Jejak Ramayana di Samudra Hindia, Mitos Jembatan Rama yang Terbentang antara India dan Sri Lanka
- account_circle Admin
- calendar_month Minggu, 14 Des 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Hamparan batu kapur sepanjang sekitar 30 kilometer yang membentang di antara Pulau Mannar, Sri Lanka, dan Rameswaram di pesisir tenggara India, dikenal luas sebagai Jembatan Rama.
Struktur alami yang juga disebut Jembatan Sithubanda atau Jembatan Adam ini sejak lama menyimpan kisah mitologis yang hidup dalam kepercayaan Hindu.
Dalam epos Ramayana, jembatan tersebut diyakini dibangun oleh pasukan wanara—manusia kera—untuk membantu Sri Rama menyeberangi lautan menuju Alengka, kerajaan Rahwana, demi menyelamatkan istrinya, Dewi Sita, yang diculik.
Meski kini sebagian besar tubuh Jembatan Rama berada di bawah permukaan laut, berbagai catatan sejarah menyebutkan bahwa berabad-abad silam struktur ini membentuk jalur darat yang memungkinkan perjalanan antara India dan Sri Lanka. Nama “Adam’s Bridge” sendiri pertama kali tercatat dalam peta buatan kartografer Inggris pada tahun 1804, menandai perhatian dunia Barat terhadap formasi unik tersebut.
Keunikan Jembatan Rama tidak hanya terletak pada kisah mitologinya, tetapi juga pada misteri usia dan asal-usulnya. Sejumlah perkiraan menyebut jembatan purba ini berumur lebih dari satu juta tahun, menjadikannya salah satu struktur alam paling membingungkan di dunia.
Perpaduan antara mitos Ramayana, catatan sejarah, dan fenomena geologis menjadikan Jembatan Rama hingga kini tetap dipandang sebagai salah satu lokasi paling misterius, tempat legenda dan realitas seolah bertemu di tengah samudra. (Tim)

casino flash
References:
12 Maret 2026 5:01 PMimages.google.is