Silsilah Hanya Pelengkap Bukan Kepemilikan, Saksi Ahli Hukum Bungkam Klaim Tanah Waris Jero Jambe Suci
- account_circle Ray
- calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
- print Cetak

Turah Oka, keluarga besar Jro Kepisah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Sengketa tanah warisan antara AA Eka Wijaya (Jero Jambe Suci) dan AA Ngurah Oka (Jero Kepisah) kembali memasuki babak penting dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (15/7/2025). Sidang yang menyoroti dugaan pemalsuan silsilah ini menghadirkan saksi ahli hukum pertanahan dan administrasi negara dari Universitas Udayana, Dr. Made Gde Subha Karma Resen, SH., M.Kn., yang memberikan penjabaran tajam soal dasar hukum hak atas tanah di Indonesia.

Dalam kesaksiannya, Subha Karma menegaskan bahwa sistem pertanahan di Indonesia masih terbelenggu oleh warisan hukum kolonial Belanda dan hukum adat yang kini tak lagi relevan. Meski Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) No. 5 Tahun 1960 telah mencoba menyatukan dualisme sistem tersebut, implementasi di lapangan kerap kali justru menimbulkan bias dan konflik.
“UUPA menganut prinsip lampaunya waktu. Artinya, hak atas tanah bisa gugur jika tidak dikuasai secara fisik dalam jangka waktu lama. Bahkan, PP 24 Tahun 1997 menegaskan bahwa penguasaan selama 20 tahun secara terus menerus dengan itikad baik bisa menjadi dasar pencatatan tanah,” ujarnya.
Ia juga membongkar mitos soal kekuatan silsilah dalam sengketa tanah. Menurutnya, silsilah murni hanyalah dokumen internal keluarga dan tidak memiliki kekuatan hukum untuk pendaftaran hak atas tanah. Badan Pertanahan Nasional (BPN) hanya mengakui surat pernyataan silsilah sebagai pelengkap administratif, bukan sebagai bukti hak.
“Kalau tidak ada penguasaan fisik, silsilah saja tidak cukup. Sertifikat hak atas tanah harus berdasarkan bukti penguasaan yang nyata, bukan hanya klaim keturunan,” jelas Subha. Bahkan, lanjutnya, pipil, petok D, atau letter C hanya bersifat pendukung dan tidak berdiri sendiri tanpa bukti penguasaan nyata.
Dalam konteks perkara ini, Subha juga menyinggung larangan kepemilikan tanah absentee, yakni tanah yang dimiliki oleh orang yang tidak tinggal di desa atau kecamatan tempat tanah itu berada.
“Tanah absentee bertentangan dengan prinsip UUPA. Karena tanah harus dikelola langsung oleh pemiliknya, bukan sekadar untuk spekulasi,” tegasnya.
Ahli juga menjelaskan bahwa pasca kemerdekaan, sistem pemerintahan lokal sempat mengadopsi pola Swapraja yang mengombinasikan peraturan kolonial dan adat lokal. Namun dalam konteks hukum pertanahan modern, struktur seperti itu tidak lagi dijadikan dasar hukum dalam klaim hak.

Kuasa hukum Jero Kepisah, Made Somya Putra, menyambut tegas keterangan saksi ahli tersebut. Ia menyebut keterangan itu sebagai pukulan telak bagi klaim yang diajukan Jero Jambe Suci.
“Sudah terang, silsilah bukan dasar pensertifikatan. Klien kami memiliki penguasaan fisik atas tanah, dan pelapor berasal dari luar Swapraja Kuta tempat tanah itu berada,” tegas Somya.

Ia menekankan tiga poin penting, bukti masuknya seseorang dalam silsilah, penguasaan fisik atas tanah, dan tidak melanggar larangan kepemilikan tanah absentee. Dengan demikian, kata dia, klaim pelapor tidak memiliki landasan hukum yang sah.
Sidang ini menjadi penanda penting bahwa sistem pertanahan nasional harus beranjak dari ketergantungan pada dokumen usang menuju sistem yang berbasis bukti penguasaan nyata dan legal formal yang kuat. Sengketa warisan tak bisa lagi diselesaikan hanya lewat silsilah tanpa penguasaan fisik dan legalitas yang sah. (Ray)

spotlight casino
References:
12 Maret 2026 8:02 AMnewssignet.space
Smaⅼl-ɡroup on-site courses at OMT produce ɑ supportive neighborhood ᴡhere pupils share math
explorations, sparking a love fߋr the subject tһat pushes them toᴡards test success.
Dive into self-paced math mastery ᴡith OMT’s 12-m᧐nth
e-learning courses, ϲomplete ѡith practice worksheets ɑnd recorded sessions
fօr thorough revision.
With math incorporated effortlessly іnto Singapore’s class settings tо
benefit ƅoth instructors аnd students, devoted
math tuition magnifies thеѕe gains by providing tailored support fօr continual accomplishment.
Enrolling іn primary school math tuition еarly fosters
confidence, decreasing anxiety fⲟr PSLE takers who deal with hіgh-stakes
concerns ߋn speed, range, аnd time.
Provіded thе high risks of O Levels for secondary school progression іn Singapore, math tuition takes fuⅼl advantage ᧐f opportunities fоr leading qualities ɑnd wanted positionings.
Tuition ᧐ffers techniques fߋr time management during thе prolonged Α Level
math tests, allowing pupils tߋ designate initiatives effectively tһroughout sections.
Ꮃhat collections OMT аρart is itѕ custom-madе mwthematics program thаt prolongs beyond
the MOE curriculum, fostering critical thinking via hands-on, sensible workouts.
Interactive devices mаke discovering fun lor, ѕo уօu stay
determined аnd watch your math grades climb սр progressively.
Math tuition ⲟffers prompt feedback on method efforts,
speeding ᥙp renovation foг Singapore exam takers.
mү bblog post – maths tuition secondary
16 Februari 2026 8:57 PMWonderful work! This is the type of info that are supposed to be shared across the internet.
Disgrace on the seek engines for now not positioning this publish upper!
Come on over and consult with my website . Thanks =)
Feel free to visit my web page :: child porn
9 Januari 2026 11:16 PM