Breaking News
light_mode

Menyusuri Napas Islam Jawa di Masjid Agung Keraton Surakarta

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SURAKARTA — Senja mulai turun ketika suasana di kawasan Masjid Agung Keraton Surakarta tampak semakin teduh, Kamis (14/5/2026). Di balik gerbang bergaya perpaduan Jawa, Arab, dan Eropa, masjid bersejarah ini masih berdiri kokoh sebagai saksi perkembangan Islam dan budaya Jawa yang terus hidup hingga kini.

Masjid yang juga dikenal sebagai Masjid Agung Solo itu merupakan salah satu peninggalan penting Kerajaan Mataram Islam. Dibangun pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Pakubuwana III sekitar tahun 1763 hingga 1768, keberadaan masjid menjadi bagian penting dalam tata ruang spiritual Keraton Surakarta Hadiningrat.

Dari kejauhan, bangunan utama masjid terlihat sederhana namun memiliki wibawa kuat. Dominasi warna putih dipadukan biru muda menghadirkan nuansa sejuk, sementara bentuk atap tajug bertingkat khas arsitektur Jawa menjadi ciri utama yang masih dipertahankan hingga sekarang.

Bagi masyarakat Solo, Masjid Agung tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Kawasan tersebut juga menjadi pusat pelestarian tradisi Islam Jawa yang diwariskan secara turun-temurun sejak era kerajaan.

Berbagai tradisi budaya dan keagamaan seperti Grebeg dan Sekaten masih rutin digelar sebagai bagian dari syiar Islam sekaligus identitas budaya masyarakat Surakarta. Aktivitas tersebut menjadikan masjid bukan hanya ruang spiritual, tetapi juga pusat kebudayaan yang menyatukan nilai agama dan tradisi lokal.

Memasuki malam hari, suasana masjid terasa semakin khusyuk. Cahaya lampu temaram di halaman dan area gerbang menciptakan nuansa tenang dan sakral. Jamaah tampak silih berganti datang untuk beribadah maupun menikmati suasana hening di kawasan bersejarah yang telah berdiri lebih dari dua abad tersebut.

Keberadaan Masjid Agung Keraton Surakarta juga mencerminkan filosofi kosmologi Jawa yang menempatkan hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan kerajaan dalam satu harmoni kehidupan.

Lokasinya yang terintegrasi dengan kawasan keraton menjadi simbol kuat bahwa spiritualitas memiliki peran penting dalam tatanan masyarakat Jawa pada masa lampau.
Di tengah modernisasi Kota Surakarta, Masjid Agung Keraton Surakarta tetap bertahan sebagai ruang spiritual sekaligus pusat budaya.

Bangunan bersejarah itu terus menjaga denyut tradisi Islam Jawa agar tetap hidup dan dikenal lintas generasi.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Parade Ogoh-Ogoh Banjar Bayad Tegalalang, Ritual Sakral dan Ajang Kreativitas Pemuda Jelang Nyepi

    Parade Ogoh-Ogoh Banjar Bayad Tegalalang, Ritual Sakral dan Ajang Kreativitas Pemuda Jelang Nyepi

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Vine
    • 1Komentar

    Banjar Bayad — Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi, masyarakat adat di Banjar Bayad, Desa Kedisan, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar kembali menggelar parade ogoh-ogoh yang berlangsung meriah pada malam pengerupukan, sehari sebelum Nyepi, Rabu 18 Maret 2026. Tradisi tahunan ini merupakan bagian dari rangkaian upacara Tawur Kesanga yang bertujuan menetralisir energi negatif serta mengusir unsur kejahatan […]

  • Panggung Musik Dunia di Bali Utara, Tantowi: Bisa Jadi Mesin Magnet Baru Pariwisata dan Ekonomi

    Panggung Musik Dunia di Bali Utara, Tantowi: Bisa Jadi Mesin Magnet Baru Pariwisata dan Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    UID Bali Campus – Menemui Tantowi Yahya dalam kesibukannya menjadi Presiden United in Diversity (UID), ia dulu juga adalah seorang penyanyi, pembawa acara televisi, politikus dan aktor berkebangsaan Indonesia. Tantowi pernah menjabat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia masa jabatan 2009-2017 dari Partai Golkar, memiliki visi dibangunnya sebuah pusat penyelenggaraan konser dan festival musik kelas […]

  • Mantan Presiden Tetap Dijaga, Ini Alasan Amerika Lindungi Barack Obama Seumur Hidup

    Mantan Presiden Tetap Dijaga, Ini Alasan Amerika Lindungi Barack Obama Seumur Hidup

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Washington D.C. – Banyak yang mengira perlindungan negara terhadap presiden berakhir saat masa jabatan usai. Namun di Amerika Serikat, aturan justru menetapkan hal sebaliknya. Mantan presiden, termasuk Barack Obama, tetap mendapatkan pengamanan ketat seumur hidup sebagai bagian dari sistem keamanan nasional. Pengamanan tersebut dijalankan oleh United States Secret Service, lembaga federal yang memiliki mandat melindungi […]

  • Pansus Trap Disorot, Galak Ke KEK Bungkam Soal Mangrove Sidakarya 1,52 Hektar

    Pansus Trap Disorot, Galak Ke KEK Bungkam Soal Mangrove Sidakarya 1,52 Hektar

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Sikap Panitia Khusus Tata Ruang dan Aset Pemerintah (Pansus TRAP) DPRD Bali mulai dipertanyakan publik. Lembaga yang selama ini tampil garang mengkritik proyek-proyek yang dianggap mengancam kawasan mangrove, justru terkesan memilih diam saat disinggung proyek Jalur Melasti Desa Adat Sidakarya yang memanfaatkan kawasan hutan mangrove Tahura Ngurah Rai seluas 1,52 hektare. Sorotan itu […]

  • Warga Adat Nusa Penida Lawan Penghentian Lift Kaca di Kelingking 

    Warga Adat Nusa Penida Lawan Penghentian Lift Kaca di Kelingking 

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Klungkung — Proyek pembangunan lift kaca di kawasan Banjar Adat Karangdawa, Desa Adat Dwi Kukuh Lestari, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, resmi dihentikan oleh Pemerintah Provinsi Bali setelah mengantongi rekomendasi DPRD Bali serta dukungan dari Bupati Klungkung. Kebijakan ini memicu reaksi keras dari masyarakat adat yang merasa keputusan tersebut tidak berpihak pada upaya pemerataan pembangunan […]

  • Gubernur Dedi Mulyadi Siap Evaluasi Total Program MBG Pasca Ratusan Siswa Keracunan

    Gubernur Dedi Mulyadi Siap Evaluasi Total Program MBG Pasca Ratusan Siswa Keracunan

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 10Komentar

    BANDUNG – Kasus keracunan massal akibat konsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mengguncang Jawa Barat. Setelah sebelumnya ratusan siswa di Kabupaten Garut menjadi korban, kini giliran 352 siswa di Kabupaten Bandung Barat yang mengalami gejala serupa usai menyantap menu MBG. Total, tercatat 657 siswa di Garut dan 352 siswa di Bandung Barat harus mendapatkan […]

expand_less