Selat Hormuz Memanas, Kapal Tugboat Musaffah 2 Meledak! Tiga WNI Masih Hilang
- account_circle Ray
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali menjadi sorotan setelah insiden ledakan kapal tugboat Musaffah 2 di Selat Hormuz yang menyebabkan tiga warga negara Indonesia (WNI) hingga kini masih dinyatakan hilang.
Insiden tersebut terjadi pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 02.00 waktu setempat di perairan antara Uni Emirat Arab dan Oman. Kapal yang berbendera Uni Emirat Arab itu dilaporkan mengalami ledakan hebat yang memicu kebakaran sebelum akhirnya tenggelam.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan total terdapat lima WNI yang terdampak dalam peristiwa tersebut. Dari jumlah tersebut, tiga orang masih dalam proses pencarian, sementara satu WNI dilaporkan selamat namun mengalami luka bakar dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit di Oman.
Legislator Kutuk Serangan terhadap Kapal Sipil
Anggota Komisi III DPR RI, Mercy Chriesty Barends, mengecam keras insiden tersebut. Ia menilai serangan atau kekerasan terhadap kapal sipil di jalur pelayaran internasional merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
Menurut Mercy, keselamatan para pelaut harus menjadi prioritas bersama, terlebih Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia yang dilalui ribuan kapal setiap tahunnya.
“Serangan terhadap kapal sipil merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip kemanusiaan dan hukum laut internasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Ia juga mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghentikan tindakan yang dapat membahayakan kapal sipil serta pekerja maritim yang melintas di jalur tersebut.
Upaya Pencarian Masih Berlangsung
Hingga saat ini, otoritas setempat bersama tim penyelamat masih terus melakukan pencarian terhadap tiga WNI yang dilaporkan hilang. Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi dan Muscat juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan proses pencarian berjalan maksimal serta memberikan informasi kepada keluarga korban di Tanah Air.
Insiden ini menambah kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur distribusi energi dan perdagangan paling vital di dunia.
Pemerintah Indonesia berharap para WNI yang hilang dapat segera ditemukan, sementara keselamatan para pelaut internasional tetap menjadi perhatian utama di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar