Breaking News
light_mode

Ketika Burung Kecil Memicu Tragedi Besar, Kesalahan Fatal Mao Zedong yang Berujung Kelaparan Massal di China

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIONGKOK – Burung gereja (Passer montanus) selama ini dikenal sebagai satwa kecil yang akrab dengan kehidupan manusia, beterbangan di pemukiman, sawah, dan ruang-ruang kota. Namun siapa sangka, burung yang tampak sepele ini pernah menjadi pusat dari salah satu kesalahan kebijakan terbesar dalam sejarah modern yang berujung pada bencana kelaparan massal di China dan menewaskan puluhan juta jiwa.

Pada akhir 1950-an, tepatnya periode 1958 hingga 1962, pemerintahan Mao Zedong meluncurkan kebijakan nasional radikal bernama Four Pests Campaign atau Kampanye Empat Hama. Program ini merupakan bagian dari lompatan besar ambisius China untuk meningkatkan produksi pangan dan mempercepat industrialisasi. Empat makhluk ditetapkan sebagai musuh negara: tikus, lalat, nyamuk, dan burung gereja. Burung gereja dituduh sebagai penyebab utama merosotnya hasil panen karena dianggap menghabiskan biji-bijian padi dan gandum di ladang.

Atas dasar tuduhan tersebut, rakyat China dikerahkan untuk melakukan pembasmian massal burung gereja. Metode yang digunakan terbilang ekstrem dan sistematis. Sarang dirusak, telur dihancurkan, dan masyarakat diminta membuat suara keras dengan memukul panci, wajan, serta alat logam lainnya agar burung-burung terus terbang tanpa henti hingga kelelahan dan jatuh mati. Dalam waktu singkat, jutaan burung gereja musnah. Di sejumlah wilayah, spesies ini nyaris lenyap sepenuhnya.

Namun kebijakan yang diklaim sebagai solusi justru berubah menjadi bumerang mematikan. Burung gereja bukan hanya pemakan biji-bijian, melainkan juga predator alami berbagai serangga hama pertanian, terutama belalang dan ulat. Ketika populasi burung gereja runtuh, keseimbangan ekosistem pun terguncang. Serangga berkembang biak tanpa kendali, menyerbu ladang-ladang pertanian, dan melahap tanaman dalam skala masif. Produksi pangan anjlok drastis di berbagai daerah.

Kondisi ini diperparah oleh serangkaian kebijakan pertanian yang keliru serta praktik laporan palsu hasil panen yang dilakukan pejabat lokal demi menyenangkan pemerintah pusat. Negara seolah hidup dalam ilusi keberhasilan, sementara di lapangan rakyat mulai kelaparan. Akumulasi kesalahan tersebut akhirnya meledak menjadi Kelaparan Besar China (Great Chinese Famine), tragedi kemanusiaan yang kini diakui sebagai salah satu yang paling mematikan sepanjang abad ke-20. Berbagai catatan sejarah memperkirakan jumlah korban meninggal berkisar antara 15 hingga lebih dari 40 juta orang akibat kelaparan dan penyakit yang menyertainya.

Di tengah kehancuran tersebut, pemerintah China akhirnya menyadari kesalahan fatal yang telah dibuat. Burung gereja dikeluarkan dari daftar hama nasional. Untuk memulihkan keseimbangan ekosistem, China bahkan harus mengimpor burung gereja dari Uni Soviet. Namun bagi jutaan korban yang telah kehilangan nyawa, koreksi kebijakan itu datang terlambat.

Kisah burung gereja ini kini dikenang sebagai pelajaran pahit tentang hubungan manusia dan alam. Ia menjadi simbol betapa kebijakan yang dibuat tanpa pemahaman ekologi dapat memicu rangkaian bencana yang tak terbayangkan. Dari seekor burung kecil, dunia diingatkan bahwa alam bekerja dalam sistem yang saling terhubung. Menghilangkan satu spesies, sekecil apa pun, bisa membuka pintu kehancuran besar yang dampaknya melampaui satu generasi.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hadirkan Jampi Pawukon, Ritual Herbal Jawa dalam Pengalaman Menginap

    Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hadirkan Jampi Pawukon, Ritual Herbal Jawa dalam Pengalaman Menginap

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA — Royal Ambarrukmo Yogyakarta menghadirkan pengalaman budaya yang sarat makna melalui Jampi Pawukon, ritual herbal tradisional Jawa yang ditawarkan kepada para tamu sebagai bagian dari pengalaman menginap. Program ini merupakan hasil kolaborasi eksklusif dengan Desa Wisata Sidorejo, Kulon Progo, sebagai wujud komitmen hotel dalam melestarikan warisan budaya sekaligus memperkaya pengalaman tamu. Pengalaman Jampi Pawukon […]

  • Kodim dan Pemkab Rote Ndao Perkuat Sinergi Bangun Kemandirian Warga

    Kodim dan Pemkab Rote Ndao Perkuat Sinergi Bangun Kemandirian Warga

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    ROTE NDAO – Kodim 1627/Rote Ndao bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus memperkuat sinergi dalam membangun masyarakat yang mandiri dan sejahtera. Kolaborasi ini mencakup pemberdayaan ekonomi, pengamanan daerah, hingga penguatan ketahanan pangan di wilayah pulau terdepan. Sejumlah program pemberdayaan ekonomi menjadi fokus utama, di antaranya pelatihan keterampilan menjahit, kerajinan tangan, dan pengolahan hasil pertanian. Langkah […]

  • Semoga Tidak Terulang! Pemasangan Railing Jembatan Tukad Bangkung Dikebut Pasca Insiden Ulah Pati

    Semoga Tidak Terulang! Pemasangan Railing Jembatan Tukad Bangkung Dikebut Pasca Insiden Ulah Pati

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Badung, 25 September 2025 – Upaya meningkatkan keamanan di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, terus dikebut setelah kembali terjadinya insiden ulah pati (bunuh diri) yang mengguncang masyarakat. Pantauan di lapangan pada Kamis (25/9), menunjukkan progres pemasangan pagar pembatas (railing) baru mencapai kurang dari 50 persen. Tiang-tiang besi sudah berdiri di kedua sisi […]

  • FKIK Unwar Gelar PkM Cegah Penyakit Tular Nyamuk di Bangli, Sejalan dengan Riset mRNA Antiviral Berkelas Dunia Play Button

    FKIK Unwar Gelar PkM Cegah Penyakit Tular Nyamuk di Bangli, Sejalan dengan Riset mRNA Antiviral Berkelas Dunia

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    BANGLI – Upaya pencegahan penyakit tular nyamuk terus diperkuat oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa (Unwar) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Puri Dencarik, Bangli, Sabtu (15/11/2025). Kegiatan ini menjadi respons atas masih tingginya kasus demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, hingga ancaman penyakit arbovirus lain yang ditularkan melalui gigitan nyamuk betina. […]

  • HARRIS Hotel & Residences Sunset Road Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Bali Tourism Awards 2025

    HARRIS Hotel & Residences Sunset Road Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Bali Tourism Awards 2025

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    DENPASAR, 22 Agustus 2025 – HARRIS Hotel & Residences Sunset Road Bali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Bali Tourism Awards 2025 Gala Dinner, yakni kategori “Bali Leading MICE & Convention” serta “Bali Leading Business & Leisure Hotel.” Acara penghargaan yang digelar di Kecak Grand Ballroom berlangsung dalam suasana elegan dan […]

  • Misi di PBB Tuntas, Wilson Lalengke Bertolak dari New York Kembali ke Jakarta Hari Ini

    Misi di PBB Tuntas, Wilson Lalengke Bertolak dari New York Kembali ke Jakarta Hari Ini

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    New York City — Aktivis hak asasi manusia dan pemimpin jurnalisme warga Indonesia, Wilson Lalengke, telah resmi menyelesaikan tugasnya sebagai petisioner di hadapan Komite Keempat Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berakhir kemarin, Jumat, 10 Oktober 2025. Hari ini, Sabtu 11 Oktober 2025, ia akan bertolak kembali dari New York City ke Jakarta, pada pukul 22.00 waktu setempat […]

expand_less