Budaya dan Kuliner Yogyakarta Jadi Daya Tarik Utama, Royal Ambarrukmo Raup Minat Buyer Mancanegara di BBTF 2026
- account_circle Admin
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BALI – Di tengah prediksi melambatnya nilai transaksi pada Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 akibat dominasi pasar wisatawan jarak dekat (short haul), Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta justru mencatat capaian menggembirakan dengan tingginya minat buyer internasional terhadap produk wisata yang ditawarkannya.

Maya Dewi (Director of Sales and Marketing) kanan.
Partisipasi hotel bersejarah asal Yogyakarta itu dalam ajang yang berlangsung di Bali International Convention Center berhasil menarik perhatian pelaku industri pariwisata dari berbagai kawasan dunia, mulai Asia, Eropa, Timur Tengah hingga Afrika Selatan.
Memasuki hari kedua penyelenggaraan BBTF 2026, aktivitas bisnis di arena pameran masih berlangsung dinamis. Berbagai pertemuan bisnis dan penjajakan kerja sama baru terus mewarnai salah satu bursa pariwisata terbesar di Indonesia tersebut.
Ketua Panitia BBTF 2026, Putu Winastra, mengungkapkan jumlah buyer dan exhibitor tahun ini melampaui target yang ditetapkan panitia. Namun demikian, nilai transaksi diperkirakan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya karena masih didominasi pasar wisatawan jarak dekat.

“Jumlah buyer dan exhibitor melampaui target. Namun nilai transaksi tahun ini diperkirakan turun karena masih didominasi pasar wisatawan short haul atau jarak dekat,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, Royal Ambarrukmo berhasil memanfaatkan momentum dengan mengangkat kekuatan Yogyakarta sebagai destinasi budaya dan gastronomi. Strategi tersebut terbukti efektif dalam menarik perhatian buyer internasional yang mencari pengalaman wisata autentik berbasis budaya lokal.

Methildis Avelliani (Sales Executive) kanan.
Director of Sales and Marketing Royal Ambarrukmo, Maya Dewi, mengatakan antusiasme buyer terhadap berbagai paket dan pengalaman wisata yang ditawarkan melampaui ekspektasi.
“Sejak hari pertama, kami bertemu banyak buyer baru yang potensial. Dari sekitar 20 appointment yang dijadwalkan, realisasinya mencapai 40 buyer yang datang langsung ke booth Royal Ambarrukmo. Mereka berasal dari Asia, Myanmar, Afrika Selatan, Eropa hingga Timur Tengah,” kata Maya.

Menurutnya, tren positif tersebut berlanjut pada hari kedua pameran. Dari 20 pertemuan bisnis yang telah dijadwalkan, sebanyak 39 buyer hadir dan melakukan penjajakan kerja sama.
Buyer yang hadir berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Singapura, sejumlah negara Asia lainnya, serta kawasan Eropa. Maya menilai kualitas buyer yang hadir tahun ini cukup menjanjikan dan berpotensi membuka pasar baru bagi pariwisata Yogyakarta.
Selain menawarkan akomodasi premium, Royal Ambarrukmo juga menyoroti potensi wisata gastronomi yang kini menjadi salah satu fokus pengembangan sektor pariwisata nasional. Melalui pendekatan tersebut, kuliner tidak hanya diposisikan sebagai pelengkap perjalanan, tetapi menjadi bagian penting dari pengalaman wisata yang sarat nilai budaya dan sejarah.
Program penguatan gastronomi yang didorong pemerintah melalui Wonderful Indonesia Gourmet (WIG) dinilai sejalan dengan karakter Yogyakarta yang kaya akan tradisi kuliner dan warisan budaya. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi destinasi ini untuk memperluas pasar wisatawan mancanegara yang mencari pengalaman perjalanan yang lebih autentik dan berkualitas.
Bagi Royal Ambarrukmo, keikutsertaan dalam BBTF 2026 menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner Yogyakarta kepada pasar global sekaligus memperluas jaringan bisnis internasional.

Menjelang berakhirnya penyelenggaraan BBTF 2026, Maya berharap pada tahun mendatang semakin banyak buyer dan tour operator dari pasar jarak jauh (long haul) yang berpartisipasi sehingga mampu mendorong peningkatan transaksi dan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
“Kami berharap BBTF 2027 dapat menarik lebih banyak buyer dari pasar long haul sehingga potensi kunjungan wisatawan internasional dan transaksi bisnis pariwisata Indonesia bisa tumbuh lebih kuat,” pungkasnya.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar