Breaking News
light_mode

Menelusuri Proses Ilmiah Penguraian Jasad di Dalam Kubur

  • account_circle Admin
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Kematian menandai berhentinya seluruh fungsi vital tubuh. Namun secara biologis, proses di dalam jasad belum sepenuhnya usai. Setelah dikuburkan, tubuh manusia mengalami serangkaian tahapan alami yang dalam dunia medis dan forensik dikenal sebagai proses dekomposisi atau penguraian.

Secara ilmiah, perubahan itu dimulai dalam hitungan jam. Ketika jantung berhenti berdetak, suplai oksigen ke seluruh jaringan terhenti. Kulit berangsur pucat karena sirkulasi darah berhenti, suhu tubuh perlahan turun mengikuti suhu lingkungan, dan darah mengendap di bagian tubuh terbawah sehingga menimbulkan warna keunguan.

Dalam dua hingga enam jam pertama, otot-otot mulai kaku, sebuah kondisi yang dikenal sebagai rigor mortis. Di saat yang sama, sel-sel tubuh mulai mengalami autolisis, yakni proses penghancuran diri akibat kerja enzim dari dalam sel.

Memasuki hari ketiga, fase pembusukan awal mulai tampak jelas. Bakteri yang secara alami berada di dalam usus berkembang tanpa kendali karena sistem imun tidak lagi bekerja. Aktivitas bakteri ini menghasilkan gas yang membuat bagian perut membengkak.

Warna kulit berubah kehijauan, terutama di area abdomen, dan muncul pola menyerupai marmer pada permukaan kulit. Lepuhan dapat terbentuk, disertai bau khas yang muncul akibat pelepasan gas dan senyawa kimia hasil pembusukan.

Dalam rentang satu hingga tiga minggu, proses memasuki tahap pembusukan lanjut. Jaringan lunak perlahan mencair, organ-organ dalam mengalami kehancuran signifikan, dan gas yang sebelumnya terperangkap mulai keluar sehingga pembengkakan berkurang.

Jika kondisi tanah memungkinkan, mikroorganisme serta serangga turut mempercepat penguraian. Pada fase ini, sebagian besar jaringan lunak telah rusak.

Seiring berjalannya waktu, tubuh memasuki tahap pengeringan. Setelah satu bulan hingga bertahun-tahun kemudian, jaringan lunak umumnya telah habis. Yang tersisa adalah tulang, rambut, dan gigi. Tulang sendiri tidak serta-merta hilang; proses pelapukan berlangsung sangat lama dan dipengaruhi kondisi tanah.

Dalam lingkungan tertentu, tulang dapat bertahan puluhan tahun sebelum akhirnya rapuh dan terurai.

Kecepatan seluruh proses tersebut sangat bergantung pada sejumlah faktor. Suhu tanah yang hangat cenderung mempercepat dekomposisi, demikian pula tingkat kelembapan dan keberadaan mikroorganisme.

Jenis peti mati juga berpengaruh; peti yang tertutup rapat dapat memperlambat proses alami. Sementara itu, tindakan pembalseman dirancang khusus untuk menunda pembusukan dalam jangka waktu tertentu.

Dalam kajian forensik, pemahaman terhadap tahapan penguraian ini menjadi penting untuk memperkirakan waktu kematian dan kondisi lingkungan pemakaman.

Namun di luar kepentingan ilmiah, proses tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari siklus alam, fase akhir tubuh manusia yang kembali menyatu dengan tanah.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hilangnya Ibu Menyusui Usai Ditahan Polisi, PPWI dan LBH Digitek Desak Kapolri Turun Tangan

    Hilangnya Ibu Menyusui Usai Ditahan Polisi, PPWI dan LBH Digitek Desak Kapolri Turun Tangan

