Setelah Shortcut Titik 11–12 Rampung, Koster Siapkan Bus Listrik Singaraja–Denpasar
- account_circle Admin
- calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Buleleng – Gubernur Bali Wayan Koster menyiapkan layanan transportasi darat berupa bus listrik yang akan melayani rute Singaraja–Denpasar dan sebaliknya. Kebijakan ini dirancang untuk meningkatkan mobilitas masyarakat Bali Utara sekaligus mengurangi beban biaya hidup, khususnya bagi warga Singaraja yang bekerja di wilayah Denpasar dan Badung.
Rencana tersebut disampaikan Koster saat memberikan sambutan pada acara groundbreaking pembangunan shortcut Singaraja–Mengwitani titik 9–10, Rabu (7/1/2025). Ia menegaskan, layanan bus listrik akan mulai disiapkan setelah pembangunan shortcut hingga titik 11–12 selesai dikerjakan.
“Kalau sudah selesai sampai titik 11–12, meskipun titik 1–2 belum, kita akan siapkan transportasi bus bolak-balik Singaraja–Denpasar,” ujar Koster.

Screenshot
Bus tersebut direncanakan beroperasi dari pagi hingga malam hari, sehingga memungkinkan masyarakat untuk bekerja di Bali Selatan tanpa harus tinggal atau menyewa kos di Denpasar maupun Badung.
Menurutnya, kehadiran bus listrik akan memberi kenyamanan sekaligus efisiensi bagi para pekerja. “Jadi pegawai asal Singaraja yang bekerja di Denpasar tidak perlu kos. Yang kerja di Badung tetap bisa tinggal di Singaraja. Wara-wiri. Metro Dewata kita bawa ke sini,” katanya.
Koster menjelaskan, bus listrik tersebut merupakan bantuan dari Korea Selatan sebanyak 10 unit dan diperkirakan tiba paling lambat pada September 2026. Seluruh armada itu nantinya akan difokuskan untuk melayani kawasan Buleleng. “Nanti kita operasikan untuk Buleleng. Kan keren jadinya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula itu menyebut pembangunan shortcut Singaraja–Mengwitani mendapat respons sangat positif dari masyarakat Buleleng. Infrastruktur tersebut dinilai sangat membantu aktivitas harian dan mempercepat konektivitas Bali Utara dengan Bali Selatan.
“Orang Buleleng tidak menyebut shortcut, tapi jalan tol yang terputus-putus. Bahkan lewatnya tidak mau cepat-cepat karena pemandangannya indah. Banyak yang berhenti di jembatan karena view-nya luar biasa,” ungkap Koster.
Ia juga mencatat, sebagian bus wisatawan dari Jawa menuju Bali kini mulai melewati jalur shortcut tersebut. Kondisi ini dinilai membawa berkah ekonomi bagi Bali Utara karena wisatawan cenderung menginap di wilayah Buleleng.
“Apalagi kalau sudah selesai titik 11–12, ini akan makin ramai. Ditambah lagi Turyapada Tower yang ditargetkan selesai Desember 2026. Tentunya akan semakin ramai dan Buleleng kebagian rezeki ekonomi yang lumayan,” kata Koster.
Ia menegaskan akan terus memantau progres pembangunan agar proyek-proyek strategis tersebut selesai tepat waktu. “Saya pantau terus supaya Desember bisa diresmikan. Dengan begitu kita punya objek wisata dan kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Bali Utara,” pungkasnya.
Editor – Ray

https://shorturl.fm/5i7wk
11 Januari 2026 9:28 PM