Emas Antam Cetak Rekor Tertinggi Rp 2,1 Juta per Gram, Analis Ingatkan Investor Waspada
- account_circle Admin
- calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. kembali menorehkan sejarah baru. Pada perdagangan Selasa (16/9/2025), emas Antam Logam Mulia melesat hingga menyentuh Rp 2,1 juta per gram. Angka ini menjadi rekor tertinggi sepanjang masa, melampaui catatan Sabtu (13/9/2025) lalu yang sempat berada di level Rp 2,095 juta.
Tak hanya itu, harga pembelian kembali atau buyback juga naik signifikan. Antam mematok buyback di Rp 1.952.000 per gram, meningkat Rp 12.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Menariknya, lonjakan harga emas domestik ini terjadi saat harga emas dunia justru melemah tipis. Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 06.23 WIB, harga emas spot internasional turun 0,01% ke posisi US$3.678,67 per troy ons.
Ekonom pasar modal, Arif Gunawan, menilai rekor emas Antam kali ini dipengaruhi faktor nilai tukar rupiah dan meningkatnya permintaan domestik.
“Kenaikan emas Antam tidak selalu sejalan dengan harga emas dunia. Ada faktor internal seperti kurs rupiah terhadap dolar AS, biaya distribusi, dan tren permintaan di dalam negeri yang menopang harga emas lokal,” jelasnya kepada Gatra Dewata, Selasa (16/9/2025).
Menurut Arif, harga emas berpotensi tetap tinggi sepanjang sisa tahun ini seiring ketidakpastian global, mulai dari ketegangan geopolitik hingga kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
“Investor perlu cermat. Emas memang aset lindung nilai yang aman, tapi kenaikan tajam seperti sekarang bisa memicu aksi ambil untung dalam jangka pendek,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang pembeli emas di Jakarta, Rina (34), mengaku tetap memilih emas sebagai tabungan jangka panjang meski harganya semakin mahal.
“Saya beli bukan untuk dijual cepat. Emas itu aman buat simpanan keluarga, apalagi sekarang kondisi ekonomi susah diprediksi,” ujarnya.
Dengan rekor baru ini, emas Antam kian menegaskan posisinya sebagai instrumen investasi favorit masyarakat Indonesia di tengah ketidakpastian global. (Tim)

Saat ini belum ada komentar