Video Driver Mengeluh Sepi Order Viral, Begini Kondisi Terkini Pariwisata Bali
- account_circle Admin
- calendar_month 13 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria mengaku sebagai driver di Bali kesulitan mendapatkan pesanan dari wisatawan viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia menyebut telah menunggu seharian tanpa memperoleh satu pun orderan, hingga memunculkan pertanyaan publik soal kondisi pariwisata Pulau Dewata.
Isu yang berkembang di masyarakat menyebutkan sektor pariwisata Bali tengah mengalami kelesuan. Bahkan, muncul anggapan wisatawan yang datang ke Bali mengalami penurunan signifikan sehingga berdampak pada pendapatan para pelaku jasa transportasi.
Namun, sejumlah driver di lapangan menyampaikan gambaran yang lebih beragam. Made, seorang pengemudi yang biasa mangkal di Bandara I Gusti Ngurah Rai, mengaku masih menerima pesanan antar-jemput wisatawan meski tidak seramai periode puncak liburan.
“Ada tamu, tapi memang agak sepi. Januari sampai April memang low season. Sekarang terasa lebih sepi dibanding tahun lalu,” ujar Made di Denpasar, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, kondisi ini merupakan siklus tahunan yang lazim terjadi di Bali. Awal tahun hingga menjelang pertengahan tahun biasanya menjadi periode kunjungan yang lebih landai dibandingkan musim liburan akhir tahun atau pertengahan tahun.
Hal senada disampaikan Komang, driver lainnya yang juga beroperasi di kawasan bandara. Ia mengaku masih memperoleh pesanan secara rutin, meski intensitasnya tidak setinggi musim ramai. “Syukurnya tetap ada orderan,” katanya.
Para pengemudi juga mencatat adanya pergeseran komposisi wisatawan. Belakangan, wisatawan asal India disebut cukup mendominasi kunjungan ke Bali.
Fenomena video viral tersebut dinilai tidak serta-merta mencerminkan kondisi keseluruhan sektor pariwisata di Bali. Meski diakui terdapat penurunan aktivitas pada periode low season, sejumlah pelaku usaha transportasi menyebut roda pariwisata tetap berjalan, hanya dengan ritme yang lebih lambat dibanding musim puncak.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar