Mahasiswa FKIK Universitas Warmadewa Latih Siswa SMAN 4 Denpasar Kuasai Bantuan Hidup Dasar
- account_circle Ray
- calendar_month 17 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Siswa SMAN 4 Denpasar melalui Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebagai Langkah Awal Menyelamatkan Nyawa”, Sabtu (27/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung di ruang multimedia SMAN 4 Denpasar, Jalan Gunung Rinjani No. 1, Tegal Harum, Denpasar Barat, ini diikuti oleh 18 siswa sebagai mitra pelatihan.

Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar siswa dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan medis di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pre-test berupa 10 soal pilihan ganda (multiple choice question/MCQ) guna mengukur pemahaman awal peserta terkait Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Selanjutnya, tim mahasiswa FKIK menyampaikan materi teoretis sekaligus praktik simulasi BHD menggunakan media presentasi. Pemaparan materi dasar disampaikan oleh I Gusti Agung Istri Mahaiswari, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan Resusitasi Jantung Paru (RJP) serta penanganan tersedak (choking) oleh Ida Ayu Satya Pradnya Manuaba dan Anak Agung Ngurang Agung Bagus Tri Laksamana Putra.

Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan simulasi, terutama saat mempraktikkan teknik kompresi dada dan prosedur pertolongan pertama pada korban tersedak.
Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan seputar situasi darurat yang berpotensi terjadi di lingkungan sekolah, seperti pingsan mendadak, henti napas, maupun kecelakaan ringan.

Tim pengabdian menekankan pentingnya ketenangan, ketepatan tindakan, serta segera menghubungi tenaga medis profesional setelah melakukan pertolongan awal.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, tim pengabdian juga menyerahkan bantuan berupa satu tabung oksigen 1 m³, dua kotak P3K, dua nasal kanul, satu sungkup oksigen, dua oxycan, serta buku saku Bantuan Hidup Dasar.
Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah untuk menunjang kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat kesehatan.
Kegiatan ditutup dengan pelaksanaan post-test menggunakan soal yang sama dengan pre-test guna mengevaluasi peningkatan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai prosedur dasar penyelamatan nyawa. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama antara tim pengabdian dan para peserta.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa FKIK Universitas Warmadewa tidak hanya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, poin 4 tentang pendidikan berkualitas, serta poin 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya sadar tanggap darurat di lingkungan sekolah, sehingga siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sigap dan terampil dalam menyelamatkan nyawa.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar