HUT Ke-21 Semeton Agung Jero Kuta, Momentum Perkuat Persatuan dan Warisan Nilai Leluhur
- account_circle Budi Susilawarsa
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Semangat kebersamaan dan nilai kekeluargaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Paiketan Semeton Agung Jero Kuta (SAJK) yang digelar pada Rabu, 25 Maret 2026 di Jero Gede Lanang Pededekan Belong, Denpasar. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat persatuan pasemetonan di tengah dinamika zaman yang kian kompleks.
Perayaan tersebut dihadiri sejumlah penglingsir, di antaranya Penglingsir Puri Agung Denpasar, Ida Pengelingsir Agung Putra Jambe Pemecutan, serta Penglingsir Puri Agung Jro Kuta, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, bersama ratusan krama SAJK yang tersebar di 23 jero di wilayah Denpasar, Badung, dan Gianyar.

Kelihan SAJK, Ir. Anak Agung Kartika, menegaskan bahwa organisasi ini berlandaskan visi meningkatkan harkat dan martabat pasemetonan dengan pijakan nilai Tri Hita Karana, ajaran agama Hindu, serta filosofi Tat Twam Asi. Dalam implementasinya, SAJK menjalankan program yang berfokus pada Panca Yadnya, meliputi Manusa Yadnya, Rsi Yadnya, Bhuta Yadnya, Dewa Yadnya, dan Pitra Yadnya.
“Landasan ini menjadi fondasi utama dalam menjalankan organisasi, tetap berpegang pada Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan tiga Bhisama (ketetapan) utama SAJK, yakni kewajiban ngayah bagi seluruh anggota saat pelaksanaan upacara di Pamerajan Kawitan Puri Agung Jro Kuta, pelaksanaan doa bersama saat ada anggota yang meninggal dunia, serta penguatan program sosial, adat, dan ekonomi.
Menurutnya, dengan jumlah sekitar 713 kepala keluarga atau lebih dari 3.500 jiwa, SAJK diharapkan mampu membangun fondasi ekonomi yang kuat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di era modern.
“Di usia ke-21 ini, organisasi sudah semakin matang. Kami berharap generasi penerus dapat melanjutkan dan mengembangkan program yang telah berjalan,” tambahnya.

Sementara itu, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya mengingatkan pentingnya menjaga tali persaudaraan dengan berpegang pada prinsip satu kawitan yang berpusat di Pamerajan Agung Puri Agung Jro Kuta. Menurutnya, hal tersebut menjadi simbol persatuan dan kesatuan seluruh semeton.
Rangkaian acara juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh SAJK yang telah berpulang (dewata), sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian mereka. Puncak perayaan ditandai dengan pemotongan tumpeng dan tiup lilin, yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. | Bud

j9j1jj
26 Maret 2026 7:40 AM