Racun Lebah Madu Terbukti Ampuh Hancurkan Sel Kanker Payudara Agresif
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 7 Jul 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Penelitian terbaru dari tim Harry Perkins Institute of Medical Research dan University of Western Australia menemukan bahwa racun lebah madu mampu menghancurkan sel kanker payudara agresif, khususnya tipe triple-negative dan HER2-enriched, yang selama ini sulit diobati.
Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Ciara Duffy ini menggunakan racun dari 312 lebah madu dan lebah bumble dari Australia Barat, Irlandia, dan Inggris. Hasil studi yang diterbitkan di npj Precision Oncology menunjukkan bahwa komponen utama racun, yaitu melittin peptida kecil bermuatan positif, mampu secara cepat dan selektif mematikan sel kanker tanpa merusak sel normal.
Dr. Duffy menjelaskan bahwa melittin bekerja dengan menghancurkan membran sel kanker dalam waktu 60 menit serta menghambat jalur sinyal kimia yang mendorong pertumbuhan dan pembelahan sel kanker. Dalam waktu 20 menit, jalur-jalur penting ini bisa dimatikan sepenuhnya.
Menariknya, ketika dikombinasikan dengan obat kemoterapi seperti docetaxel, melittin memperkuat efek pengobatan dan secara signifikan memperlambat pertumbuhan tumor pada uji coba pada tikus.
Profesor Peter Klinken, Kepala Ilmuwan Australia Barat, menyatakan bahwa penemuan ini menjadi contoh luar biasa bagaimana senyawa alami bisa dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit manusia.
Ia menekankan pentingnya penelitian lanjutan untuk mengetahui cara terbaik dalam mengaplikasikan melittin secara aman dan efektif dalam pengobatan kanker di masa depan.
Penelitian ini merupakan bagian dari disertasi doktoral Dr. Duffy yang juga membandingkan racun lebah madu dari berbagai negara. Hasilnya menunjukkan bahwa racun lebah madu dari Australia, Irlandia, dan Inggris memberikan efek serupa terhadap sel kanker, sedangkan racun lebah bumble tidak menunjukkan efektivitas serupa, bahkan pada dosis tinggi.
Penelitian ini membuka peluang baru dalam pengembangan terapi berbasis racun lebah untuk mengatasi kanker payudara yang paling mematikan. (Ray)

Saat ini belum ada komentar