Hiduplah Sesuai Dhamma, Perenungan Ajahn Chah tentang Agama Hati
- account_circle Ray
- calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Namo Buddhaya.
DENPASAR – Ajaran Buddha kembali ditegaskan sebagai jalan pembinaan batin melalui pesan mendalam dari mendiang guru besar aliran Theravāda, Ajahn Chah. Dalam sebuah perenungan yang diterjemahkan oleh Bhikkhu Sumedho dari Abhayagiri, Ajahn Chah menekankan bahwa esensi agama Buddha bukanlah sekadar ritual atau simbol keagamaan, melainkan latihan hati yang berkelanjutan.
“Agama Buddha adalah agama hati. Hanya itu,” ujar Ajahn Chah dalam kutipan perenungannya. Pernyataan singkat namun sarat makna tersebut menegaskan bahwa inti praktik Buddhisme terletak pada pengolahan batin—cara manusia memahami, mengendalikan, dan membebaskan pikirannya dari penderitaan.
Menurut Ajahn Chah, seseorang yang sungguh-sungguh melatih hatinya sesungguhnya sedang menjalankan ajaran Buddha itu sendiri. Latihan tersebut mencakup kesadaran penuh (sati), kebijaksanaan (paññā), serta pengendalian diri melalui sila dan meditasi. Tanpa latihan batin, ajaran hanya akan berhenti pada tataran konsep, bukan pengalaman langsung.
Perenungan yang disebarluaskan melalui Dhamma Citta ini kembali mengingatkan umat bahwa Dhamma tidak terpisah dari kehidupan sehari-hari. Setiap emosi, reaksi, dan keputusan merupakan ladang praktik untuk mengenali ketidakkekalan, penderitaan, dan tanpa-diri—tiga karakteristik utama kehidupan menurut ajaran Buddha.
Di tengah dunia modern yang dipenuhi hiruk-pikuk, pesan Ajahn Chah menjadi relevan dan kontekstual. Agama tidak diposisikan sebagai identitas luar, melainkan sebagai proses internal yang membentuk kejernihan hati dan welas asih terhadap sesama. Dengan demikian, hidup sesuai Dhamma bukanlah tentang menjadi “religius” di hadapan orang lain, melainkan jujur dan sadar dalam mengelola batin sendiri.
Pesan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kedamaian sejati tidak datang dari luar, tetapi tumbuh dari hati yang terlatih. Sebagaimana diajarkan Ajahn Chah, ketika hati dilatih dengan benar, Dhamma akan hidup—bukan sebagai doktrin, tetapi sebagai jalan hidup.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar