Rubi Raksasa 11.000 Karat Ditemukan di Myanmar, Mogok Kembali Gegerkan Dunia Permata
- account_circle Admin
- calendar_month 13 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Myanmar — Sebuah batu rubi langka berukuran raksasa ditemukan di kawasan tambang legendaris Mogok, Wilayah Mandalay, Myanmar. Batu mulia seberat 11.000 karat atau sekitar 2,2 kilogram itu disebut sebagai salah satu temuan rubi terbesar dalam beberapa tahun terakhir di negara yang dikenal sebagai penghasil batu permata terbaik dunia.
Pemerintah Myanmar yang didukung militer menyatakan rubi tersebut memiliki kualitas warna tinggi dengan dominasi merah keunguan disertai sedikit nuansa kekuningan. Karakter warna itu dinilai sangat langka dan bernilai tinggi di pasar batu permata internasional.
“Ruby raksasa ini memiliki warna merah keunguan dengan sedikit nuansa kekuningan dan dikategorikan memiliki kualitas warna yang tinggi,” demikian pernyataan resmi pemerintah Myanmar.
Penemuan batu mulia tersebut terjadi di kawasan Mogok, daerah tambang yang sejak ratusan tahun lalu terkenal sebagai sumber rubi paling mahal di dunia. Wilayah ini dikenal menghasilkan batu rubi dengan kualitas pigeon-blood atau “merah darah merpati”, warna yang menjadi standar tertinggi dalam perdagangan rubi internasional.
Mogok selama ini menjadi wilayah strategis yang diperebutkan berbagai penguasa, mulai dari kerajaan kuno hingga kelompok bersenjata modern. Selain menyimpan kekayaan mineral bernilai fantastis, daerah tersebut juga menjadi pusat industri batu permata Myanmar.
Para ahli memperkirakan nilai rubi jumbo itu bisa mencapai ratusan miliar rupiah apabila terbukti memiliki tingkat kejernihan dan kualitas warna premium. Besarnya ukuran batu tersebut juga membuat penemuan ini menjadi perhatian komunitas perdagangan permata dunia.
Namun di balik nilai ekonominya yang fantastis, industri pertambangan batu mulia di Myanmar kerap mendapat sorotan internasional. Aktivitas penambangan di sejumlah wilayah dinilai masih minim pengawasan dan regulasi, serta dikaitkan dengan konflik bersenjata dan perebutan sumber daya alam.
Meski demikian, temuan rubi 11.000 karat ini kembali menegaskan posisi Mogok sebagai salah satu “surga permata” dunia yang terus menyimpan kejutan dari perut bumi Myanmar.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar