Breaking News
light_mode

MUI Desak Azerbaijan Cabut Larangan Jilbab, Soroti Ancaman Islamofobia

  • account_circle Admin
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sudarnoto Abdul Hakim meminta Kedutaan Besar Azerbaijan di Indonesia meneruskan aspirasi MUI agar pemerintah setempat meninjau ulang aturan seragam sekolah yang dinilai berpotensi membatasi kebebasan beragama.

JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah Azerbaijan mencabut kebijakan yang membatasi penggunaan jilbab bagi muslimah, khususnya di lingkungan pendidikan. MUI menilai penerapan aturan tersebut berpotensi menghambat kebebasan beragama dan memunculkan kekhawatiran terhadap praktik Islamofobia.

Desakan tersebut disampaikan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim. Ia meminta pemerintah Azerbaijan menghormati hak setiap warga negara untuk menjalankan ajaran agama sesuai keyakinannya.

“Saya menyatakan keprihatinan atas pelarangan penggunaan jilbab bagi muslimah di Azerbaijan. Mengapa pemerintah Azerbaijan ikut-ikutan India dan beberapa negara Eropa lainnya melarang jilbab,” ujar Sudarnoto, dikutip dari MUI Digital, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Sudarnoto, kebijakan yang membatasi penggunaan jilbab perlu dilihat dari perspektif perlindungan hak asasi manusia, kebebasan beragama, dan penghormatan terhadap hak personal. Ia menilai pemerintah semestinya memastikan kebijakan publik tidak mendiskriminasi warga karena ekspresi keagamaan mereka.

Sudarnoto juga mengaitkan persoalan tersebut dengan upaya internasional untuk melawan Islamofobia atau sikap anti-Islam. Ia menilai pembatasan terhadap muslimah yang mengenakan jilbab perlu mendapat perhatian, terutama apabila penerapannya menghambat akses terhadap pendidikan dan aktivitas sehari-hari.

“Tindakan Islamofobia (anti-Islam) ini menurut saya tidak sejalan dengan sikap PBB yang telah menyatakan ‘lawan Islamofobia’. Di samping itu, juga bertentangan dengan prinsip keharusan menjaga dan melindungi hak-hak personal dan kebebasan beragama,” tegasnya.

MUI berpandangan, penghormatan terhadap kebebasan beragama merupakan bagian penting dari perlindungan hak warga negara. Karena itu, pemerintah Azerbaijan diharapkan mempertimbangkan kembali kebijakan terkait penggunaan jilbab dengan memperhatikan prinsip keadilan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan perlindungan terhadap kebebasan menjalankan keyakinan.

Persoalan ini mencuat setelah Kabinet Menteri Azerbaijan menetapkan perubahan aturan seragam sekolah melalui Keputusan Nomor 309 pada 21 September 2026. Aturan tersebut mengatur ketentuan pakaian sekolah dan membatasi penggunaan unsur pakaian yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan seragam serta prinsip sekularisme dalam pendidikan.

Meski aturan tersebut tidak secara eksplisit menyebut jilbab sebagai pakaian yang dilarang, penerapannya dilaporkan berdampak pada sejumlah siswi dan guru perempuan berhijab yang mengalami hambatan memasuki sekolah. Kondisi ini memicu perdebatan mengenai penerapan prinsip sekularisme dan perlindungan hak perempuan Muslim untuk menjalankan keyakinannya.

Sebagai tindak lanjut, Sudarnoto secara khusus meminta Kedutaan Besar Azerbaijan untuk Indonesia menyampaikan aspirasi MUI kepada pemerintah Azerbaijan. Ia berharap jalur diplomatik dapat mendorong peninjauan ulang kebijakan tersebut.

“Karena itu, melalui Kedutaan Besar Azerbaijan untuk Indonesia, saya meminta betul agar mencabut larangan bagi muslimah untuk mengenakan jilbab. Tunjukkan sikap ramah, empati, dan respek kepada warga muslimah,” ujarnya.

MUI berharap pemerintah Azerbaijan mengambil langkah yang mengedepankan dialog dan penghormatan terhadap keberagaman keyakinan. Dengan demikian, pengaturan pendidikan dapat berjalan tanpa mengabaikan hak warga negara untuk menjalankan ajaran agama yang diyakini.

