Breaking News
light_mode

Ekonomi Global 2026 Dibayangi Ketidakpastian, IMF: Pertumbuhan Melambat dan Risiko Resesi Menguat

  • account_circle Admin
  • calendar_month 18 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta — Gejolak regional, tekanan global, serta akselerasi teknologi baru diperkirakan kembali membentuk ulang arah ekonomi dunia pada 2026. Dalam laporan terbarunya, Dana Moneter Internasional menilai prospek ekonomi global masih rapuh meski menunjukkan sedikit perbaikan dibandingkan periode sebelumnya.

Dalam laporan World Economic Outlook bertajuk “Global Economy in Flux, Prospects Remain Dim”, IMF merevisi tipis proyeksi pertumbuhan global seiring meredanya volatilitas dan ketidakpastian perdagangan. Namun demikian, laju ekspansi ekonomi dunia tetap diperkirakan melambat dibandingkan tahun-tahun terakhir.

IMF menegaskan bahwa ketidakpastian terkait stabilitas dan arah ekonomi global masih berada pada level mengkhawatirkan. Faktor seperti perubahan kebijakan, kerentanan pasar keuangan, serta tekanan struktural pada pasar tenaga kerja global membuat risiko ekonomi cenderung bergerak ke arah negatif.

Sejumlah negara utama pun diproyeksikan menghadapi ancaman perlambatan, bahkan potensi resesi pada 2026.

Di Amerika Serikat, risiko perlambatan dipicu kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang sempat mengguncang pasar. Kebijakan tersebut mendorong pelaku usaha menimbun barang dan memicu kekhawatiran resesi sejak awal masa jabatan keduanya. Meski pertumbuhan sempat membaik pada pertengahan 2025, para ekonom menilai dampak lanjutan kebijakan tarif masih akan terasa hingga 2026.

Selain itu, kekhawatiran juga datang dari potensi pecahnya gelembung kecerdasan buatan (AI). Ekonom seperti Gary Shilling dan Dean Baker menilai dominasi investasi AI—yang menopang sebagian besar pertumbuhan ekonomi AS—dapat menjadi sumber risiko sistemik jika terjadi koreksi tajam di pasar.

Sementara itu, kawasan Eropa diperkirakan mencatat pertumbuhan lebih rendah dari rata-rata global. Negara-negara besar seperti Prancis, Jerman, dan Italia hanya diproyeksikan tumbuh di bawah 1 persen. Tingginya utang, ketidakpastian kebijakan perdagangan, serta dampak berkepanjangan konflik Rusia–Ukraina menjadi faktor penekan utama.

Di Inggris, IMF juga memangkas proyeksi pertumbuhan menjadi 1,3 persen. Meski relatif lebih terlindungi dari dampak tarif, ekonomi Inggris tetap menghadapi tekanan dari kebijakan fiskal dan perlambatan global.

Untuk China, prospek ekonomi dinilai masih rapuh. Sektor properti yang belum pulih sejak krisis beberapa tahun terakhir terus menekan investasi, sementara risiko deflasi berbasis utang membayangi. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi China berada di kisaran 4,2 persen pada 2026, namun tantangan struktural dinilai belum terselesaikan.

Adapun Rusia menghadapi tekanan berkepanjangan akibat sanksi internasional sejak invasi ke Ukraina pada 2022. Pertumbuhan ekonomi negara tersebut mulai melambat, dengan proyeksi hanya sekitar 1 persen pada 2026. Beban pembiayaan perang serta keterbatasan akses finansial global dinilai berpotensi memperdalam perlambatan.

Dengan berbagai risiko yang membayangi kawasan utama dunia, IMF menegaskan bahwa 2026 akan menjadi periode krusial. Ketahanan kebijakan ekonomi, stabilitas sistem keuangan, serta kemampuan negara-negara dalam merespons guncangan global akan menjadi faktor penentu arah pemulihan ekonomi dunia ke depan.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

  • 💷 +1.81919299997 Вitсоin Next 👆 telegra.ph/Blockchaincom-03-17?hs=96b9500a2f7272a90bbd4d852007c105& 💷

    weqgg4

    Balas26 Maret 2026 7:40 AM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Untuk Memperkuat Metaksu, Paiketan Pinandita Ganesh Pratama Tabanan Gelar Upacara Mejaya-jaya

