fana, sementara akhlak bersifat abadi.

Dalam konteks peradaban kontemporer, Yuval Noah Harari dalam 21 Lessons for the 21st Century (2018) mengingatkan bahwa percepatan teknologi justru membuat nilai kemanusiaan yang paling elementer: empati, kasih sayang, etika, menjadi langka sekaligus paling berharga. Ketika algoritma menggantikan relasi, maka akhlak berfungsi sebagai mercusuar moral yang menuntun manusia agar tidak hanyut.

Maka, “kesempurnaan” yang kita cari bukan pada wajah, harta, atau status. All your perfects, segala keping kesempurnaan itu, hanya dapat ditemukan ketika kita menanam kebun kebajikan. Karena yang lahir dari perjuangan akhlaklah yang akan menuai kemuliaan, baik di dunia maupun akhirat.

Selamat Tahun Baru 1448 H.

Masrur Makmur La Tanro

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (3)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Valentine 2026, Monarch Bali Dalung Salurkan Bantuan ke Dua Panti Asuhan

    Valentine 2026, Monarch Bali Dalung Salurkan Bantuan ke Dua Panti Asuhan

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 9Komentar

    DENPASAR – Memaknai Hari Kasih Sayang yang jatuh pada 14 Februari 2026, Monarch Bali Dalung menggelar kegiatan sosial bertajuk Jalinan Kasih dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada dua panti asuhan di Denpasar dan Kabupaten Tabanan. Bantuan diserahkan kepada Yayasan Metta Mama & Maggha yang berlokasi di Jalan Gunung Lawu No. 30 Denpasar serta Yayasan Gayatri Widya […]

  • Sebagai Perempuan, Kunci Utama adalah Keyakinan dan Kepercayaan Diri, Maknai Hari Kartini 2026 dengan Lebih Mendalam

    Sebagai Perempuan, Kunci Utama adalah Keyakinan dan Kepercayaan Diri, Maknai Hari Kartini 2026 dengan Lebih Mendalam

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Budi Susilawarsa
    • 7Komentar

    Denpasar – Di balik peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026, Anggota Komisi IV DPRD Bali, Ni Wayan Sari Galung, S.Sos., menegaskan bahwa terdapat banyak nilai positif yang dapat dimaknai dari momentum tersebut. Menurutnya, perayaan Hari Kartini tidak hanya sekadar berbicara tentang emansipasi perempuan. Lebih dari itu, nilai-nilai yang terkandung mencakup kesetaraan gender, pendidikan, kehidupan […]

  • Bea Cukai Ngurah Rai Resmikan Customs Payment Point, Pembayaran Bea Masuk Kini Lebih Transparan

    Bea Cukai Ngurah Rai Resmikan Customs Payment Point, Pembayaran Bea Masuk Kini Lebih Transparan

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Dwi Putra
    • 6Komentar

    Fasilitas hasil sinergi Bea Cukai dan Bank Mandiri ini memungkinkan pembayaran BM PDRI secara elektronik dan langsung masuk ke kas negara. DENPASAR – Bea Cukai Ngurah Rai menghadirkan Customs Payment Point (CPP) di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Fasilitas ini menjadi bagian dari modernisasi layanan pembayaran Bea Masuk dan Pajak Dalam […]

  • Iran Rampungkan Pembelian 48 Jet Tempur Su-35 dari Rusia, Pengiriman Ditunda hingga Perang Berakhir

    Iran Rampungkan Pembelian 48 Jet Tempur Su-35 dari Rusia, Pengiriman Ditunda hingga Perang Berakhir

    • calendar_month Selasa, 3 Nov 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    48 Unit Su-35 dan Ambisi Iran Memperkuat Kekuatan Udara TEHERAN – Iran mengonfirmasi telah menyelesaikan proses pembelian jet tempur canggih Sukhoi Su-35 dari Rusia. Namun, pengiriman pesawat tempur tersebut terpaksa ditunda hingga konflik militer yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat berakhir. Kepastian tersebut disampaikan Juru Bicara Angkatan Darat Republik Islam Iran (Artesh), Brigadir Jenderal Mohammad […]

  • Tay Kak Sie Semarang, Jejak 280 Tahun Sejarah Pecinan dan Harmoni Budaya Nusantara

    Tay Kak Sie Semarang, Jejak 280 Tahun Sejarah Pecinan dan Harmoni Budaya Nusantara

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    SEMARANG — Di tengah kawasan Pecinan Semarang, Jawa Tengah, Kelenteng Tay Kak Sie di Gang Lombok berdiri sebagai salah satu penanda penting perjalanan sejarah masyarakat Tionghoa sekaligus kekayaan budaya Kota Semarang. Berdiri sejak abad ke-18, kelenteng ini hingga kini tetap menjadi ruang ibadah, pelestarian tradisi, sekaligus bagian dari wajah keberagaman kota. Kelenteng Tay Kak Sie […]

  • Lulus Cum Laude, dr. Agus Manik Kembangkan Disertasi Model Desa Bijak Antibiotika untuk Lawan Resistensi Antimikroba

    Lulus Cum Laude, dr. Agus Manik Kembangkan Disertasi Model Desa Bijak Antibiotika untuk Lawan Resistensi Antimikroba

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Ray
    • 20Komentar

    DENPASAR – Promovendus dr. I Wayan Agus Gede Manik Saputra, M.Ked.Klin, Sp.MK., Mempertahankan disertasi-nya dengan tema Pengembangan Model Desa Bijak Antibiotika (SAJAKA) dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Resistensi Antimikroba dengan Pendekatan One Health, Kamis 13 November 2025 di Gedung Fakultas Kedokteran Lt. IV Ruang Pertemuan dr. A.A. Made Djelantik. Prof. dr. I Made Ady Wirawan, […]

expand_less