Tim

Sumber referensi (klik untuk link) 

1. Ketua MUI Minta Pemerintah Azerbaijan Kaji Ulang Kebijakan Pelarangan Jilbab Pelajar

2. Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Siswi Menangis dan Siswa Gelar Protes

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (2)

  • Ekabudiyasa

    Heheheeè, hindari “ikut ngatur” negeri orang lain.
    Kita punya teritorial yang mesti kita urus agar damai dan harmonis. Biarkan negerinya diurus oleh pemerintahannya sendiri, salam Damai Nusantara…

    Balas18 Oktober 2026 10:05 AM
  • weak urine stream causes

    I found the examples particularly useful.

    Balas18 Oktober 2026 8:46 AM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Badung di Ambang Krisis Sampah! Penutupan Total TPA Suwung Jadi Alarm Keras

    Badung di Ambang Krisis Sampah! Penutupan Total TPA Suwung Jadi Alarm Keras

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    BADUNG – Kabupaten Badung kini benar-benar berada di ambang krisis sampah. Penutupan total TPA Suwung pada 23 Desember 2025 sesuai surat Gubernur Bali Wayan Koster memaksa Badung menghentikan kebiasaan membuang 250 ton sampah per hari ke lokasi tersebut. Situasi ini bukan sekadar perubahan teknis—melainkan ancaman serius jika Badung tidak bergerak cepat. Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan […]

  • Tamparan Realita di UGM, Museum Koruptor Indonesia Bongkar Wajah Para Penjarah Negeri!

    Tamparan Realita di UGM, Museum Koruptor Indonesia Bongkar Wajah Para Penjarah Negeri!

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) bikin gebrakan yang mengguncang publik lewat acara Sound of Justice yang digelar Fakultas Hukum. Dalam rangkaian acara tersebut, hadir sebuah pameran kontroversial namun menggugah: Museum Koruptor Indonesia, yang disebut-sebut sebagai yang pertama di Indonesia. Booth museum ini sontak menjadi pusat perhatian mahasiswa dan pengunjung. Tak seperti pameran biasa, museum […]

  • IHGMA Bali Perkuat Kepemimpinan Hospitality, Tekankan Peran Pers dalam Mendorong Pariwisata Berkualitas

    IHGMA Bali Perkuat Kepemimpinan Hospitality, Tekankan Peran Pers dalam Mendorong Pariwisata Berkualitas

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Indonesian Hotel General Manager Association DPD Bali menggelar Hospitality Leaders Gathering 2026 di Grand Palace Hotel Sanur, Jumat (22/5/2026). Mengusung tema “Beyond Management: Building Visionary Hospitality Leadership”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kepemimpinan visioner, sinergi industri, serta kolaborasi strategis sektor hospitality di Bali. Kegiatan tersebut dihadiri para General Manager hotel, strategic business partner, […]

  • TPST Gagal! Wakil Rakyat Bungkam, Somya Putra Sebut Adanya Potensi Konspirasi Rugikan Publik

    TPST Gagal! Wakil Rakyat Bungkam, Somya Putra Sebut Adanya Potensi Konspirasi Rugikan Publik

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 9Komentar

    DENPASAR – Gembar – gembor penyelesaian sampah TPA Suwung Kangin dengan cara membangun tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Denpasar, Bali, meliputi TPST Kertalangu di Denpasar Timur, TPST Padang Sambian di Denpasar Barat, dan TPST Tahura Ngurah Rai di Denpasar akhirnya gagal total. Sepi tak terdengar suara wakil rakyat di DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat […]

  • Trump Ubah Nama Selat Hormuz Jadi “Strait of America”, Picu Polemik Global

    Trump Ubah Nama Selat Hormuz Jadi “Strait of America”, Picu Polemik Global

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Pernyataan kontroversial kembali dilontarkan oleh Donald Trump melalui akun media sosialnya, Truth Social. Dalam unggahan tersebut, ia membagikan peta kawasan Teluk dengan perubahan mencolok, yakni mengganti nama Selat Hormuz menjadi “Strait of America”. Usulan tersebut segera memicu perdebatan luas di media sosial dan mendapat beragam respons dari publik internasional. Selat Hormuz sendiri merupakan […]

  • Agama di KTP, Simbol Iman atau Bentuk Pemaksaan

    Agama di KTP, Simbol Iman atau Bentuk Pemaksaan

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    Jakarta, 22 September 2025 – Dalam tiga tahun terakhir, sebanyak 18.963 warga Jawa Tengah memilih mengubah kolom agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP) menjadi “Penghayat Kepercayaan”. Fenomena ini memicu perdebatan sengit setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan penolakannya, dengan alasan penghayat kepercayaan tidak memenuhi syarat sebagai agama. Menurut Ketua MUI Bidang Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan, […]

expand_less