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    Jakarta – Hilangnya Rina, seorang ibu menyusui asal Sumedang yang sebelumnya ditahan Polres Metro Jakarta Pusat dalam perkara yang diduga seharusnya bersifat perdata, memicu kemarahan publik dan sorotan tajam dari berbagai pihak. Kasus ini bahkan mendapat perhatian tokoh nasional hingga purnawirawan Polri. Direktur LBH Digitek DKI Jakarta, Jurika Fratiwi, bersama Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga […]

  • A Voice for Humanity! Wilson Lalengke’s UN Speech and the Winds of Peace in the Middle East

    A Voice for Humanity! Wilson Lalengke’s UN Speech and the Winds of Peace in the Middle East

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    New York, October 09, 2025 – In a moment that may one day be remembered as a turning point in global diplomacy, Indonesian citizen journalist Wilson Lalengke delivered a stirring speech at the Fourth UN Committee Conference on October 8, 2025. Though not directly aimed at the Israeli-Palestinian conflict, his words reverberated far beyond Conference […]

  • Dari Sembako hingga Cita-cita Jadi GM Hotel, Mercure Kuta Bali Wujudkan Mimpi Anak Muda Bali

    Dari Sembako hingga Cita-cita Jadi GM Hotel, Mercure Kuta Bali Wujudkan Mimpi Anak Muda Bali

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 5Komentar

    BADUNG – Gerakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Mercure Kuta Bali, Accor Hotels menunjukkan komitmennya terhadap kepedulian sosial dan keberlanjutan komunitas dengan menyalurkan bantuan langsung kepada dua lembaga sosial di Bali. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Badung dan Dinas Sosial Kota Denpasar. Tim Mercure Kuta […]

  • Hadir untuk Amati Kasus Kriminalisasi! Eks Wakapolri Oegroseno Sebut Kasus Kanwil BPN adalah Mekanisme Administratif

    Hadir untuk Amati Kasus Kriminalisasi! Eks Wakapolri Oegroseno Sebut Kasus Kanwil BPN adalah Mekanisme Administratif

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    DENPASAR – Kasus Praperadilan yang diajukan Kepala Kanwil BPN Bali I Made Daging, A.Ptnh., M.H., menyeret banyak tokoh Nasional seperti Dr. H. Bambang Widjojanto, S.H., M.H., mantan wakil Ketua KPK 2011-2015., Jumat (30/1/2026). Sekarang hadir dalam sidang praperadilan Komjen Pol (Purn) Oegroseno mantan Wakapolri 2013-2014, Selasa 3/2/2026 yang menyebutkan tertarik dengan kasus ditetapkannya Made Daging […]

  • HARRIS Hotel Riverview & HARRIS Hotel Denpasar Host Yoga with Madhu Yogasan to Promote Healthy Living in Bali

    HARRIS Hotel Riverview & HARRIS Hotel Denpasar Host Yoga with Madhu Yogasan to Promote Healthy Living in Bali

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 7Komentar

    Bali, August 11, 2025 – Two HARRIS Hotels in Bali – HARRIS Hotel Riverview Kuta and HARRIS Hotel Denpasar – are continuing their commitment to inspiring the community to maintain both physical and mental well-being. Following the success of previous fitness events such as fun runs and Zumba sessions, the two properties joined forces to […]

  • Starbucks Dibeli Perusahaan China, Boyu Capital Kuasai 60% Operasi di Negeri Tirai Bambu

    Starbucks Dibeli Perusahaan China, Boyu Capital Kuasai 60% Operasi di Negeri Tirai Bambu

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    JAKARTA – Raksasa kopi dunia, Starbucks, resmi melepas kendali mayoritas bisnisnya di China. Perusahaan asal Amerika Serikat ini menjual 60% saham operasinya kepada Boyu Capital, perusahaan investasi asal China, dalam kesepakatan senilai US$4 miliar (sekitar Rp64 triliun). Langkah ini menjadi salah satu divestasi terbesar perusahaan global di pasar China dalam beberapa tahun terakhir. Dikutip dari […]

expand_less