    Untuk Memperkuat Metaksu, Paiketan Pinandita Ganesh Pratama Tabanan Gelar Upacara Mejaya-jaya

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Budi Susilawarsa
    • 4Komentar

    Tabanan — Paiketan Pinandita Ganesh Pratama Kabupaten Tabanan melaksanakan upacara mejaya-jaya di Pura Siwa Pangkung Prabu, Sabtu (27/12/2025). Upacara sakral tersebut diikuti oleh sekitar 50 orang Pinandita Ganesh Pratama sebagai bagian dari upaya penguatan spiritual dan jati diri kepanditaan. Upacara mejaya-jaya ini dipuput langsung oleh Ida Pandita Mpu Nabe Ananda Preteka Dukuh Prabu dan berlangsung […]

  • Waspadai “Penumpang Gelap” Reformasi Polri, Habiburokhman: Jangan Sampai Melemahkan Institusi

    Waspadai “Penumpang Gelap” Reformasi Polri, Habiburokhman: Jangan Sampai Melemahkan Institusi

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    JAKARTA — Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Habiburokhman, mengingatkan publik agar berhati-hati terhadap pihak-pihak yang dinilai menunggangi isu percepatan reformasi Polri untuk kepentingan tertentu. Ia menyebut adanya “penumpang gelap” yang mengatasnamakan reformasi, namun diduga memiliki agenda tersembunyi di balik kritik yang dilontarkan. Dalam keterangannya, Selasa (11/2/2026), Habiburokhman menilai sejumlah pihak kerap […]

  • FKPEN Bali Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian, Tolak Isu SARA di Pulau Dewata

    FKPEN Bali Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian, Tolak Isu SARA di Pulau Dewata

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Ray
    • 5Komentar

    DENPASAR | Forum Komunikasi Paguyuban Etnis Nusantara (FKPEN) Provinsi Bali mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kedamaian dan tidak terprovokasi isu SARA menyusul kericuhan saat unjuk rasa di kawasan Renon, Denpasar, Sabtu, 30 Agustus 2025. Ketua FKPEN Bali, A.A. Bagus Ngurah Agung, menegaskan bahwa penyampaian pendapat adalah hak setiap warga negara, namun harus dilakukan sesuai ketentuan […]

  • Jumlah Janda dan Duda di Buleleng Bertambah, 946 Perceraian Terjadi Sepanjang 2025

    Jumlah Janda dan Duda di Buleleng Bertambah, 946 Perceraian Terjadi Sepanjang 2025

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Singaraja — Gelombang perceraian masih membayangi Kabupaten Buleleng, Bali. Memasuki awal 2026, daerah di Bali utara ini tercatat melahirkan 946 janda dan duda baru, menyusul tingginya perkara perceraian yang diputus sepanjang tahun 2025. Data Pengadilan Negeri (PN) Singaraja menunjukkan, selama 2025 terdapat 946 perkara perceraian yang teregister. Dari jumlah tersebut, 944 perkara telah berkekuatan hukum […]

  • Us (Kita) Art Exhibition Celebrates Creativity, Community, and Sisterhood in Sanur

    Us (Kita) Art Exhibition Celebrates Creativity, Community, and Sisterhood in Sanur

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 10Komentar

    Sanur, Bali — Red Dragon Fly Artisan Corner proudly announces the opening of Us (Kita) Art Exhibition, featuring works by seven women artists: Wike, Novi, Lily, Reski, Ina, Nadya, and Gaby. The exhibition opened on 16 November 2025 at 17:00 at ARTspace, Artotel Sanur (Ground Floor), and will run until 25 February 2026. The exhibition’s […]

  • Kesepakatan Dagang Indonesia–AS, Ujian Strategi, Bukan Sekadar Soal Mitra

    Kesepakatan Dagang Indonesia–AS, Ujian Strategi, Bukan Sekadar Soal Mitra

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Perdebatan mengenai kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat kembali mengemuka. Namun diskursus publik dinilai terlalu cepat terjebak dalam dikotomi lama, pro-asing versus pro-nasional. Sejumlah pengamat menilai, persoalan utama bukan terletak pada siapa mitra dagang Indonesia, melainkan pada bagaimana pemerintah merancang dan menjalankan strategi ekonomi jangka panjang. Hubungan ekonomi Indonesia dengan Amerika Serikat […]

expand_less